Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 17 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Alarm Kesehatan, DPR Soroti Kematian Akibat Campak di Indonesia
Nasional

Alarm Kesehatan, DPR Soroti Kematian Akibat Campak di Indonesia

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: April 2, 2026 10:47 am
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Ketua DPR Puan Maharani
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-15 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc)
SHARE

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti masih tingginya kasus campak di Indonesia yang bahkan menyebabkan kematian, baik pada balita maupun orang dewasa.

Daftar isi Konten
  • Tenaga Kesehatan Juga Jadi Korban
  • Tren Menurun, Tapi Risiko Masih Ada
  • Perlu Penguatan Sistem Pencegahan

Menurut Puan kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya dalam mengevaluasi pelaksanaan program imunisasi nasional.

Kasus kematian akibat campak sejak awal tahun ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Ini juga menjadi kabar duka bagi layanan kesehatan Indonesia,”

kata Puan dalam keterangannya Rabu 1 April 2026.

Meski Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat adanya penurunan kasus campak, data nasional menunjukkan bahwa hingga tahun 2026 terdapat 10 kasus kematian akibat penyakit ini. Mayoritas korban diketahui adalah balita yang belum mendapatkan imunisasi campak.

Tenaga Kesehatan Juga Jadi Korban

Salah satu kasus yang menyita perhatian adalah meninggalnya seorang dokter internsip berinisial AMW (25) di Kabupaten Cianjur pada 26 Maret 2026.

Dokter tersebut diduga tertular saat menangani pasien campak dan tetap menjalankan tugas meski sudah menunjukkan gejala. Ia meninggal akibat komplikasi serius pada jantung dan otak.

Puan menegaskan bahwa rangkaian kasus kematian ini harus menjadi pengingat penting bahwa perlindungan kesehatan dasar tidak boleh memiliki celah.

Terutama pada program imunisasi yang selama ini menjadi fondasi pencegahan penyakit menular,”

ujarnya.

Tren Menurun, Tapi Risiko Masih Ada

Data menunjukkan bahwa kasus suspek dan terkonfirmasi campak mengalami penurunan signifikan hingga 93 persen pada pekan ke-12 tahun 2026 dibanding awal tahun.

Namun, pengawasan epidemiologi tetap dilakukan secara ketat karena kasus masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Di Provinsi Jawa Tengah, ribuan kasus campak masih tercatat. Bahkan, tiga daerah telah berstatus kejadian luar biasa (KLB), yakni Kabupaten Klaten, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Pati.

Walaupun ada tren penurunan, fakta di lapangan menunjukkan kasus campak masih muncul. Ini harus menjadi pengingat pentingnya vaksinasi pada anak,”

ujar Puan.

Puan menegaskan bahwa campak merupakan penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius hingga kematian.

Menurutnya, munculnya kembali korban jiwa menunjukkan bahwa tantangan kesehatan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi.

Setiap kematian yang sebenarnya dapat dicegah harus menjadi bahan evaluasi serius. Negara tidak boleh membiarkan perlindungan kesehatan dasar melemah hanya karena informasi yang salah lebih cepat dipercaya dibanding penjelasan ilmiah,”

tegasnya.

Perlu Penguatan Sistem Pencegahan

Puan menilai penanganan kasus campak tidak cukup hanya dengan respons medis jangka pendek. Diperlukan penguatan sistem pencegahan secara menyeluruh.

Ia meminta pemerintah memastikan cakupan imunisasi menjangkau wilayah terpencil, serta memperkuat edukasi kesehatan berbasis komunitas.

Selain anak-anak, Puan juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi kelompok dewasa muda, terutama tenaga kesehatan dan pekerja di lingkungan berisiko tinggi.

Perlu juga perhatian terhadap kelompok dewasa muda setelah adanya korban dari kalangan tenaga kesehatan. Perlindungan imunisasi harus dilihat lebih luas,”

jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Puan menekankan bahwa penguatan sistem kesehatan harus diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat.

Negara perlu hadir hingga tingkat komunitas agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, merasa dilibatkan, dan percaya bahwa setiap kebijakan kesehatan dijalankan untuk melindungi hak hidup seluruh warga negara,”

pungkasnya.

Tag:CampakDPRImunisasiKemenkesKesehatanPencegahanPuan Maharani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Tangis Inggris Pecah! Argentina Menang Dramatis 2-1 dan Tantang Spanyol di Final
By Hadi Febriansyah
Pemain Timnas Argentina melakukan comeback di menit akhir dengan mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
1
PDIP Curiga Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Jawaban Menkop Bikin Kaget
By Natania Longdong
Menteri Koperasi Fery Juliantono saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR.
2
Prabowo Beri Ultimatum 1 Bulan ke BGN, MBG Wajib Berbenah dan Harus Tepat Sasaran
By Rika Pangesti
Petugas di SPPG saat menyiapkan menu MBG. (Sumber: Dok. BGN)
3
Tiga Sprindik Versi Kejagung, Eks Jampidsus Febrie Belum Lepas dari Status Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka baru kasus korupsi MBG di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
4
Mutasi Ratusan Pejabat Kementerian PU, Dody: Masa 38 Ribu Pegawai Enggak Boleh Dimutasi?
By Natania Longdong
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR
5

BERITA LAINNYA

Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Nasional

Skema Kopdes Merah Putih Disarankan Dievaluasi, Jangan Cuma Kejar Jumlah

The Indonesian Institute (TII) menilai implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
8 jam lalu
Pertemuan Komisi XII DPR dan Pertamina Patra Niaga, 16 Juli 2026, di gedung DPR.
Nasional

Pertamina Buka Suara soal Sopir Truk Minyak Dipecat Lalu Digantikan TNI

Isu viral soal sopir truk tangki Pertamina yang dipecat lalu digantikan personel…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
8 jam lalu
Koperasi Desa Merah Putih
Nasional

Kopdes Merah Putih Berpotensi jadi Proyek Kekuasaan, Desa Bisa Terjebak Beban Fiskal

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur, mengkritik pelaksanaan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
8 jam lalu
Ilustrasi Pengadilan Agama Cibinong
Nasional

Perceraian di Indonesia Tembus 438 Ribu Kasus pada 2025, Pakar Ungkap Penyebabnya

Angka perceraian di Indonesia kembali meningkat sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up