Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya naik Rp4.736.632.669 selama periode 2025. Kenaikan berasal dari aset bangunan dan tanah, sementara nilai aset transportasi turun.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan setiap jenis aset yang dilaporkan penyelenggara negara memiliki penilaian dan tolok ukur. Ada jenis aset yang memang mengalami kenaikan harga setiap tahun.
“Karakter setiap aset tentu berbeda. Ada yang secara tren berkelanjutan naik, seperti tanah. Itu punya tren naik atau misalnya dalam bentuk logam mulia emas,”
ucap Budi di Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 13 Mei 2026.
Sisi lain, ada beberapa aset yang mengalami depresiasi alias penurunan harga. Aset itu berupa kendaraan bermotor, alat-alat elektronik, dan lain sebagainya.
“Itu karakter nilainya semakin lama semakin terdepresiasi sehingga mengakibatkan nilai atau valuasi atas aset tersebut menurun,”
kata Budi.
Fenomena tersebut dimungkinkan bagi penyelenggara negara saat melaporkan harta kekayaannya. Budi melanjutkan, meski dilaporkan secara mandiri, KPK tetap melakukan verifikasi administratif terhadap nilai aset sebelum dipublikasikan dan bisa di akses publik.
Masyarakat juga bisa melaporkan jika menemukan kejanggalan dalam harta yang dilaporkan.
“Misalnya ada aset-aset yang diketahui milik yang bersangkutan, tapi belum dilaporkan. Masyarakat bisa ambil bagian untuk memberikan catatan di dalam laman LHKPN tersebut,”
tutur dia.
Kenaikan
Berikut tabel rincian LHKPN Teddy Indra Wijaya:
Perbandingan Harta Kekayaan (2024 vs 2025)
| Komponen Harta | Nilai Tahun 2024 | Nilai Tahun 2025 | Keterangan |
| Tanah dan Bangunan | Rp8.200.000.000 | Rp9.045.000.000 | Naik Rp845.000.000 |
| Alat Transportasi & Mesin | Rp1.330.000.000 | Rp1.210.000.000 | Turun Rp120.000.000 |
| Total Harta Keseluruhan | Rp15.380.000.000 | Rp20.116.632.669 | Naik Rp4.736.632.669 |
Rincian Aset LHKPN Tahun 2025
| Jenis Aset | Nilai (IDR) |
| Tanah dan Bangunan (Sragen, Minahasa, Bekasi) | Rp9.045.000.000 |
| Alat Transportasi dan Mesin (3 Kendaraan) | Rp1.210.000.000 |
| Harta Bergerak Lainnya | Rp7.712.100.000 |
| Surat Berharga | Rp0 |
| Kas dan Setara Kas | Rp2.149.532.669 |
| Hutang | Rp0 |
| Total Harta Kekayaan | Rp20.116.632.669 |


