Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-65 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya pada 25–26 Mei 2026 mencatat hasil membanggakan. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dinyatakan kompeten.
Capaian kelulusan 100 persen ini menjadi yang pertama pada masa kepengurusan PWI Jaya periode 2024–2029 di bawah kepemimpinan Kesit Budi Handoyo.
Kegiatan UKW berlangsung di Ruang Serbaguna Besar (RSGB), Kompleks Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, UKW kali ini digelar secara mandiri dengan seluruh peserta membiayai sendiri proses uji kompetensi.
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyebut pelaksanaan UKW mandiri memiliki tantangan tersendiri dibandingkan UKW fasilitasi. Menurutnya, peserta yang mengikuti UKW secara mandiri datang dengan kesadaran penuh untuk meningkatkan kualitas profesional sebagai wartawan.
Ini UKW mandiri. Peserta membayar sendiri biaya UKW-nya. Karena itu tekanannya lebih kuat. Mereka datang dengan keseriusan dan tanggung jawab untuk benar-benar lulus kompetensi,”
kata Kesit.
Pengumuman hasil UKW disampaikan oleh penguji Tb Adhi pada penutupan acara. Dari total 32 peserta, seluruhnya berhasil dinyatakan kompeten. Rinciannya terdiri dari 26 peserta kategori Muda, 4 peserta kategori Madya, dan 2 peserta kategori Utama.
Tujuh Penguji Tangani Peserta UKW
Sebanyak tujuh penguji terlibat dalam pelaksanaan UKW Angkatan ke-65 ini. Untuk kategori Utama, peserta diuji oleh Aljufri Alkatiri. Sementara kategori Madya ditangani Diapari Sibatangkayu.
Adapun kategori Muda diuji oleh lima penguji, yakni Kesit Budi Handoyo, A.R. Loebis, Tb Adhi, Rabiatun Drakel, dan Kadirah.
Menurut Aljufri Alkatiri, penilaian pada jenjang Utama tidak hanya fokus pada kemampuan jurnalistik teknis, tetapi juga kemampuan kepemimpinan dan manajerial redaksi.
Di tingkat utama, penekanannya lebih kepada visi, pemahaman manajerial redaksional, serta kemampuan perencanaan dalam mengelola media dan ruang redaksi,”
ujar Aljufri.
Ketua Pelaksana UKW Angkatan ke-65, Arman Suparman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Alhamdulillah seluruh rangkaian UKW berjalan lancar. Terima kasih kepada para penguji, peserta, panitia, dan semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan UKW ini,”
ujar Arman Suparman.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat atas dukungan fasilitas tempat kegiatan, serta Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat Helmi yang membantu koordinasi pelaksanaan acara.
Salah satu peserta UKW, Guruh Nara Persada dari PosKota.id, mengungkapkan bahwa pelaksanaan UKW kali ini berlangsung cukup ketat dan menguras energi.
UKW kali ini benar-benar ketat dan melelahkan. Semua peserta harus fokus dari awal sampai akhir. Bahkan ada peserta yang sampai minum obat karena kelelahan,”
ujar Guruh.
Uji Kompetensi Jadi Penjaga Profesionalisme Wartawan
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai tahapan uji mulai dari wawancara, penulisan berita, penyuntingan naskah, hingga pemahaman Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
Kesit menegaskan bahwa UKW bukan hanya soal memperoleh sertifikat, melainkan bagian penting dalam menjaga kualitas dan profesionalisme insan pers di era digital.
Kompetensi wartawan harus terus dijaga. Pers yang sehat lahir dari wartawan yang profesional, memahami kode etik, dan bekerja sesuai standar jurnalistik,”
ujarnya.
Keberhasilan seluruh peserta meraih status kompeten mendapat apresiasi dari jajaran penguji dan pengurus PWI Jaya.
Hasil tersebut dinilai menunjukkan semakin tingginya kesadaran wartawan terhadap pentingnya standar kompetensi serta etika profesi dalam menjalankan tugas jurnalistik.



