Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta para pejabat tidak ragu untuk mengambil keputusan. Menurutnya, keberanian harus dibarengi kemampuan mengelola risiko secara profesional.
Saya minta betul, selain mereka berani memutuskan, tetapi juga berani mengelola risiko yang ada,”
ujar Pramono dikutip dari Berita Jakarta.
Pesan itu disampaikan Pramono saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026
Merujuk pada Berita Jakarta, Pramono mengatakan PPK harus berani mengambil keputusan karena mengelola APBD DKI Jakarta yang nilainya sangat besar. Anggaran tersebut harus dipertanggungjawabkan demi kepentingan masyarakat.
Ia mengingatkan, risiko tidak boleh muncul akibat kepentingan pribadi. Karena itu, setiap keputusan harus dilandasi integritas dan profesionalisme.
Saudara-saudara harus smart, cerdas untuk mengelola risiko itu selama tidak ada beban pribadi,”
katanya.
Pramono mencontohkan penyelesaian proyek monorel mangkrak di Rasuna Said. Ia juga menyinggung penyelesaian persoalan Rumah Sakit Sumber Waras.
Menurutnya, kedua keputusan tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi. Namun, hasilnya berdampak positif bagi pembangunan Jakarta.
Memperkuat Posisi Jakarta
Pramono menilai langkah tersebut turut memperkuat posisi Jakarta di tingkat global. Peringkat Indeks Global City disebut naik dari posisi 74 menjadi 71.
Ia juga menyebut fasilitas publik Jakarta kini berada di peringkat kedua ASEAN. Capaian itu didukung pembangunan dan konektivitas transportasi yang melampaui 93 persen.
Itulah kami dorong dan konektivitas kita sekarang sudah lebih dari 93 persen,”
ucapnya.
Pramono berharap Bimtek dapat meningkatkan kapasitas para PPK. Ia juga ingin kegiatan itu mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global.
Sementara itu, Kepala BPSDM DKI Jakarta Dyan Airlangga mengatakan Bimtek diikuti 200 PPK. Mereka menangani pengadaan strategis dengan nilai besar dan risiko tinggi.
Menurut Dyan, pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi PPK. Harapannya, mereka mampu bekerja profesional, berintegritas, dan berani mengambil keputusan.
























