Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 16 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Sembilu di Peron Bekasi Timur: Sinyal ‘Buta’ Argo Bromo Anggrek, Pejabat Asbun, dan Evaluasi Sistem KAI
Nasional

(Part I) Sembilu di Peron Bekasi Timur: Sinyal ‘Buta’ Argo Bromo Anggrek, Pejabat Asbun, dan Evaluasi Sistem KAI

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 30, 2026 11:38 am
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Evakuasi Korban Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur. (Sumber: Owrite/Adi Briantika)
Evakuasi Korban Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur. (Sumber: Owrite/Adi Briantika)
SHARE

Suaranya cukup keras. Stasiun di belakang lahan parkir ini, Bang,”

kata seorang penjaga lahan penitipan motor kepada saya (jurnalis owrite.id yang melakukan liputan di lokasi kejadian).

Usai mendapat petunjuk arah, saya bergegas berjalan sekitar 100 meter. Beralaskan sandal selop cokelat, saya mencoba menembus kerumunan ratusan orang yang menyemut di sepanjang Jalan Raya Ir. H. Juanda. Peluh mulai mengucur, membasahi kaus hitam dan jins biru belel yang telah 17 jam melekat di tubuh.

Daftar isi Konten
  • Pemandangan Pilu Menyayat Hati
  • Sistem Sinyal

Di udara, sirine ambulans meraung bersahutan. Para pengendara dan pejalan kaki celingak-celinguk, berusaha mencari tahu sumber kemacetan hebat malam itu. Sementara, sejumlah personel kepolisian dibantu warga setempat sibuk mengurai arus lalu lintas yang nyaris terkunci total.

Begitu tiba di parkiran Stasiun Bekasi Timur, pemandangan berubah drastis. Puluhan ambulans, truk pemadam kebakaran, hingga kendaraan dinas TNI-Polri memenuhi area. Percakapan petugas melalui handy-talkie terdengar tumpang tindih di mana-mana.

Saya menaiki tangga menuju area dalam. Di lobi atas ratusan orang telah berkumpul, membentuk barisan dua saf yang memanjang dari pintu masuk hingga tangga peron, menyisakan celah di tengah bagi siapapun yang melintas dalam keadaan darurat.

Saya terus melangkah menuju Peron 1-2. Menuruni tangga, saya diapit oleh barisan petugas medis, staf stasiun, dan aparat yang berjaga ketat. Saat menengok ke kiri, petugas SAR berbaju oranye sedang berjibaku dengan waktu. Mereka sibuk memotong besi-besi kereta yang saling menggencet.

Pemandangan Pilu Menyayat Hati

Pemandangan pilu tersaji di depan mata. Saya melihat seorang perempuan duduk terjepit di antara rangkaian gerbong yang ringsek, ia mengenakan selang oksigen, berhadapan dengan dua korban lainnya. Di serong kanannya, seorang penumpang tergeletak miring ke kanan, menghadap tubuh lain yang terbujur.

Meski peron ini terbuka tanpa tembok penghalang di kedua sisinya, udara terasa mati. Angin tak berembus. Saya dan para petugas yang menjejak lantai yang sama, bersimbah keringat dalam gulita batin.

Suara mesin portable ventilator blower menderu keras, memekakkan telinga, seolah berupaya mengusir bau logam dan duka yang menggantung di langit Jawa Barat.

Senin malam, 27 April 2026, resmi menjadi catatan kelam dalam histori perkeretaapian nasional: KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menghantam gerbong khusus wanita rangkaian KRL Commuter Line (PLB 5568A) relasi Kampung Bandan-Cikarang yang tengah berhenti darurat.

12 jam saya bertahan di lokasi, tanpa tidur dan terus menahan pilu yang menyesak. Satu per satu kantung jenazah dan korban luka diangkut dari peron menuju ambulans yang menunggu dengan pintu terbuka. Di tengah kesibukan evakuasi, isak tangis keluarga korban pecah, menyayat ruang-ruang stasiun yang pengap.

Saya melihat seorang pria bersandar lunglai di dinding luar elevator. Matanya merah saga, sembab karena lelah menangis. Baginya, dan bagi mereka yang kehilangan, malam itu adalah perwujudan nyata dari pepatah air diminum terasa sembiluan. Segala yang masuk ke tubuh tak lagi memberi hidup.

Sistem Sinyal

Merujuk kesaksian Nofiandri, masinis KA Argo Bromo Anggrek, yang mengendalikan kuda besi dengan kecepatan sekitar 110 km/jam, mengaku terkejut. Dia menduga kuat ada gangguan pada sistem sinyal.

Menurut penjelasannya, sistem operasional kereta memiliki protokol standar yang seharusnya tidak dilanggar, yakni transisi warna lampu sinyal.

Tadi sudah ada informasi dari Pusat Kendali, tapi saya belum sepenuhnya copy (menerima informasi tersebut), sudah keburu sinyalnya merah. Seharusnya sinyal tidak bisa langsung merah, karena dari Bekasi sinyal hijau. Secara koneksi, kalau di sana hijau, di sini maksimal kuning, tidak bisa langsung merah,”

terang Nofiandi.

Hingga permutakhiran data terakhir, 29 April, ada 16 nyawa melayang dan 91 luka-luka akibat insiden ini.

Dosen Bidang Trasnportasi Universitas Indonesia (UI) Tri Tjahjono, meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengevaluasi sistem. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan pengereman dalam kecelakaan tak cukup mencegah kecelakaan.

Persoalan tidak berhenti pada kejadian di lapangan, melainkan pada bagaimana sistem memungkinkan kondisi berisiko tersebut terjadi,”

kata Tri kepada owrite.id.
Tag:argo bromo anggrekCommuter LineHeadlinekecelakaankeretaKRLSpillStasiun Bekasi TimurTabrakan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
1
Dari Metromini hingga Bioskop Legendaris, Nostalgia Jakarta yang Bikin Kangen
By Ossid Duha Jussas Salma
Angkotan Kota Jakarta Metromini
2
Jokowi Jadi Tumpuan PSI, Taruhan Besar Menuju 2029 atau Sekadar Judi Politik?
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dan Iriana saat nonton laga Semifinal Timnas U-19 vs Australia di Medan.
3
Trump Klaim Deal Damai dengan Iran, Selat Hormuz Bakal Dibuka Gratis Tanpa Biaya Tol
By Hardani Triyoga
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Foto: AI).
4
Megawati Bela Demo BEM UI: Mahasiswa Warga Negara, Mestinya Jangan Takut!
By Rika Pangesti
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Relawan menata wadah Makan Bergizi Gratis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang, Jawa Timur
Nasional

Desakan Stop MBG Menguat, BGN: Kami Ditugaskan Presiden untuk Memperbaiki

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons desakan sejumlah pihak yang meminta program Makan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
Nasional

Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis

Badan Gizi Nasional (BGN) mengisyaratkan bakal mengubah total skema insentif pengelola dapur…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
13 jam lalu
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
Nasional

BGN Tak Akan Belanja Ulang Motor Listrik, Kaos Kaki hingga Laptop Era Dadan Hindayana

Pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak akan mengulangi pengadaan barang…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
Nasional

BGN Siapkan Efisiensi Besar, Anggaran MBG Rp268 Triliun Berpotensi Dipangkas!

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengutak-atik kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up