Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 26 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Dampak Perang AS–Iran ke Indonesia: Ancaman Harga Minyak, Inflasi, hingga Ujian Politik Bebas Aktif
Nasional

Dampak Perang AS–Iran ke Indonesia: Ancaman Harga Minyak, Inflasi, hingga Ujian Politik Bebas Aktif

iren natania longdongIvan OWRITE
Last updated: Maret 11, 2026 9:33 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Gambar ilustrasi konflik Iran vs Amerika (Dokumen istimewa)
SHARE

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak hanya berpotensi mengguncang stabilitas keamanan global, tetapi juga membawa konsekuensi ekonomi dan politik bagi banyak negara, termasuk Indonesia.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai dampak konflik akan terasa melalui sektor energi dan perdagangan global.

Gangguan pada jalur distribusi minyak dunia, yakni Selat Hormuz yang diancam bakal ditutup dapat memicu kenaikan harga energi yang berimbas pada ekonomi domestik.

Ya jelas itu berkaitan dengan energi dan perdagangan energi karena harga minyak sekarang udah melonjak. Perdagangan karena disrupsi terhadap kapal-kapal tanker yang mengangkut barang ke berbagai negara,”

kata Hikmahanto pada Owrite, Rabu 11 Maret 2026.

Selain itu, menurut Hikmahanto, kondisi tersebut dapat memicu efek berantai terhadap perekonomian nasional.

Pelambatan perekonomian dunia berakibat pada pelambatan perekonomian nasional, kemudian juga harga minyak mahal, disrupsi terhadap kapal-kapal yang mengangkut barang sehingga biaya impor akan lebih juga mahal dan ini akan memicu inflasi di dalam negeri,”

ujar dia.

Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak dunia.

Ketegangan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu distribusi energi global dan mendorong lonjakan harga minyak.

Pandangan serupa disampaikan peneliti Departemen Hubungan Internasional di Center for Strategic and International Studies (CSIS), Waffaa Kharisma.

Ia menilai konflik di Timur Tengah akan memberikan dampak langsung melalui sektor energi dan rantai pasok global.

Yang global adalah dampaknya, dampaknya karena minyak ya, karena Selat Hormuz, dan juga LNG, gas, dan lain-lain yang pastinya akan menjalar lewat inflasi, lewat naiknya harga, lewat mahalnya harga komoditas-komoditas penting,”

ungkap Waffaa ketika dihubungi.

Selain dampak ekonomi, konflik ini juga dinilai menjadi ujian bagi posisi diplomasi Indonesia di tengah rivalitas kekuatan besar dunia.

Waffaa mengatakan dunia saat ini semakin tidak pasti, terutama ketika kekuatan besar memiliki kemampuan militer yang jauh lebih dominan.

Implikasi untuk Indonesia banyak wajahnya. Salah satunya adalah seperti erosi normal, kita berada di dunia yang sangat tidak pasti yang kalau postur negara Anda agresif, kalau pernyataan pemimpin-pemimpin negara Anda tidak friendly kepada great power, kepada superpower Amerika Serikat dan Anda punya rekam jejak yang tidak baik, ya kedaulatan Anda gak ada harganya karena ya superpower-nya punya kemampuan hebat untuk melakukan decapitation strike,”

jelasnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan adanya erosi terhadap norma hukum internasional yang selama ini diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di sisi lain, konflik ini juga menjadi ujian bagi implementasi politik luar negeri Indonesia yang dikenal dengan prinsip bebas aktif (non block).

Waffaa menilai situasi global yang semakin terpolarisasi membuat ruang gerak diplomasi negara-negara menengah semakin sempit.

Untuk bebas aktif harus seperti apa ya, saya pikir ini tes bagi Indonesia apakah kita masih bebas aktif, apakah dunia saat ini membatasi ruang gerak kita sehingga kita tidak bisa protes kepada agresor, tidak bisa mengkritik agresor dan juga tidak bisa mengkritik misalnya ketika Iran eskalasinya terlalu cepat dan terlalu berlebihan,”

ujar dia.

Ia menambahkan bahwa posisi Indonesia menjadi dilematis ketika harus menyikapi konflik yang melibatkan banyak aktor besar.

Dan akan sangat sulit sekali untuk mengkritik satu tapi tidak mengkritik yang lain, itu dilemanya ya, tes dari bebas aktif kita apakah kita hanya akan diam saja, akan jadi penonton atau apakah kita berani lewat koalisi negara-negara yang sepemikiran. Misalnya negara-negara kawasan menyorakan untuk tidak ada lagi agresi-agresi militer sepihak,”

tutur Waffaa.

Selain itu, dampak konflik juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga energi dan biaya transportasi.

Kerugiannya sangat besar untuk banyak pihak, termasuk kita dan termasuk pada kehidupan sehari-hari kita. Ini mungkin harga minyak, harga bensin akan naik, cuma gara-gara Trump dan Netanyahu punya firasat harga transportasi akan naik juga mungkin,”

ujar dia.
Tag:Amerika SerikatDampak PeranginflasiiranPolitik Bebas Aktif
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Heboh Isu Keponakan Prabowo Budi Djiwandono ‘Awasi’ Gibran, Gerindra Akhirnya Buka Suara
By Rika Pangesti
Ketua DPP Gerindra sekaligus Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Bambang Haryadi.
1
Gerindra Bela Gibran soal Isu Danai Demo Mahasiswa UBK: Jangan Adu Domba Presiden dan Wapres
By Rika Pangesti
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryadi
2
Pasokan Batu Bara PLN Habis Bulan Juni, Bahlil: Ilmu Abuleke Apalagi ini?
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
3
Korban Bertambah! Calon Manajer Kopdes-KNPM Meninggal saat Latihan Militer, Total 3 Nyawa Melayang
By Rahmat Baihaqi
Seleksi Manajer Koperasi Desa di Stadion
4
Tak Tinggal Diam, Bahlil Gandeng Kejagung Telusuri Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
5

BERITA LAINNYA

Koalisi Masyarakat Sipil merespons soal revisi UU HAM, 25 Juni 2026 di kantor YLBHI, Jakarta Pusat.
Nasional

Koalisi Sipil Soroti RUU HAM, Perlindungan Masyarakat Adat Dinilai Masih Lemah

Koalisi masyarakat sipil melontarkan kritik terhadap draf Revisi Undang-Undang Hak Asasi Manusia…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Koalisi Masyarakat Sipil merepons perihal revisi UU HAM, 25 Juni 2026, di YLBHI, Jakarta Pusat.
Nasional

Draf Revisi UU HAM: Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Terancam ‘Dimakamkan’

Koalisi masyarakat sipil menilai draf revisi Undang-Undang Hak Asasi Manusia (UU HAM)…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
8 jam lalu
Koalisi Masyarakat Sipil merespons soal revisi UU HAM, 25 Juni 2026 di kantor YLBHI, Jakarta Pusat.
Nasional

Revisi UU HAM Rasa Otoriter: Koalisi Sipil Tuntut Pemerintah Stop Proses Legislasi Elitis

45 organisasi masyarakat sipil menyatakan penolakan terhadap draf Revisi Undang-Undang Hak Asasi…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
8 jam lalu
Ilustrasi aktivitas masyarakat terganggung karena adanya pemadaman listrik.
Nasional

Ancaman Blackout Ada, DPR Ingatkan Defisit 2,6 Juta Ton Batu Bara Tak Dianggap Remeh

Ancaman pemadaman listrik massal (blackout) disebut masih bisa terulang apabila pasokan batu…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up