Rencana pembangunan transportasi massal berbasis rel seperti Mass Rapid Transit (MRT) di Bali hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek yang diharapkan dapat mengatasi kemacetan di kawasan wisata ini masih dalam tahap penantian.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada minat dari investor untuk menggarap proyek ini.
Namun, hingga saat ini belum ada pihak yang kembali melanjutkan pembicaraan.
Sebelum ini saya mendapatkan bahwa ada minat, namun sampai dengan sekarang ini belum ada investor lagi yang datang atau mau membicarakan kembali mengenai pengembangan kereta,”
kata Dudy dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu 8 April 2026.
Kemenhub Terus Tawarkan Proyek ke Swasta
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tetap berupaya menarik minat investor swasta untuk melanjutkan proyek MRT maupun Light Rail Transit (LRT) di Bali.
Langkah ini dianggap penting agar pembangunan infrastruktur transportasi modern dapat segera terealisasi.
Sambil menunggu kepastian investor, Kemenhub menginisiasi solusi alternatif berupa water taxi di wilayah Denpasar. Transportasi ini diharapkan menjadi penghubung sementara untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Jadi kami tetap berusaha untuk mencoba menawarkan kepada pihak-pihak investor yang tertarik kepada pengembangan jalur kereta baik itu MRT maupun LRT di wilayah Bali. Itu sebabnya kami datang dengan salah satu solusi alternatif water taxi untuk menjembatani antara waktu yang ada dengan investor yang akan masuk,”
ujarnya.
Proyek transportasi berbasis rel di Bali pertama kali mencuat pada 2024 dengan konsep Light Rail Transit (LRT).
Bahkan, groundbreaking proyek tersebut sempat dilakukan pada September 2024 oleh PT Sarana Bali Dwipa Jaya bersama PT Bumi Indah Prima.
Namun, setelah itu perkembangan proyek tidak lagi terdengar. Dalam perjalanannya, konsep proyek kemudian berubah menjadi MRT.
Dengan berbagai evaluasi yang dilakukan, proyek MRT Bali diharapkan dapat segera menemukan investor yang tepat dan masuk ke tahap pembangunan nyata.
Kehadiran transportasi massal modern dinilai sangat penting untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan mengurai kemacetan di Pulau Dewata.



