Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 12 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / TNI Kawal Demo Mahasiswa, Amnesty: Aspirasi Rakyat Jangan Dijawab dengan Barisan Tameng
Nasional

TNI Kawal Demo Mahasiswa, Amnesty: Aspirasi Rakyat Jangan Dijawab dengan Barisan Tameng

iren natania longdongHardani Triyoga
Last updated: Juni 12, 2026 5:21 pm
Natania Longdong
Hardani Triyoga
Share
Aksi mahasiswa 'Menuju Indonesia Bangkrut' yang hendak menuju Bundaran HI, Jakarta.
Aksi mahasiswa 'Menuju Indonesia Bangkrut' yang hendak menuju Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Rahmat Tunny).
SHARE

Amnesty International Indonesia mengkritisi pengerahan TNI dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa, Jumat, 12 Juni 2026. Padahal, tuntutan mahasiswa sebagai keresahan rakyat imbas sejumlah kebijakan pemerintah.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyampaikan mahasiswa yang bergerak turun ke jalan berasal dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek.

Mereka bawa sejumlah tuntutan kritis yang selama ini jadi keresahan rakyat. Mulai dari evaluasi alokasi APBN, penurunan harga kebutuhan pokok, penghentian program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, penolakan militerisme sipil, hingga desakan agar presiden terbuka terhadap kritik publik,”

kata Usman, dalam keterangan resmi, Jumat, 12 Juni 2026.

Usman mengatakan kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai adalah hak yang dijamin oleh konstitusi dan instrumen Hak Asasi Manusia (HAM) internasional. Namun, respons negara dengan mengerahkan ribuan personel gabungan Polri dan TNI memunculkan kekhawatiran akan potensi penggunaan kekuatan berlebihan.

Kami mendesak penarikan pasukan militer dalam menangani unjuk rasa. Kami mendesak polisi untuk persuasif dan tidak represif. Negara wajib dengarkan aspirasi mereka dengan mengoreksi kebijakan,”

jelas Usman.
Baca juga:
Polda Metro Gagalkan Dugaan Teror di Demo Mahasiswa, Dua Pembawa… Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan dugaan penyusupan yang berpotensi memicu kericuhan dan…
Tertahan Menuju Bundaran HI, Ribuan Mahasiswa Terlibat Aksi Saling Dorong… Aksi demonstrasi mahasiswa bertajuk 'Menuju Indonesia Bangkrut' di kawasan Jalan MH Thamrin,…
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Tengah Demo Mahasiswa, Ini… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah serentak menguat pada…
  • Polda Metro Gagalkan Dugaan Teror di Demo Mahasiswa, Dua Pembawa Molotov Ditangkap
  • Tertahan Menuju Bundaran HI, Ribuan Mahasiswa Terlibat Aksi Saling Dorong dengan Aparat
  • IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Tengah Demo Mahasiswa, Ini Pendorongnya

Selain itu, dia menuturkan pengerahan aparat kepolisian dan militer dalam jumlah masif di ruang publik sering kali menciptakan efek intimidasi terhadap warga sipil yang sedang menggunakan hak konstitusionalnya.

Pun, ia menambahkan pelibatan unsur TNI dalam penanganan aksi protes sipil juga problematis.

Karena mereka dilatih untuk melawan musuh, bukan untuk pengendalian massa. Jadi, keberadaan personel TNI dalam pengamanan demonstrasi tidaklah sesuai dengan tugas dan fungsi TNI, yaitu mengurusi pertahanan negara dari ancaman musuh,”

ujar Usman.

Selain itu, Usman mengatakan peserta aksi bukanlah musuh. Tapi, warga negara yang memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi mereka secara damai melalui demonstrasi.

Dia mengingatkan tugas negara memberikan ruang yang aman bagi setiap orang yang akan melakukan demonstrasi. Selain itu, mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

Tertahan Menuju Bundaran HI, Ribuan Mahasiswa Terlibat Aksi Saling Dorong dengan Aparat

Lebih lanjut, Usman mengatakan pemerintah tak boleh menutup mata terhadap memori kelam tragedi Agustus 2025.

Pada saat itu, penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat keamanan berujung pada penangkapan massal, kriminalisasi aktivis, hingga jatuhnya korban luka dan jiwa di pihak warga sipil, yang pada akhirnya menyulut kekerasan lanjutan,”

jelasnya.

Selain itu, tragedi Agustus 2025 dinilai Amnesty Internasional adalah bentuk pelanggaran HAM yang tak boleh terulang. Aparat keamanan juga wajib tunduk pada Prinsip Dasar PBB tentang Penggunaan Kekuatan dan Senjata Api, yang mengharuskan setiap tindakan bersifat proporsional, legal, dan merupakan jalan terakhir.

Usman mengatakan demonstrasi mahasiswa bukanlah ancaman terhadap keamanan negara yang harus dihadapi dengan unjuk kekuatan aparat. Maka itu, aparat keamanan harus melindungi kebebasan berpendapat, dan memastikan keselamatan setiap demonstran.

Pun, ia menuturkan presiden dan para pejabatnya mesti mendengarkan dan menindak lanjuti tuntutan yang disuarakan mahasiswa.

Negara harus mampu merespons kritik dan tuntutan-tuntutan kritis warga negara dengan telinga yang terbuka. Bukan dengan barisan tameng pentungan. Apalagi dengan senjata api,”

kata Usman.
Baca juga:
BEM UI: Gerakan Kami Bukan untuk Menjatuhkan tapi Menyelamatkan Bangsa… Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Imawan menyampaikan tujuan…
Massa Aksi Mahasiswa Ditahan 'Cendol' dan 'Cokelat' Saat Menuju Bundaran… Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas ditahan oleh barikade TNI dan Polri…
'Mahasiswa Bukan Lawan' Pesan Kapolda Metro Saat Ribuan Aparat Kawal… Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri memerintahkan jajarannya agar tak…
  • BEM UI: Gerakan Kami Bukan untuk Menjatuhkan tapi Menyelamatkan Bangsa Ini!
  • Massa Aksi Mahasiswa Ditahan 'Cendol' dan 'Cokelat' Saat Menuju Bundaran HI
  • 'Mahasiswa Bukan Lawan' Pesan Kapolda Metro Saat Ribuan Aparat Kawal Demonstrasi

Sebagai informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa perguruan tinggi se-Jabodetabek hari ini turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa. Aksi mereka terhalang aparat TNI-Polri yang menghadang sebelum menuju Bundaran HI.

Para mahasiswa menyuarakan setidaknya lima tuntutan yaitu menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG); menghentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil; serta mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.

Merespons aksi demo di Jakarta hari ini, Polda Metro Jaya bersama unsur TNI mengerahkan lebih dari 4 ribu personel gabungan. Pengerahan aparat itu untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan dengan aman dan tertib.

Tag:Amnesty InternasionalBEMDemodemonstrasiTNI
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
1
Gak Cuma Tegur Pemda, Kemendagri Siapkan Insentif Rp3 Miliar bagi Daerah Berprestasi
By Rika Pangesti
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana wilayah Sumatera Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri) sebelum rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/6/2026).
2
Viral! Candaan Prabowo soal Dipanggil Yang Maha Kuasa dan Tetap Monitor HIPMI Bikin Netizen Heboh
By Syifa Fauziah
Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
3
Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0, Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah
By Hadi Febriansyah
Pertandingan antara Mexico melawan Afrika Selatan (Foto: FIFA)
4
Target Gila-gilaan Rp8 Triliun Jakarta Fair 2026, Emang Boleh Seniat Ini In This Economy?
By Ani Ratnasari
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kedua kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kedua kanan), Direktur PT Jakarta International Expo (JIExpo) Karuna Murdaya (kiri) dan Direktur Utama JIExpo Hartati Murdaya (kanan) memukul gamelan kenong saat pembukaan Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Asisten Deputi Koordinasi Otonomi Khusus Kemenko Polkam, Ruly Chandrayadi
Nasional

Otsus Papua Tersendat, Sebagian Besar Amanat Regulasi Masih Menggantung

Lima tahun setelah revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 jam lalu
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Imawan
Nasional

BEM UI: Gerakan Kami Bukan untuk Menjatuhkan tapi Menyelamatkan Bangsa Ini!

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Imawan menyampaikan tujuan…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Yatalathof Imawan.
Nasional

Ribuan Mahasiswa dan Ojol Tertahan di Depan Thamrin Nine, Akses ke Bundaran HI Masih Ditutup Polisi

Aksi mahasiswa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 12…

Syifa FauziahRahmat Tunny OWRITE
By
Syifa Fauziah
Rahmat Tunny
3 jam lalu
Raffi Ahmad
Nasional

Raffi Ahmad Buka Suara Usai Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo, Sempat Curhat ke Teddy dan Dasco

Utusan Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, mengaku…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteSyifa Fauziah
By
Rahmat Baihaqi
Syifa Fauziah
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up