Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / FWK Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Desak Revisi UU Pers dan Penyelamatan Media
Nasional

FWK Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Desak Revisi UU Pers dan Penyelamatan Media

Amin-Suciady-Owrite
Last updated: Februari 22, 2026 9:19 am
Amin Suciady - Redaktur Pelaksana
Share
Pendiri FWK Hendry CH (kanan) Bangun dan Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane (kiri). (Dokumen Istimewa)
Pendiri FWK Hendry CH (kanan) Bangun dan Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane (kiri). (Dokumen Istimewa)
SHARE

Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menegaskan bahwa 9 Februari harus tetap diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN).

Menurut FWK, penetapan tanggal tersebut berlandaskan sejarah perjuangan pers nasional, bukan semata-mata bertepatan dengan hari lahir organisasi tertentu.

Salah satu pendiri FWK, Hendry CH Bangun, mengatakan perbedaan pandangan terkait HPN—termasuk gugatan yang diajukan sejumlah pihak seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)—merupakan hal yang sah dalam sistem demokrasi. Namun, ia menekankan bahwa sejarah 9 Februari 1946 tidak bisa diabaikan.

Menurut Hendry, pada tanggal tersebut sekitar 120 wartawan dari berbagai daerah berkongres di Solo dan menyatakan sikap bersatu mendukung kedaulatan Republik Indonesia.

Saat itu, Indonesia menghadapi ancaman penjajahan kembali oleh Belanda, sementara eksistensi republik tengah diperdebatkan di forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di masa kritis itu, media seperti Kedaulatan Rakyat, Harian Merdeka, dan RRI berperan besar menyuarakan bahwa Indonesia masih ada dan berdaulat. Itulah dasar sejarah 9 Februari,”

ujar Hendry di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Pascareformasi dan lahirnya Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, sambungnya, pers Indonesia memasuki era kebebasan berserikat. Organisasi wartawan dan perusahaan pers tumbuh beragam, dan PWI tidak lagi menjadi organisasi tunggal.

FWK berpandangan, seluruh organisasi pers—baik yang menjadi konstituen Dewan Pers maupun di luar itu—perlu bersatu menghadapi tantangan bersama, mulai dari tekanan ekonomi media, perubahan pola konsumsi informasi, hingga pergeseran perilaku pasar.

Dalam konteks ini, FWK meminta Dewan Pers lebih peka terhadap kondisi riil media, kesejahteraan wartawan, serta keselamatan jurnalis.

Dalam diskusi yang sama, Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane menilai sudah saatnya dilakukan amandemen terhadap UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ia menilai, regulasi tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab perkembangan zaman, khususnya terkait perlindungan hukum bagi wartawan.

Raja merujuk Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025, hasil uji materi yang diajukan Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum), yang menyatakan Pasal 8 UU Pers belum mengatur perlindungan wartawan secara lengkap.

Selain soal regulasi, FWK juga mendesak pemerintah untuk bertindak cepat menyikapi gelombang penutupan perusahaan pers. Media arus utama dinilai semakin tertinggal dari media sosial dan platform digital, baik dari sisi kecepatan maupun jangkauan.

Jika situasi ini tidak ditangani secara serius dan kolaboratif, ruang publik berisiko dipenuhi informasi bias dan narasi yang didorong kepentingan global,”

ujarnya.

Sebagai solusi, FWK mengusulkan pembentukan Gugus Tugas Penyelamatan Media Massa yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, dengan melibatkan unsur media, wartawan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Tag:aliansi jurnalis independenForum Wartawan KebangsaanHari Pers NasionalHendry CH BangunIkatan Jurnalis Televisi IndonesiapwiRilis
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
1
Usia 41 Tahun Tak Menghalangi! Ronaldo Ukir Rekor Belum Pernah Terjadi di Piala Dunia
By Hadi Febriansyah
Selebrasi ikonik Cristiano Ronaldo
2
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
3
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
4
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Mahasiswa pengunjuk rasa memadati Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Nasional

Skandal Duit Demo Rp20 Juta BEM UBK: Polda Metro Minta Kejelasan Identitas ‘Penyuap’

Pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Muhammad Abdimaludin memicu…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
17 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
Nasional

Prabowo Murka Lagi Bahas Korupsi: Kekayaan Negara Terlalu Banyak yang Hilang

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada ruang bagi praktik korupsi di…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
27 menit lalu
Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026.
Nasional

2 Peserta SPPI Meningggal saat Latihan Militer, Pakar: Koperasi Butuh Manajer, Bukan Disiplin Barak

Insiden dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
47 menit lalu
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK

Harga gas industri yang terus meroket mulai menimbulkan ancaman pemutusan hubungan kerja…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up