Gelombang kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus bermunculan.
Kali ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Jabodetabek meminta pemerintah mengevaluasi menyeluruh terhadap dua program tersebut karena dinilai masih menyisakan banyak persoalan, seperti efektivitas pelaksanaan hingga manfaat yang dirasakan masyarakat.
Menurut Pengurus Badko HMI MPO Jabodetabek, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada besarnya anggaran dan ambisi program, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan dampak bagi rakyat.
“Menuntut evaluasi Program MBG dan KDMP yang dinilai perlu ditinjau kembali efektivitas, transparansi, serta dampaknya terhadap masyarakat,”
kata perwakilan HMI MPO dalam pernyataan resminya yang diterima, Jumat, 19 Juni 2026.
Selain menyoroti MBG dan Kopdes, organisasi mahasiswa tersebut juga mengkritik pola pengelolaan anggaran negara yang dianggap belum sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Menolak pemborosan anggaran negara dan mendesak pemerintah untuk mengutamakan pengelolaan keuangan negara yang efisien, tepat sasaran, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,”
lanjut pernyataan tersebut.
Di sisi lain, HMI MPO juga menyoroti nasib tenaga pendidik, khususnya guru honorer, yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera. Mereka meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
“Menyejahterakan guru honorer melalui kebijakan yang menjamin kepastian status, peningkatan kesejahteraan, dan perlindungan hak-hak tenaga pendidik,”
ucap perwakilan.


























