Forum Kecepatan Transformasi Pesantren (FPTP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar lomba membaca kitab kuning, yang bisa diikuti oleh seluruh santri di Indonesia dalam rangka hari Santri Nasional.
Untuk pendaftaran lomba, telah dibuka sejak akhir September sampai 31 Oktober 2025.
Direktur Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) Saifullah Maksum menjelaskan lomba itu digelar berlari dari banyak cobaan yang dialami dunia pondok pesantren.
Kami sangat sadar dunia pesantren saat ini sedang menghadapi banyak sekali masalah baik itu masalah yang datang dari Allah dan Tuhan, cobaan musibah Al-Khoziny dan Lampung Selatan dan sejumlah pesantren yang tanpa diduga dan tidak tersengaja dan tanpa disadari terjadi musibah,” ujar Saifullah kepada wartawan di DPP PKB, Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Saifullah menyebut nantinya juri yang akan terlibat dalam lomba baca kitab meliputi para kyai, bahkan mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga akan terlibat.
Kalau akademisi yang kita undang adalah Mahfud Md, dan ada sejumlah kyai muda, intelektual lain,” jelas Saifullah.
Sejumlah praktisi hingga alumnus pesantren nantinya juga ikut digandeng. Tidak menutup kemungkinan, Ketua Umum Partai PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin salah satunya.
Dari praktisi, di dalam PKB kita ambil mantan-mantan alumni pesantren, pertama jelas Ketua Umum kami sendiri Pak Muhaimin Iskandar, sebagai salah satu juri yang mewakili perspektif, menganalisis kontekstualisasi pemahaman santri untuk menjembatani teks kitab kuning tadi dengan kondisi kekinian,” kata Saifullah.
Disaat yang bersamaan, Anggota FPTP Firdaus mengatakan, lomba kitab kuning diadakan sebagai wujud komitmen menghidupkan kembali tradisi kajian kitab-kitab salafiah.
Kedua, MKK ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional tahun 2025 dengan semangat percepatan transformasi pesantren dengan idiom yang kita ambil adalah Al Akhdzu bil Jadid Al Ashlah inovasi-inovasi yang maslahah dengan tetap menjaga tradisi Al Muhafadzah ‘ala al Qadim As-Shalih,” ujar Firdaus.
Untuk teknis lombanya, peserta secara bergantian diminta membaca dan menjelaskan bagian yang ditunjuk oleh dewa juri dari kitab kuning Fiqih siyasah.
Jadi lomba baca kitab kuning ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah pada pembidangan atau fokus bidang fikih siyasah atau fikih politik bahwa dalam khazanah intelektual Islam, fikih tidak semata terkait dengan fiqih ibadah atau fiqih muamalah secara umum yang lebih dikenal pada aspek sosial ekonomi, ternyata juga pada aspek politik,” tutur Firdaus.
Kegiatan lomba kian menarik, sebab hadiah yang diperebutkan nantinya ibadah umroh hingga beasiswa belajar ke luar negeri.
Hadiah pertama umroh dan juga memperebutkan Piala Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, juga ada pemberian beasiswa untuk studi di Mesir dan penghargaan yang lainnya, juga uang pembinaan bagi para pemenang 1,2,3 dan harapan 1,2,3,” tambahnya.
Credit: Rahmat Baihaqi


