Jakarta belakangan ini sering disandingkan dengan Gotham City, yaitu kota fiksi dalam film Batman yang identik dengan kriminalitas tinggi dan jalanan gelap.
Perbandingan itu ramai muncul di media sosial setelah adanya lonjakan kasus kejahatan jalanan di wilayah ibu kota sepanjang Mei 2026.
Data dari Polda Metro Jaya mencatat, sejak 1 sampai 22 Mei 2026 terdapat setidaknya 1.283 laporan kasus kejahatan jalanan.
Artinya, jika dirata-ratakan setidaknya dalam sehari ada 58 kasus kejahatan yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dari jumlah tersebut, polisi berhasil mengungkap 870 kasus dan menangkap 173 pelaku. Kasus paling dominan adalah pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 651 kasus.
Selain itu, ada 396 kasus pencurian biasa, 209 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan 27 kasus pencurian dengan kekerasan (curas).
Maraknya Kejahatan Jalanan
Meningkatnya aksi kriminal membuat sebagian warga merasa situasi Jakarta semakin tidak aman, terutama pada malam hari. Bahkan ada yang menyebut Jakarta kini seperti “zona merah” karena maraknya kejahatan jalanan.
Di tengah kekhawatiran warga, pemerintah justru menyampaikan pandangan berbeda. Menteri HAM, Natalius Pigai mengatakan dirinya masih merasa aman beraktivitas di Jakarta.
Menteri, saya saja biasa jalan pakai sandal enggak ada yang ganggu, saya naik motor sendiri tidak pernah ada yang ganggu,”
kata Pigai.
Ia juga mengatakan bahwa, kondisi keamanan di Indonesia masih tergolong aman. Bahkan, menyebut Presiden Prabowo Subianto masih bisa turun langsung menyapa masyarakat tanpa gangguan keamanan.
Pak Prabowo keluar dari mobil, sapa semua orang, enggak ada yang mengganggu. Indonesia ini termasuk negara yang paling aman dibanding negara lain,”
ujar Pigai.
Pernyataan itu juga diperkuat dengan hasil survei Global Residence Index pada awal Februari 2026 yang menempatkan Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara setelah Singapore.
Bertindak Tegas
Namun, kekhawatiran soal begal dan kriminal jalanan membuat Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta aparat bertindak lebih tegas terhadap pelaku kejahatan.
Saya sudah menyampaikan itu, ditindak untuk ditembak di tempat,”
kata Sahroni di Kompleks DPR, Senayan.
Saat ini kepolisian telah meningkatkan patroli malam, memasang lebih banyak CCTV, dan membentuk Satgas Pemburu Begal untuk menekan angka kriminalitas. Meski begitu, rasa takut masyarakat belum sepenuhnya hilang.
Fenomena “Gotham City” akhirnya bukan cuma jadi candaan media sosial, tetapi juga gambaran keresahan warga soal keamanan di ibu kota.
Di balik gemerlap gedung tinggi dan hiruk-pikuk kota metropolitan, kejahatan masih menghantui masyarakat.



