Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya pihak yang menjegalnya saat empat kali mencalonkan diri sebagai presiden. Hal itu disampaikan dalam pidatonya dalam peringatan May Day di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo curhat bahwa dirinya sudah empat kali kalah saat kontestasi pemilu hingga akhirnya terpilih menjadi Presiden.
“Saya lima kali ingin jadi presiden, lima kali, empat kali gue kalah, tapi saya merasa buruh tani dan nelayan selalu bersama saya. Hanya tahu kadang-kadang merekalah banyak akal,”
ungkap Prabowo.
Sejak resmi dilantik sebagai kepala negara, Prabowo mengaku sudah memerintahkan para pembantunya untuk membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.
“Anda tanya semua menteri saya. Saya memberi instruksi saudara-saudara para menteri, kalau ambil kebijakan, kalau menyusun kebijakan, berpikir dan bertanya, apakah ini menguntungkan rakyat kecil atau tidak,”
tuturnya.
Prabowo meminta para menterinya untuk tidak ragu mengambil kebijakan selama menguntungkan masyarakat luas.
“Kalau menguntungkan rakyat kecil laksanakan, itu sudah benar enggak usah ragu-ragu,”
tandasnya.
Pelaksanaan May Day 2026
Dalam pelaksanaan May Day, Diperkirakan ada 100 ribu masa buruh dari berbagai elemen serikat pekerja yang akan memadati kawasan Monas. Selain di Jakarta, aksi Hari Buruh juga dilaksanakan serentak di 38 provinsi dan lebih dari 350 kota, seperti Bandung, Serang, Semarang, Surabaya, Banda Aceh, Batam, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, hingga Morowali.
Awalnya, aksi May Day digelar di depan Gedung DPR RI. Hanya saja wacana itu berubah setelah Presiden Partai Buruh Said Iqbal berdialog langsung dengan kepala negara dan pemerintah.
Dia menyampaikan Hari Buruh momentum penting bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah.


