Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part II) Harga BBM Stabil Bukan untuk Rakyat, Tapi Pencitraan Stabilitas Politik Agar Tak Ambruk
Nasional

(Part II) Harga BBM Stabil Bukan untuk Rakyat, Tapi Pencitraan Stabilitas Politik Agar Tak Ambruk

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 14, 2026 11:58 am
Natania Longdong
Amin Suciady
Share
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/4/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah melalui surat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sejak awal April 2026 telah menetapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan biosolar maksimal 50 liter per hari yang berlaku hingga akhir Mei 2026.
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/4/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah melalui surat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sejak awal April 2026 telah menetapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan biosolar maksimal 50 liter per hari yang berlaku hingga akhir Mei 2026. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nym)
SHARE

Beban Uang Negara

Kritik lainnya pun disampaikan oleh Peneliti Center for Economic and Law Studies (Celios) Galau D. Muhammad, yang menilai bahwa tidak adanya kenaikan BBM akan menyimpan persoalan struktural yang berpotensi membebani keuangan negara dalam jangka panjang. 

Daftar isi Konten
  • Beban Uang Negara
  • Subsidi Membengkak
  • Bergantung Pada Impor

Celios menekankan langkah terburu-buru pemerintah memang dianggap mampu meredam gejolak jangka pendek, namun tidak disertai transparansi dan strategi komprehensif.

Dalam keterangan resminya melalui sambungan telepon dengan owrite, Galau mengungkapkan bahwa selisih antara harga jual BBM di dalam negeri dan harga keekonomian menjadi beban yang harus ditanggung oleh Pertamina. 

Selisih antara harga jual domestik dengan nilai keekonomian yang bergantung dengan harga pasar, itu kan ditanggung oleh Pertamina. Jadi kita tidak bisa tidak menghitung itu dengan beragam skenario berbasis data aktual,”

kata Galau.

Masalah lainnya, yakni pemerintah dianggap belum menyampaikan secara terbuka perhitungan tersebut kepada publik. 

Sejauh ini pemerintah belum lakukan dan belum ada transparansinya,” 

kata dia.

Kondisi tersebut juga dapat memunculkan anggapan bahwa kebijakan penahanan harga BBM lebih didorong oleh pertimbangan politis ketimbang kalkulasi ekonomi yang matang. 

Ketika disampaikan bahwa program ini minim transparansi dan cenderung sangat politis, itu valid kalau bicara komunikasi politik dan pendekatan kebijakan,”

lanjutnya.

Celios pun menegaskan, pemerintah seharusnya memiliki proyeksi jelas terkait durasi penundaan kenaikan harga BBM serta dampak fiskalnya. 

Seharusnya pemerintah sudah punya hitungan dengan penundaan dalam tempo berapa bulan, apa yang bisa kita selamatkan, dan seberapa besar yang kita hilang, potential loss,”

tegasnya.

Subsidi Membengkak

Dari sisi fiskal, kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan beban subsidi energi secara signifikan. Angkanya bahkan diproyeksikan melonjak dari Rp381 triliun menjadi Rp481 triliun.

Dengan peningkatan subsidi energi sekitar Rp100 triliun tersebut, kata Galau, harus dimitigasi dengan sangat baik.

Selain itu, Celios pun menyoroti pentingnya ketepatan pembayaran kompensasi kepada pihak PT Pertamina (Persero). 

Pembayaran kompensasinya juga harus dilakukan secara tepat waktu, supaya tekanan terhadap arus kas Pertamina bisa dimitigasi,”

beber Galau.

CELIOS menilai kondisi ini mencerminkan fenomena “quasi fiskal burden”, di mana beban negara secara tidak langsung dialihkan kepada BUMN tanpa penyelesaian akar masalah.

(Part I) Harga BBM Stabil Bukan untuk Rakyat, Tapi Pencitraan Politik Agar Tak Ambruk

Bergantung Pada Impor

Lebih jauh, CELIOS juga menyoroti dimensi geopolitik yang memperparah tekanan sektor energi nasional. Indonesia dinilai semakin bergantung pada impor energi dari Amerika Serikat, yang berpotensi meningkatkan kerentanan fiskal. 

Minyak itu akan bergeser sekitar 25% ke US, dan bahkan LPG sekarang sudah sampai 70% importasinya dialihkan ke US,”

ungkapnya.

Ketergantungan tersebut dinilai berisiko, terutama di tengah dinamika hubungan internasional. Celios menyebut posisi geopolitik Indonesia saat ini dapat berdampak pada akses terhadap jalur distribusi energi global yakni Selat Hormuz. 

Indonesia akhirnya dilihat Iran sebagai salah satu negara yang tidak netral, sehingga kita belum bisa mengakses Selat Hormuz, yang berdampak sangat serius terhadap rantai pasok, peningkatan harga, dan inflasi,”

jelasnya.

Di sisi domestik, penahanan harga BBM memang berkontribusi menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi dalam jangka pendek. Namun, Celios mengingatkan bahwa kemampuan Pertamina untuk terus menanggung beban tersebut sangat terbatas. 

Pertamina juga punya limit, punya trade-off untuk menanggung ini dalam skala jangka waktu yang panjang,”

katanya.

Selain itu, kebijakan energi pemerintah juga dinilai belum mengarah pada solusi jangka panjang. CELIOS mengkritik pendekatan RI dengan negara lain justru masih bertumpu pada impor energi dan skema blending berbasis biodiesel. 

Ini hanya menyuburkan ladang biodiesel dan menunjukkan adanya kepentingan kalangan pengusaha sawit,”

ujarnya.

Selain itu, Celios juga menyoroti momentum krisis energi, yang seharusnya dimanfaatkan untuk mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan (EBT), karena hal tersebut tidak bisa diblokade dan tidak bisa dimonopoli. Namun, hingga kini investasi pada sektor energi bersih dinilai masih minim.

Sebagai solusi, Celios mendorong pemerintah untuk melakukan realokasi anggaran dari program-program populis berbiaya besar ke sektor yang lebih mendesak. 

Kita harus mulai bicara realokasi anggaran, program populis berbiaya besar itu harus ditinjau ulang terkait urgensinya,”

katanya.

Selain itu, penguatan energi berbasis lokal juga dianggap krusial untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Pemerintah, seharusnya dapat memanfaatkan potensi panel surya, mikrohidro, angin, dan berbagai instrumen EBT di setiap daerah sebagai solusi jangka panjang.

Tanpa langkah strategis tersebut, Celios memperingatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi nasional akan semakin besar. Bahkan, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi kepercayaan investor. 

Investor akan berpikir ulang melihat adanya wacana defisit fiskal yang diperluas, ini menunjukkan stabilitas fiskal kita yang sesungguhnya rapuh,”

bebernya.

Terakhir, Celios memperingatkan bahwa tanpa reformasi kebijakan yang menyeluruh, Indonesia akan kesulitan menghadapi tekanan krisis energi global. 

Tanpa realokasi anggaran berbasis kebutuhan urgensi krisis, saya rasa kita tidak akan mampu bertahan lebih lama,”

tutupnya.
Tag:APBNBBMEditorialpencitraanPolitikPrabowo SubiantoPresidenSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
1
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
2
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid alias Gus Jazil.
Nasional

Bahas TKD 2027, Banggar DPR: Wilayah 3T Sering Disebut Tapi Tak Terpetakan 

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti penanganan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
6 jam lalu
Gedung DPR/MPR RI.
Nasional

DPR Bongkar Fakta Mengejutkan! Hanya 30 Persen Daerah di Indonesia yang Fiskalnya Kuat

Skema Transfer Keuangan ke Daerah (TKD) kembali jadi sorotan di Gedung parlemen,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
Nasional

Prabowo Sebut Ada Tambang Ilegal Beroperasi 8 Tahun, Negara ke Mana?

Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik pertambangan ilegal yang masih marak terjadi di…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
6 jam lalu
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan kesepakatan penerapan tarif komisi baru untuk layanan transportasi roda dua
Nasional

Komisi Ojol Resmi Ditekan Delapan Persen, Efektif Mulai 1 Juli 2026

Polemik potongan komisi pengemudi ojek online akhirnya menemui titik terang. Wakil Ketua…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up