Protein sering dianggap sebagai kunci utama untuk membentuk tubuh ideal, terutama bagi orang yang rutin berolahraga. Tak sedikit yang menganggap semakin banyak protein dikonsumsi, semakin cepat pula massa otot terbentuk.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Kebutuhan protein setiap orang berbeda dan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh, aktivitas fisik, intensitas latihan, serta target olahraga yang ingin dicapai.
Medical General Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi., AIFO-K, FISQua, menjelaskan pencapaian target kebugaran tak hanya bergantung pada latihan. Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran penting.
Workout goals tidak hanya ditentukan oleh latihan. Target setiap orang berbeda, ada yang ingin meningkatkan massa otot, menurunkan berat badan, atau mengejar prestasi olahraga,”
kata Dedyanto, dalam keterangannya, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut dia, kebutuhan nutrisi dan pola latihan perlu disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.
Pada akhirnya, pencapaian target olahraga membutuhkan disiplin dalam menjalankan kebiasaan tersebut secara konsisten,”
tutur Dedyanto.
Dijelaskan dia, kebutuhan protein perlu melihat sejumlah faktor, mulai dari berat badan, aktivitas fisik, intensitas latihan hingga tujuan seseorang berolahraga.
Karena itu, kebutuhan protein bagi orang yang ingin meningkatkan massa otot belum tentu sama dengan mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau mengejar performa olahraga.
Selain jumlah yang sesuai, konsistensi dalam memenuhi kebutuhan nutrisi juga menjadi hal penting. Protein tidak hanya dibutuhkan pada hari ketika seseorang melakukan latihan, tetapi tetap diperlukan ketika tubuh sedang beristirahat.
Dia bilang protein perlu dipenuhi secara konsisten, bukan hanya pada saat berolahraga.
Meskipun sedang tidak berolahraga, pola makan tetap harus diperhatikan dan tidak boleh menjadi berantakan. Ia menekankan tubuh tetap membutuhkan nutrisi untuk mendukung proses pemulihan dan menjaga kondisi tubuh.
Selain itu, tidur yang cukup juga tetap diperlukan, karena olahraga, pola makan, dan tidur merupakan bagian yang saling berkaitan. Jadi, untuk mencapai target olahraga, ketiganya perlu dilakukan secara disiplin dan konsisten,”
jelas Dedyanto.
Saat berolahraga, otot mengalami tekanan sehingga membutuhkan nutrisi untuk mendukung proses pemulihan. Asupan protein yang tidak mencukupi dapat membuat proses pemulihan kurang optimal, termasuk membuat tubuh lebih cepat mengalami kelelahan setelah latihan dan rasa pegal atau nyeri otot bertahan lebih lama.
Protein juga memiliki peran dalam program penurunan berat badan. Ketika tubuh berada dalam kondisi defisit kalori, kecukupan protein dapat membantu mempertahankan massa otot.
Selain itu, protein memiliki efek termogenik yang dapat meningkatkan penggunaan energi tubuh dan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kondisi tersebut dapat mendukung seseorang menjalani defisit kalori dengan lebih terarah.
Meski demikian, pemenuhan protein tetap tidak boleh dilakukan secara berlebihan atau berdiri sendiri. Asupan itu perlu jadi bagian dari pola makan seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Pada dasarnya, pemenuhan protein dapat diutamakan melalui makanan sehari-hari. Jika kebutuhan protein belum tercukupi dari makanan, tambahan asupan protein dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, mengejar target kebugaran bukan sekadar memperbanyak protein. Konsistensi latihan, pola makan yang sesuai, pemenuhan nutrisi dan tidur yang cukup perlu berjalan beriringan agar target olahraga dapat dicapai secara lebih optimal.






