Pengurangan sejumlah rangkaian KRL di rute Jakarta-Bogor yang berdampak pada kepadatan penumpang menjadi perhatian Komisi V DPR RI. Parlemen bahkan meminta PT KAI memastikan proses peremajaan kereta tidak berujung pada terganggunya layanan transportasi publik.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengatakan kondisi tersebut menunjukkan ekosistem transportasi publik masih menghadapi persoalan, khususnya dalam memastikan keandalan armada.
Ya, saya melihatnya ya pada konteks kesehatan dalam membangun ekosistem transportasi publik kita rasanya masih agak terganggu,”
kata Huda di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Keandalan Armada Harus Diperhatikan


Menurut dia, keandalan armada menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan ketika pemerintah dan BUMN ingin membangun transportasi publik yang semakin baik.
Karena itu, Huda mendorong KAI memastikan kereta yang digunakan untuk melayani masyarakat tetap andal. Dia juga menyinggung pentingnya produk kereta yang diproduksi oleh PT INKA dalam mendukung kebutuhan transportasi publik.
Nah karena itu kita dorong temen-temen KAI BUMN kita ini untuk terus memastikan keandalan kereta api-kereta api kita di bawah produksi INKA,”
ujarnya.
Huda mengatakan pembenahan transportasi publik tidak bisa dilakukan hanya pada satu sisi. Menurutnya, seluruh lini harus diperbaiki agar masyarakat mendapatkan layanan yang aman sekaligus dapat diandalkan.
Prinsip kita ingin menciptakan ekosistem transportasi publik kita terbaik dan jalan terbaiknya untuk itu adalah kita perbaiki di semua lini tak terkecuali, saya kira semua produk-produk kereta api kita,”
kata dia.
Dia memahami bahwa transformasi dan perbaikan armada merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan. Namun, proses tersebut tetap harus mempertimbangkan keselamatan dan keamanan pengguna.
Bahwa misalnya membutuhkan berbagai transformasi perbaikan, maksudnya itu bagian dari konsekuensi kita semuanya, termasuk dalam isu keselamatan dan keamanan kan termasuk isu yang harus kita harus utamakan,”
ujarnya.
Jangan Dibiarkan Berlarut


Menurut Huda, pengurangan rangkaian KRL yang kemudian membuat kepadatan penumpang meningkat tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Gangguan terhadap kapasitas layanan harus segera dicari jalan keluarnya.
Nah pengurangan ini tentu pasti apa ini ya, pasti membikin ya, saya berharap ini bisa secepatnya bisa diatasi,”
kata Huda.
Dia mengaku belum mengetahui secara pasti skema yang harus ditempuh untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, dia menekankan hasil akhirnya harus memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan tanpa gangguan berarti.
Saya tidak tahu caranya seperti apa, tapi kita berharap bisa diatasi, dengan cara itu kita bisa pastikan layanan transportasi publik kita tidak terganggu,”
tandasnya.


























