Pemerintah memastikan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak akan diikuti pembangunan stadion atau venue olahraga baru.
Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, NTB, dan NTT terkait persiapan PON 2028 di Jakarta, pada Selasa, 24 Juni 2026.
Menurut Erick ada arahan dari Prabowo mengenai pentingnya efisiensi anggaran melalui optimalisasi fasilitas olahraga yang sudah tersedia.
Karena itu, pemerintah memilih melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas venue yang telah ada dibanding membangun infrastruktur baru.
Pesan Bapak Presiden jelas, tidak ada pembangunan venue baru. Yang dilakukan adalah perbaikan dan optimalisasi venue yang sudah ada agar anggaran tetap efisien,”
kata Erick dikutip dari laman siaran pers jakarta.go.id.
Ia menjelaskan, koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terus diperkuat sejak awal. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipetakan lebih dini.
Kebijakan tanpa pembangunan venue baru dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menjaga penggunaan anggaran tetap efektif.
Selain menghemat biaya, fasilitas yang sudah tersedia juga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pelaksanaan pertandingan.
Erick mengatakan pemerintah ingin memastikan PON 2028 tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga nasional, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet jangka panjang.
Sesuai Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) akan ada 21 cabang olahraga prioritas yang wajib dipertandingkan.
Cabor-cabor tersebut akan menjadi dasar pemetaan prestasi atlet menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Kita harus melakukan re-mapping prestasi olahraga Indonesia menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade secara berkelanjutan,”
ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta siap menjadi pendukung utama penyelenggaraan PON 2028.
Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta memiliki sekitar 220 venue olahraga, serta 36 venue milik pemerintah pusat yang sebagian besar berada di kawasan Gelora Bung Karno.
Selain fasilitas olahraga, Jakarta juga didukung jaringan transportasi publik yang terus berkembang, mulai dari MRT, LRT, TransJakarta, hingga JakLingko.
Jakarta siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi venue, transportasi maupun akomodasi,”
kata Pramono.
PON XXII 2028 akan menjadi ajang olahraga nasional pertama yang digelar bersama oleh NTB dan NTT. Pemerintah berharap persiapan yang dilakukan sejak dini dapat membuat penyelenggaraan berlangsung efektif, akuntabel, dan mendukung peningkatan prestasi olahraga Indonesia.























