Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 2 Peserta SPPI Meningggal saat Latihan Militer, Pakar: Koperasi Butuh Manajer, Bukan Disiplin Barak
Nasional

2 Peserta SPPI Meningggal saat Latihan Militer, Pakar: Koperasi Butuh Manajer, Bukan Disiplin Barak

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 24, 2026 11:49 am
By
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026.
Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026. (ANTARA FOTO/Arnas Padda/nz)
SHARE

Insiden dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia jadi sorotan luas. Dua orang itu dilaporkan meninggal dunia saat Latihan militer.

Daftar isi Konten
  • Pemicu Meninggal
  • Batas yang Jelas

Pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat, mengkritisi proses calon pengelola koperasi desa harus kehilangan nyawa saat latihan dasar kemiliteran. Bagi dia, polemik yang jadi pertanyaan itu harus diajukan dengan jernih.

Namun bukan untuk meremehkan kedisiplinan, bukan pula untuk menolak pentingnya kepemimpinan.

Achmad menyoroti demikian, karena dua peserta yang meninggal merupakan putra putri bangsa Indonesia yang punya masa depan cerah.

Pemicu Meninggal

Dia mengutip penjelasan Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang menyebut Anisa Muyassaroh mengalami heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Lalu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung saat mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja.

Dari penjelasan Kemhan, keduanya sudah melalui seleksi termasuk pemeriksaan Kesehatan, termasuk sudah memenuhi syarat mengikuti rangkaian pendidikan.

Kemhan juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh atas mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan,”

kata Achmad, dalam keterangannya, Rabu, 24 Juni 2026.
Baca juga:
DPR Colek Pemerintah Soal Konsep Kopdes Merah Putih Berubah Total:… Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto meminta pemerintah mengevaluasi menyeluruh desain…
Menteri Koperasi Sebut Prabowo Dapat "Wangsit" untuk Bentuk Koperasi Desa… Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan istilah "wangsit" yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto…
Bukan Supermarket, Koperasi Merah Putih Sudah Salurkan 9,44 Juta Kg… Pemerintah mematangkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari ekosistem…
  • DPR Colek Pemerintah Soal Konsep Kopdes Merah Putih Berubah Total: Jelaskan kepada…
  • Menteri Koperasi Sebut Prabowo Dapat "Wangsit" untuk Bentuk Koperasi Desa Merah Putih
  • Bukan Supermarket, Koperasi Merah Putih Sudah Salurkan 9,44 Juta Kg Beras SPHP

Namun, ia menekankan di titik itulah pertanyaan publik harus dimulai. Bila dua peserta yang disebut telah lolos seleksi kesehatan, tapi tetap meninggal dalam rentang awal pelatihan.

Apakah yang perlu diaudit hanya kondisi medis personal, atau desain kebijakan pelatihannya sejak awal?”

ujar Achmad.

Achmad mengingatkan koperasi desa seharusnya jadi instrumen ekonomi rakyat. Ia lahir dari semangat demokrasi ekonomi, partisipasi anggota, akuntabilitas usaha, dan kemampuan membaca kebutuhan lokal.

Ditambahkannya, koperasi yang sehat membutuhkan manajer yang paham pembukuan, rantai pasok, tata kelola anggota. Selain itu, mesti paham mitigasi kredit macet, logistik desa, pemasaran hasil tani dan nelayan.

Serta perlindungan terhadap kelompok kecil agar tidak kembali dikendalikan tengkulak,”

jelas Achmad.

Tapi, ia mengkritik alasan negara menempatkan calon pengelola koperasi dalam latihan dasar militer.

Ketika calon pengelola koperasi ditempatkan dalam kerangka latihan dasar kemiliteran, negara sedang mengirim sinyal yang membingungkan,”

ujarnya.
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan

Dia juga menekankan masalah koperasi bukan terutama kurang baris berbaris. Tapi, masalah koperasi adalah lemahnya kelembagaan, rendahnya kapasitas manajerial, buruknya pengawasan, hingga rapuhnya integritas tata kelola.

Disiplin memang penting, tetapi disiplin ekonomi rakyat bukan disiplin barak. Disiplin koperasi adalah disiplin laporan keuangan, disiplin rapat anggota, disiplin pengadaan,”

tutur Achmad.

Diungkapkannya, koperasi juga membutuhkan disiplin transparansi harga, disiplin membayar kewajiban, dan disiplin melindungi anggota dari eksploitasi.

Achmad memahami Pemerintah punya target besar melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hal itu merujuk Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 27 Maret 2025 menargetkan percepatan pembentukan, pengembangan, dan revitalisasi 80.000 koperasi desa/kelurahan.

Tujuannya dikaitkan dengan swasembada pangan, pembangunan dari desa, dan pemerataan ekonomi. Itu tujuan yang secara normatif penting,”

ujar Achmad.

Namun, sambungnya, perlu membedakan antara membangun karakter dan memindahkan logika militer ke urusan sipil. Achmad menilai, karakter kepemimpinan bisa dibangun melalui pelatihan tata kelola, simulasi krisis bisnis, pendampingan koperasi, magang di koperasi sukses, hingga pembelajaran rantai pasok pangan, dan pendidikan antikorupsi.

Semua itu jauh lebih relevan bagi calon manajer koperasi desa daripada latihan yang berisiko mengutamakan kepatuhan fisik,”

ujarnya.
Baca juga:
Pakar Kritik Mutasi ASN Kementerian PU: Terlalu Politis Kalau Dikaitkan… Pakar kebijakan publik Trubus Rahardiansah menilai kebijakan mutasi aparatur sipil negara (ASN)…
Prabowo Ungkap Prediksi Pakar Dunia, Indonesia Bakal Salip Jepang hingga… Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan Indonesia diproyeksikan jadi negara terkaya keempat di…
Kasus Santri Dibakar di Lombok, Pakar: Pelaku Bisa Dijerat Pasal… Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya Aan Eko Widiarto menilai penyidik masih berpeluang…
  • Pakar Kritik Mutasi ASN Kementerian PU: Terlalu Politis Kalau Dikaitkan Bocornya Surat…
  • Prabowo Ungkap Prediksi Pakar Dunia, Indonesia Bakal Salip Jepang hingga Prancis
  • Kasus Santri Dibakar di Lombok, Pakar: Pelaku Bisa Dijerat Pasal Lebih Berat

Batas yang Jelas

Achmad menyampaikan, jika negara hendak melibatkan TNI dalam pelatihan sipil maka batasnya harus jelas. Meskipun secara legalitas program ini ditujukan untuk pengelola koperasi sipil.

Dan, bukan rekrutmen Komponen Cadangan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2019, adopsi penuh metode latihan dasar kemiliteran tetap memerlukan batas operasional yang jelas,”

lanjut Achmad.

Dia menyoroti dasar hukum pelibatan TNI. Begitu pun kurikulum latihan fisik disesuaikan dengan status peserta sebagai warga sipil.

Apakah ada protokol penghentian latihan saat indeks panas membahayakan? Apakah ada dokter, ambulans, alat pendinginan darurat, dan jalur rujukan rumah sakit yang cukup?”

jelas Achmad.

Baginya, deretan pertanyaan itu bukan sentimen antimiliter. Ia mengatakan pertanyaan itu menyangkut akuntabilitas kebijakan publik.

TNI memiliki fungsi pertahanan. Koperasi memiliki fungsi ekonomi rakyat. Ketika keduanya dipertemukan dalam satu program, negara wajib menjelaskan batas, tujuan, risiko, dan pertanggungjawaban,”

tuturnya.

Dia mengingatkan, jangan sampai bahasa bela negara malah jadi payung terlalu lebar untuk membenarkan semua bentuk pelatihan,

Bahkan ketika manfaatnya terhadap pengelolaan koperasi belum terbukti secara memadai,”

sebut Achmad.

Tag:KNPMKoperasiKoperasi Desa Merah PutihPakarSPPI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter Nirempati
By Syifa Fauziah
Ilustrasi kritik sikap nirempati tenaga medis terhadap keluhan pasien BPJS.
1
Buntut Pasien BPJS Telantar Berjam-jam: PB IDI Minta Rumah Sakit Diaudit
By Syifa Fauziah
Ilustrasi koridor rumah sakit penuh sesak.
2
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan
By Rika Pangesti
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
4
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi vape dan perlindungan anak.
Nasional

Demi Cuan Ekonomi Kreator, KPAI Minta Anak Tak Diubah Jadi ‘Alat Jualan’ Vape

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Subklaster Perlindungan Anak di Ruang Digital…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
5 jam lalu
Ilustrasi koridor rumah sakit penuh sesak.
Nasional

Buntut Pasien BPJS Telantar Berjam-jam: PB IDI Minta Rumah Sakit Diaudit

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto menyorot…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
8 jam lalu
Ilustrasi seleksi anggota Polri.
Nasional

Sertifikat Prestasi Bukan ‘Tiket Emas’: Rekrutmen Polri Wajib Lewat Seleksi BETAH

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyatakan proses penerimaan anggota…

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
By
Adi Briantika
Amin Suciady
9 jam lalu
Ilustrasi kritik sikap nirempati tenaga medis terhadap keluhan pasien BPJS.
Nasional

Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter Nirempati

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto menyoroti…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up