Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 29 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • MBG
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dari Bintaro hingga Bekasi Timur: Rangkaian Tragedi Kereta Api yang Tak Pernah Usai
Nasional

Dari Bintaro hingga Bekasi Timur: Rangkaian Tragedi Kereta Api yang Tak Pernah Usai

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: April 29, 2026 11:55 am
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
Share
Kereta jarak jauh
Kereta jarak jauh (Foto: Instagram/@kai121_)
SHARE

Pada Senin malam, 27 April 2026, duka kembali menyelimuti jalur kereta api Indonesia. Tabrakan berantai yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menambah deretan panjang tragedi perkeretaapian Tanah Air. 

Daftar isi Konten
  • 1. Tragedi Padang Panjang 1944 – 1955
  • 2. Tragedi Bintaro 1987
  • 3. Dua Tabrakan Ratujaya 1968 dan 1993
  • 4. Tragedi Empu Jaya di Cirebon, 2001
  • 5. Tabrakan Petarukan 2010
  • 6. Tabrakan Cicalengka 2024
  • 7. Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, April 2026

Insiden yang dipicu oleh kecelakaan perlintasan sebidang di Bulak Kapal, kegagalan persinyalan, dan komunikasi yang terganggu ini menjadi pengingat pahit bahwa meskipun teknologi telah maju, rantai kesalahan manusia dan infrastruktur masih kerap menjadi biang keladi.

Kecelakaan kereta api di Indonesia bukanlah hal baru. Sejak masa pendudukan Jepang hingga saat ini, rel-rel besi Nusantara telah berkali-kali menjadi saksi bisu hilangnya ratusan nyawa.

Berikut adalah beberapa tragedi paling menakutkan yang membentuk sejarah kelam transportasi kereta api kita yang tim Owrite.id kutip dari berbagai sumber, Rabu, 28 April 2026.

1. Tragedi Padang Panjang 1944 – 1955

Jauh sebelum Tragedi Bintaro menggemparkan publik, Lembah Anai di Sumatera Barat telah menjadi arena dua petaka mengerikan di akhir masa pendudukan Jepang. 

Jalur perbukitan yang curam dan terjal ini menjadi saksi bisu salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan dalam sejarah Nusantara.

Pada 25 Desember 1944, sebuah rangkaian kereta kehilangan kendali karena rem blong. Kereta meluncur tak terkendali di jalur ekstrem dekat Singgalang Kariang (sekarang area rest area Lembah Anai), menewaskan sekitar 200 orang dan melukai 250 lainnya. 

Dan hanya tiga bulan kemudian, tepatnya 23 Maret 1945, tragedi berulang di lokasi yang hampir sama. Kali ini jembatan putus, ada beberapa yang menyebut sebagai sabotase perang. Hal ini, menambah korban yang tak kalah mengerikan.

Yang paling memilukan adalah proses pemakaman. Karena jumlah korban sangat banyak dan banyak jasad tidak utuh, para korban dari kedua kecelakaan dimakamkan dalam satu lubang massal yang sama. Korban pertama dikubur di kedalaman lima meter, sementara korban kedua ditumpuk di galian dua meter di atasnya. Hingga kini, di Kelurahan Balai-Balai, Padang Panjang Barat, sebuah tugu peringatan setinggi hampir dua meter yang menyerupai kepala lokomotif masih berdiri di kompleks pemakaman keluarga Syekh Adam BB, menjadi saksi bisu tragedi tersebut.

2. Tragedi Bintaro 1987

19 Oktober 1987 masih dianggap sebagai hari paling berdarah dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Di Bintaro, dua kereta api yaitu KA Rangkas (KA 225) adu banteng dengan KA Merak (KA 220).

Akibat benturan hebat tersebut, gerbong-gerbong ringsek, lokomotif melengkung, dan korban berjatuhan. Ada beberapa sumber menyebutkan bahwa jumlah korban tewas mencapai 139, dan ada juga yang menyebut jika jumlah korban tewas 156 jiwa, dengan ratusan lainnya luka-luka. 

Tragedi ini lahir dari kelalaian koordinasi antar petugas stasiun Serpong, Sudimara, dan Kebayoran, ditambah peralatan rem yang sudah tua serta jalur yang berkelok.

Peristiwa ini begitu mengguncang Indonesia hingga menginspirasi Iwan Fals menciptakan lagu “1910”. Tabrakan ini tercatat sebagai salah satu yang terburuk, dengan puluhan petugas stasiun mendapat sanksi setelah investigasi panjang.

3. Dua Tabrakan Ratujaya 1968 dan 1993

Daerah Ratujaya, Depok, menjadi lokasi berulangnya duka. Pada 20 September 1968, dua kereta penumpang (KA 406 dan KA 309) bertabrakan di petak Depok-Citayam yang saat itu masih single track. Penyebabnya adalah kesalahan interpretasi sinyal akibat arus liar pada sistem persinyalan tua. 

Akibatnya, 116 orang meninggal dunia, 84 luka berat, dan 52 luka ringan. Dua lokomotif rusak parah, salah satunya langsung diafkirkan. Dan kedua PPKA divonis penjara beberapa tahun.

Hampir seperempat abad kemudian, pada 2 November 1993, tragedi serupa terulang. Dua rangkaian KRL Jabodetabek bertabrakan di lokasi yang sama. Lagi-lagi karena misinformasi antar PPKA di Stasiun Depok dan Citayam. Korban tewas sekitar 20 orang (termasuk masinis dan kondektur), dengan ratusan korban lainnya luka-luka. Tabrakan frontal di tikungan membuat gerbong remuk dan penumpang terimpit atau terpental. Dari peristiwa ini mempercepat upaya pembangunan jalur ganda Jakarta-Bogor.

4. Tragedi Empu Jaya di Cirebon, 2001

Pada 2 September 2001 dini hari, KA 146 Empu Jaya bertabrakan dengan lokomotif CC201 yang sedang dilangsir di emplasemen Cirebon. Benturan keras membuat gerbong hancur dan lokomotif terguling. Korban tewas mencapai 42 orang (termasuk masinis dan asisten masinis), dengan 45 luka berat dan 36 luka ringan.

Ironisnya, ini bukan kali pertama Empu Jaya terlibat kecelakaan fatal di tahun itu. Nama “Empu Jaya” yang diambil dari sayembara akhirnya diubah menjadi “Progo” pada 2002 karena dianggap membawa “nasib buruk”.

5. Tabrakan Petarukan 2010

Pada 2 Oktober 2010 subuh, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KA Senja Utama Semarang di Stasiun Petarukan, Pemalang. KA Senja yang sedang berhenti untuk persilangan dilanggar sinyal oleh Argo Bromo.

Akibatnya, beberapa gerbong terguling dan menimpa rumah warga. Korban tewas tercatat 34-36 orang, dengan puluhan lainnya luka-luka. Hal ini disebut sebagai salah satu tragedi terburuk setelah Bintaro.

6. Tabrakan Cicalengka 2024

Pada 5 Januari 2024, KA Turangga (Surabaya-Bandung) bertabrakan dengan KA Lokal Padalarang-Cicalengka di petak Haurpugur-Cicalengka. Jalur tunggal yang saat itu sedang dalam proses pembangunan jalur ganda. Empat petugas tewas (masinis, asisten masinis, pramugara, dan sekuriti), sementara puluhan penumpang luka-luka.

7. Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, April 2026

27 April 2026 malam menjadi hari duka terbaru. Sekitar pukul 20.15 WIB, sebuah taksi listrik Green SM mogok di perlintasan sebidang Bulak Kapal/Jalan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur. KRL Commuter Line yang melintas kemudian menabrak taksi tersebut, menyebabkan rangkaian KRL (nomor PLB 5568A, tujuan Kampung Bandan–Cikarang) berhenti darurat di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.

Akibat gangguan tersebut, antrean kereta arah timur tertahan. Sekitar pukul 20.50–20.57 WIB, KA Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) melaju dari arah Jakarta dengan kecepatan tinggi. Masinis melaporkan sinyal masuk stasiun menunjukkan aspek hijau (jalur kosong), meski sebenarnya ada KRL yang sedang berhenti. 

Masinis baru menyadari keberadaan KRL di depan saat jarak sudah terlalu dekat. Meski dilakukan pengereman darurat, massa kereta yang besar membuat tabrakan tak terhindarkan. Lokomotif Argo Bromo Anggrek menghantam telak bagian belakang KRL, menyebabkan gerbong terakhir (gerbong khusus wanita) ringsek parah hingga mengalami efek telescoping.

Peristiwa ini menyebabkan korban tewas mencapai 15 orang yang seluruhnya penumpang wanita, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di berbagai rumah sakit di Bekasi dan Jakarta. 

Dari peristiwa-peristiwa ini punya pola yang berulang, yaitu terjadi karena human error, sistem persinyalan yang kurang baik, keberadaan perlintasan sebidang liar, serta koordinasi antar petugas yang masih lemah.

Tragedi Bekasi Timur 2026 kini menjadi catatan baru dalam sejarah panjang kecelakaan kereta api Indonesia, dan semoga menjadi momentum terakhir untuk perbaikan mendasar sebelum stasiun-stasiun dan lembah-lembah kita kembali menjadi saksi bisu duka yang tak perlu terulang.

Tag:ka argo bromo anggrekkecelakaanKRL Commuter LineStasiun Bekasi TimurTragedi Bintaro
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Rektor UMB Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.
Megapolitan

Universitas Mercu Buana Resmikan Dua Fasilitas Baru, Perkuat Ekosistem Kampus

Universitas Mercu Buana (UMB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan infrastruktur kampus yang mendukung akademik sekaligus pembentukan karakter mahasiswa. Pada Selasa, 28 April 2026, UMB meresmikan dua fasilitas baru, yakni UMB…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
3 Min Read
Suasana di dalam rangkaian KRL Commuterline
Megapolitan

Pasca Tragedi Bekasi Timur, Gerbong Wanita Tetap Jadi Pilihan Meski ada Rasa Khawatir

Kecelakaan antara kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line baru-baru ini menyita perhatian publik, khususnya para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL). Peristiwa tersebut tidak hanya viral di…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Amin Suciady
4 Min Read
Aksi perompak/bajak laut Somalia, saat mendekati kapal yang melintas di tengah laut
Nasional

4 WNI Disandera Perampok di Perairan Somalia, Kapten Asal Gowa Jadi Korban

Empat warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penyanderaan oleh perompak di perairan Hafun, Somalia. Salah satu korban adalah Kapten Ashari Samadikun (33) yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan. Insiden ini…

By
Ani Ratnasari
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Petugas mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi
Nasional

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, YKLI Minta PT KAI Bebenah Sistem

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia angkat suara setelah insiden kecelakaan kereta di Stasiun…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
19 jam lalu
Tim SAR Gabungan masih berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di KRL Commuter Line
Nasional

Rencana Prabowo Kucurkan Rp4 Triliun Bangun Flyover Pascakecelakaan KRL, Kemenkeu Belum Buka Sumber Anggaran

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk membangun…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
19 jam lalu
Sejumlah korban kecelakaan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat
Nasional

Jasa Raharja Berikan Santunan Rp90 Juta ke Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

PT Jasa Raharja akan memberikan santunan pada korban kecelakaan yang tewas, yang…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
19 jam lalu
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi
Nasional

Pengamat Transportasi Minta PT KAI Benahi Sistem Usai Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Stasiun…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up