Presiden Prabowo mengabsen jajaran Kabinet Merah Putih sebelum pidato saat May Day di Monas, 1 Mei 2026. Namun, buruh menginterupsi saat kepala negara hendak menyebut nama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Awalnya, Prabowo sedang mengabsen nama pejabat yang hadir Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menaker Yasierli, Menkum Supratman Andi Agtas, dan Menteri P2MI Muktarudin.
Lantas, belum selesai menyebut nama Teddy Indra Wijaya, salah seorang buruh perempuan menginterupsi Prabowo.
“Sekretaris Kabinet, Let….,”
kata Prabowo sambil menoleh ke hadapan buruh.
Prabowo pun berguyon di hadapan masa buruh karena dirinya belum selesai mengabsen jajarannya.
“Belum saya sebut nama (Teddy), kalian sudah teriak, yang teriak emak-emak. Eh, gue Presidennya, bukan dia,”
guyon Prabowo.
Ia pun kembali melanjutkan mengabsen nama Teddy dan disambuat meriah peserta May Day.
Dalam May Day kali ini, Buruh membawa 11 tuntutan yang jadi fokus utama:
- Pengesahan RUU Ketenagakerjaan;
- HOSTUM atau hapus outsourcing dan tolak upah murah;
- Antisipasi PHK akibat perang;
- Reformasi pajak termasuk kenaikan PTKP serta penghapusan pajak THR, JHT, dan pensiun;
- Pengesahan RUU Perampasan Aset;
- Penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri nikel;
- Moratorium industri semen akibat kelebihan pasokan;
- Ratifikasi Konvensi ILO 90;
- Perjuangan tarif ojek online 10 persen;
- Revisi UU Nomor 2 Tahun 2024;
- Pengangkatan guru dan tenaga honorer PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu.


