Polda Metro Jaya menerjunkan 8.095 personel gabungan untuk mengawal keamanan sidang tahunan MPR yang diselenggarakan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Selain pengamanan sidang tahunan, ribuan personel gabungan juga dikerahkan untuk kegiatan lain di hari yang bersamaan. Kegiatan itu antara lain RI Fest di Gambir, Jambore Nasional Pramuka di Jakarta Timur, serta beberapa aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib,”
kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Budi mengatakan penempatan personel disesuaikan dengan karakteristik kegiatan, potensi kerawanan, serta kebutuhan pengamanan di setiap lokasi.
Pun, khusus untuk pengamanan di sekitar Senayan, personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari 800 personel Mabes Polri, 4.230 personel Polda Metro Jaya. Lalu, ada 1.163 personel polres jajaran, 1.850 personel TNI.
Kemudian, 52 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.
Budi menyampaikan pengamanan dilaksanakan secara berlapis dengan mengedepankan langkah persuasif dan preventif.
Sementara, untuk penegakan hukum bakal menyesuaikan situasi yang dihadapi dengan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Personel yang terlibat dalam pengamanan juga telah diarahkan untuk tidak membawa senjata api,”
ujar Budi.
Rekayasa lalin sekitar Senayan
Adapun kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas atau lalin secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan arus kendaraan.
Pengalihan arus hanya dilakukan apabila diperlukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar Senayan, Jalan Gatot Subroto, Palmerah, dan kawasan DPR/MPR RI, kami imbau memperhitungkan waktu perjalanan serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan kepadatan,”
kata Budi.























