Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 31 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / TNI Kawal Demo Mahasiswa, Amnesty: Aspirasi Rakyat Jangan Dijawab dengan Barisan Tameng
Nasional

TNI Kawal Demo Mahasiswa, Amnesty: Aspirasi Rakyat Jangan Dijawab dengan Barisan Tameng

iren natania longdongHardani Triyoga
Last updated: Juni 12, 2026 5:21 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Aksi mahasiswa 'Menuju Indonesia Bangkrut' yang hendak menuju Bundaran HI, Jakarta.
Aksi mahasiswa 'Menuju Indonesia Bangkrut' yang hendak menuju Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Rahmat Tunny).
SHARE

Amnesty International Indonesia mengkritisi pengerahan TNI dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa, Jumat, 12 Juni 2026. Padahal, tuntutan mahasiswa sebagai keresahan rakyat imbas sejumlah kebijakan pemerintah.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyampaikan mahasiswa yang bergerak turun ke jalan berasal dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek.

Mereka bawa sejumlah tuntutan kritis yang selama ini jadi keresahan rakyat. Mulai dari evaluasi alokasi APBN, penurunan harga kebutuhan pokok, penghentian program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, penolakan militerisme sipil, hingga desakan agar presiden terbuka terhadap kritik publik,”

kata Usman, dalam keterangan resmi, Jumat, 12 Juni 2026.

Usman mengatakan kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai adalah hak yang dijamin oleh konstitusi dan instrumen Hak Asasi Manusia (HAM) internasional. Namun, respons negara dengan mengerahkan ribuan personel gabungan Polri dan TNI memunculkan kekhawatiran akan potensi penggunaan kekuatan berlebihan.

Kami mendesak penarikan pasukan militer dalam menangani unjuk rasa. Kami mendesak polisi untuk persuasif dan tidak represif. Negara wajib dengarkan aspirasi mereka dengan mengoreksi kebijakan,”

jelas Usman.
Baca juga:
Viral Mal di Jakarta Bangun Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya:… Sejumlah pengelola mal dan perkantoran di Jakarta mendadak memasang pagar untuk mengantisipasi…
Prabowo Minta Aparat Jangan Cuma Bersolek di Balik Meja: Jangan… Presiden Prabowo Subianto menyindir elite aparat yang enggan turun langsung ke lapangan…
Prabowo Targetkan Gunung Sampah Hilang Akhir 2027, Kepala Daerah Diminta… Presiden Prabowo Subianto menargetkan persoalan sampah di Indonesia tuntas paling lambat pada…
  • Viral Mal di Jakarta Bangun Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya: Situasi Masih…
  • Prabowo Minta Aparat Jangan Cuma Bersolek di Balik Meja: Jangan Jadi 'Jenderal…
  • Prabowo Targetkan Gunung Sampah Hilang Akhir 2027, Kepala Daerah Diminta Turun Tangan

Selain itu, dia menuturkan pengerahan aparat kepolisian dan militer dalam jumlah masif di ruang publik sering kali menciptakan efek intimidasi terhadap warga sipil yang sedang menggunakan hak konstitusionalnya.

Pun, ia menambahkan pelibatan unsur TNI dalam penanganan aksi protes sipil juga problematis.

Karena mereka dilatih untuk melawan musuh, bukan untuk pengendalian massa. Jadi, keberadaan personel TNI dalam pengamanan demonstrasi tidaklah sesuai dengan tugas dan fungsi TNI, yaitu mengurusi pertahanan negara dari ancaman musuh,”

ujar Usman.

Selain itu, Usman mengatakan peserta aksi bukanlah musuh. Tapi, warga negara yang memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi mereka secara damai melalui demonstrasi.

Dia mengingatkan tugas negara memberikan ruang yang aman bagi setiap orang yang akan melakukan demonstrasi. Selain itu, mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

Tertahan Menuju Bundaran HI, Ribuan Mahasiswa Terlibat Aksi Saling Dorong dengan Aparat

Lebih lanjut, Usman mengatakan pemerintah tak boleh menutup mata terhadap memori kelam tragedi Agustus 2025.

Pada saat itu, penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat keamanan berujung pada penangkapan massal, kriminalisasi aktivis, hingga jatuhnya korban luka dan jiwa di pihak warga sipil, yang pada akhirnya menyulut kekerasan lanjutan,”

jelasnya.

Selain itu, tragedi Agustus 2025 dinilai Amnesty Internasional adalah bentuk pelanggaran HAM yang tak boleh terulang. Aparat keamanan juga wajib tunduk pada Prinsip Dasar PBB tentang Penggunaan Kekuatan dan Senjata Api, yang mengharuskan setiap tindakan bersifat proporsional, legal, dan merupakan jalan terakhir.

Usman mengatakan demonstrasi mahasiswa bukanlah ancaman terhadap keamanan negara yang harus dihadapi dengan unjuk kekuatan aparat. Maka itu, aparat keamanan harus melindungi kebebasan berpendapat, dan memastikan keselamatan setiap demonstran.

Pun, ia menuturkan presiden dan para pejabatnya mesti mendengarkan dan menindak lanjuti tuntutan yang disuarakan mahasiswa.

Negara harus mampu merespons kritik dan tuntutan-tuntutan kritis warga negara dengan telinga yang terbuka. Bukan dengan barisan tameng pentungan. Apalagi dengan senjata api,”

kata Usman.
Baca juga:
YLBHI Tolak Babinsa Urus Pajak: Rawan Korupsi dan Bikin "Alat… Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur berpendapat pelibatan Babinsa…
Dua Warga Tewas Akibat Main Hakim Sendiri, PDIP: Polisi-TNI Sibuk… Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menyoroti dua kasus dugaan aksi…
Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan… Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan rumor demonstrasi besar-besaran pada…
  • YLBHI Tolak Babinsa Urus Pajak: Rawan Korupsi dan Bikin "Alat Peras" Baru
  • Dua Warga Tewas Akibat Main Hakim Sendiri, PDIP: Polisi-TNI Sibuk Urus Dapur…
  • Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi…

Sebagai informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa perguruan tinggi se-Jabodetabek hari ini turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa. Aksi mereka terhalang aparat TNI-Polri yang menghadang sebelum menuju Bundaran HI.

Para mahasiswa menyuarakan setidaknya lima tuntutan yaitu menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG); menghentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil; serta mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.

Merespons aksi demo di Jakarta hari ini, Polda Metro Jaya bersama unsur TNI mengerahkan lebih dari 4 ribu personel gabungan. Pengerahan aparat itu untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan dengan aman dan tertib.

Tag:Amnesty InternasionalBEMDemodemonstrasiTNI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Lima Rekomendasi Sepatu Brand Lokal yang Cocok untuk Berdiri Lama di KRL
By Ani Ratnasari
Ilustrasi sepatu yang biasa digunakan saat beraktivitas
1
Deddy Sitorus Bantah Hina ‘Wartawan Sirkus’ saat Rapat di DPR: Saya Berharap Dapat Diluruskan
By Rika Pangesti
Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus
2
Gibran Tak Perlu Disandingkan dengan Dedi Mulyadi, Selisih Elektabilitas Terlalu Jauh
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming
3
Nama-nama Ini Muncul! Kejagung Bongkar 7 Perusahaan Terkait Pengondisian Kasus Besar
By Rahmat Baihaqi
Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan Rudi Margono.
4
6 Hakim Dilaporkan ke KY, Diduga Putus Perkara Pakai UU yang Dianulir MK
By Rahmat Baihaqi
Gedung Komisi Yudisial
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi BUMN jadi "Sapi Perah" jelang pemilu.
Nasional

Rangkap Jabatan Wamen Kembali Disorot: TII Ingatkan BUMN Jangan Jadi “Sapi Perah” Pemilu 2029

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII) Adinda Tenriangke Muchtar mengingatkan agar Badan…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
52 menit lalu
Warga berjalan di dasar Telaga Kedung Giriwungu yang mengering di Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (28/7/2026).
Nasional

Menjinakkan Haus Bumi: Langkah BMKG Hadapi Potensi Kekeringan El Nino

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan antisipasi untuk menghadapi potensi El…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
4 jam lalu
Ilustrasi perundungan siswa MAN 3 Padang.
Nasional

Tragedi Bom Siswa MAN 3 Padang: Psikolog Desak Sekolah Terapkan Zero Tolerance Bullying

Psikolog Meity Arianty meminta pihak sekolah bertindak cepat menangani perundungan (bullying) sebelum…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
5 jam lalu
Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin
Nasional

Respons Keluhan APKASI Soal DBH Tak Adil, DPR Minta Kemendagri Tak Lagi Jadi Penonton

Keluhan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) terkait mekanisme Dana Bagi Hasil…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up