Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Jalan Kerinci IX, RT 04/RW 02, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, dini hari tadi. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kobaran api sebelum merambat ke bangunan lain di kawasan permukiman padat tersebut.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Menyusul laporan tersebut, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung mengerahkan puluhan personel beserta armada pemadam ke lokasi kejadian.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menjelaskan pihaknya menerjunkan kekuatan penuh untuk memastikan api tak meluas ke rumah warga lain di sekitar lokasi.
Kami langsung mengerahkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dan 80 personel langsung ke lokasi,”
kata Asril seperti dikutip dari Berita Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026.
Lebih dari 1 Jam
Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pemadaman dan pelokalisiran api. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai pada pukul 04.47 WIB.
Akibat insiden tersebut, satu unit rumah dengan luas sekitar 300 meter persegi hangus terbakar. Meski demikian, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Empat penghuni rumah dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar. Pun, dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian memicu kobaran api di dalam rumah.
Salah satu penghuni rumah, Wahyu, mengungkap kobaran api pertama kali terlihat dari ruang tamu. Saat itu, kobaran api sudah cukup besar.
Ia sempat berusaha memadamkan api secara mandiri menggunakan air. Namun, upaya itu tak berhasil karena kobaran api terus membesar.
Saya kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran. Terima kasih kepada petugas yang bergerak cepat sehingga api tidak merambat ke bangunan lain,”
kata Wahyu.
Dengan pengerahan 80 personel dan 16 unit armada, api berhasil dijinakkan sehingga dampak kerusakan dapat diminimalkan dan permukiman sekitar tetap aman.


