Kebakaran besar melanda pemukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin 1 Juni 2026 malam.
Akibat peristiwa tersebut 250 rumah semi permanen terbakar dan memaksa 679 warga mengungsi.
Berdasarkan data Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, laporan kebakaran diterima pada pukul 20.55 WIB.
Lalu, sebanyak 35 unit pemadam kebakaran dan 175 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 21.05 WIB dan api berhasil dipadamkan pada pukul 23.30 WIB. Selanjutnya proses pendinginan berlangsung hingga Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 01.30 WIB, sementara operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 04.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA mengatakan pendataan korban masih dilakukan secara mendalam. Pendataan mencakup warga terdampak di RW 04 yang meliputi RT 12, RT 13, RT 14, RT 15, dan RT 16 serta RW 05 yang mencakup RT 01, RT 02, dan RT 03.
679 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Sementara itu, mengutip keterangan Camat Kemayoran, Dicky Suherlan yang dimuat Berita Jakarta, kebakaran mengakibatkan 354 kepala keluarga (KK) atau 679 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Kobaran api berlangsung selama tiga jam lebih dan baru berhasil dilokalisir sekitar pukul 23.30,”
kata Dicky.
Ia menambahkan, 3 warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Setelah api berhasil dipadamkan, pemerintah bersama sejumlah instansi langsung mendirikan 5 posko pengungsian untuk menampung para korban.
Untuk membantu kebutuhan korban kebakaran, Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyiapkan berbagai layanan dasar di lokasi pengungsian.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin mengatakan bantuan yang disalurkan meliputi air bersih, toilet, makanan siap saji, layanan kesehatan hingga pelayanan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen akibat kebakaran.
Air bersih, toilet, kemudian kebutuhan makan pagi, siang, dan malam sudah kami siapkan. Ada dukungan dari Dinas Sosial, PMI, Baznas Bazis DKI Jakarta, Dukcapil, serta layanan kesehatan yang sudah disiagakan,”
kata Arifin saat meninjau lokasi pengungsian, Selasa 2 Juni 2026.
Layanan Trauma Healing
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan layanan trauma healing bagi anak-anak terdampak kebakaran yang akan melibatkan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP).
Selain itu, Palang Merah Indonesia Jakarta Pusat juga membuka posko kesehatan dan mengerahkan 13 personel serta 2 ambulans untuk memberikan layanan darurat bagi para penyintas.
Ketua PMI Jakarta Pusat, Asep Djuanda mengatakan sebagian besar warga yang mendapatkan penanganan mengeluhkan pusing, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta luka-luka ringan.
Sebagian besar penyintas kebakaran yang ditangani mengeluhkan pusing, ISPA, luka-luka dan sebagainya,”
kata Asep seperti dikutip dari Berita Jakarta.
PMI juga mendistribusikan 200 paket perlengkapan mandi yang berisi sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, hingga handuk.
Layanan darurat tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari dan dapat diperpanjang sesuai kondisi di lapangan.
Menyiapkan 650 Porsi Sarapan
Selain PMI, Baznas Bazis Jakarta Pusat turut menyiapkan 650 porsi sarapan untuk warga terdampak serta dapur air minum yang akan beroperasi selama 3 hari ke depan.
Tak hanya itu, berdasarkan laporan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat, sekitar 160 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA dan sederajat, tercatat terdampak kebakaran.
Menurut Arifin, siswa yang tidak dapat mengikuti ujian karena terdampak musibah akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan oleh Dinas Pendidikan.
Mereka yang hari ini memang tidak bisa menjalankan ujian, maka akan ada kesempatan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan untuk ujian susulan,”
ujarnya.
Saat ini, pendataan korban dan kebutuhan warga masih terus dilakukan oleh pemerintah dan instansi terkait, sementara bantuan logistik serta layanan bagi para penyintas terus disalurkan di sejumlah posko pengungsian.



