Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 30 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Wacana Satgas Riset Nasional, DPR: Jangan Cuma Bentuk Kelompok, Anggaran Juga Harus Naik
Nasional

Wacana Satgas Riset Nasional, DPR: Jangan Cuma Bentuk Kelompok, Anggaran Juga Harus Naik

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
Last updated: Juli 1, 2026 1:15 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026). ( ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye)
SHARE

Komisi X DPR RI menyambut positif rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas (satgas) yang melibatkan guru besar, dosen, dan peneliti untuk memperkuat riset nasional. 

Namun, DPR mengingatkan penguatan riset tidak cukup hanya dengan membentuk satgas, tetapi juga harus diikuti peningkatan anggaran dan pengawasan yang ketat.

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian mengatakan langkah Presiden mempertemukan pimpinan perguruan tinggi dan guru besar menunjukkan komitmen memperkuat pendidikan tinggi, riset, dan inovasi sebagai fondasi pembangunan nasional.

“Presiden ingin menyampaikan kepada masyarakat, terutama para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar, bahwa beliau memiliki gagasan besar untuk Indonesia, terutama di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi,”

kata Lalu kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu, 1 Juli 2026. 
Baca juga:
DPR Janji RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember, Ada Kekhawatiran… Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai target…
Viral Hercules Muncul Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya… Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya mengakui kehadiran Ketua Umumnya Rosario de…
Oktober Batas Akhir! Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Tapi… Koalisi Serikat Pekerja–Partai Buruh (KSP-PB) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak…
  • DPR Janji RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember, Ada Kekhawatiran Isinya Dibajak…
  • Viral Hercules Muncul Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya Ungkap Alasan…
  • Oktober Batas Akhir! Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Tapi Ada Syaratnya

Komitmen itu juga terlihat dari rencana penambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun pada 2026. Namun, ia menilai kenaikan anggaran tidak boleh berhenti di angka tersebut.

“Untuk 2027 kami mendorong jangan Rp4 triliun, tetapi lebih dari Rp4 triliun. Penting karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan inovasi dan penelitian untuk membangun bangsa sebesar Indonesia,”

ujar Lalu.

Lalu menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, potensi para guru besar dan kampus harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

“Presiden menginginkan seluruh potensi yang dimiliki hari ini dimanfaatkan semaksimal mungkin demi pembangunan bangsa. Tidak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga pangan, perikanan, dan sektor-sektor lain untuk mendukung percepatan program pemerintah dalam Asta Cita,”

kata dia.

Pemerintah juga berharap perguruan tinggi memiliki visi yang sama dalam mendukung agenda pembangunan nasional, meski perbedaan pandangan tetap merupakan hal yang wajar, tetapi tidak boleh menghambat upaya membangun negeri.

“Berbagai macam kritik itu hal yang lumrah. Berbagai pendapat dan keragaman itu harus menjadi satu untuk membangun Indonesia,”

ucap Lalu.

Di sisi lain, Komisi X memastikan tidak hanya menjadi pendukung kebijakan. DPR, kata Lalu, akan menggunakan fungsi pengawasan untuk mengawal pelaksanaan program pendidikan tinggi, riset, dan inovasi, bahkan sejak tahap perencanaan.

“Kami akan mengawasi bukan hanya ketika program mulai dilaksanakan, tetapi sejak tahap perencanaannya. Dari sisi anggaran, fokus program untuk kelompok, ke sektor apa, itu semua akan kami bahas bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,”

terang dia.

Lalu menambahkan hasil komunikasi dengan Menteri Pendidikan Tinggi menunjukkan pemerintah ingin menjadikan kampus sebagai motor utama dalam perencanaan pembangunan nasional.

“Presiden memiliki keinginan kuat memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada di kampus. Kampus harus menjadi inkubator dalam menggerakkan roda pembangunan melalui riset, penelitian, dan inovasi untuk mendukung pembangunan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang,”

tutur Lalu.

Vital?

Saat bertemu 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari seluruh perguruan tinggi Indonesia dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di JCC Senayan, Jakarta, 28 Juni 2026, Prabowo memerintahkan kepada para guru besar dan dosen untuk membentuk satgas atau kelompok kerja. 

“Terkait dengan kementerian teknis, Bapak Presiden meminta kami membentuk semacam satgas atau kelompok kerja yang nantinya intinya adalah berisi insan-insan guru besar-guru besar, dosen, peneliti dari perguruan tinggi maupun BRIN, untuk bisa mengkaji lebih lanjut bersama kementerian teknis terkait,”

ujar Mendikti Saintek Brian Yuliarto.
Baca juga:
Hotspot Lampung Melonjak, BNPB Turun Tangan Cegah Karhutla di Way… Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa jumlah titik panas di Provinsi…
Gus Yahya Bantah Prabowo Tolak Dirinya Pimpin PBNU: “Tidak Masuk… Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau…
Pemuda Meninggal di Pengungsian NTT, DPR Soroti Dampak Gempa yang… Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyoroti kasus seorang pemuda berinisial…
  • Hotspot Lampung Melonjak, BNPB Turun Tangan Cegah Karhutla di Way Kambas
  • Gus Yahya Bantah Prabowo Tolak Dirinya Pimpin PBNU: “Tidak Masuk Akal”
  • Pemuda Meninggal di Pengungsian NTT, DPR Soroti Dampak Gempa yang Tak Terlihat

Tag:DosenDPRGuru BesarPenelitiprabowoRisetSatgas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Sistem Satu Suara Diganti AHWA
By Hardani Triyoga
Pelaksaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur
1
Viral Hercules Muncul Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya Ungkap Alasan Sebenarnya
By Rahmat Baihaqi
Aksi demo ricuh di sekitar DPR, Jakarta.
2
Gempa Susulan Flores NTT Tembus 9.278 Kali, BMKG Mulai Petakan Wilayah Rawan
By Dusep Malik
Update gempa susulan di Flores NTT. (Sumber: BMKG)
3
Siap-Siap! Tak Hanya BBM, Beli LPG 3 Kg Bakal Diatur Berdasarkan Desil DTSEN
By Natania Longdong
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
4
Gus Yahya Bantah Prabowo Tolak Dirinya Pimpin PBNU: “Tidak Masuk Akal”
By Natania Longdong
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dalam Sidang Pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Syaiful Arif/wsj)
5

BERITA LAINNYA

Peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.
Nasional

Muktamar NU Bikin Aturan Baru, Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyepakati aturan baru terkait posisi Rais Aam…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
6 jam lalu
Aksi demo ricuh di sekitar DPR, Jakarta.
Nasional

Viral Hercules Muncul Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya Ungkap Alasan Sebenarnya

Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya mengakui kehadiran Ketua Umumnya Rosario de…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Pelaksaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur
Nasional

Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Sistem Satu Suara Diganti AHWA

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menyetujui perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
9 jam lalu
Sejumlah pekerja berada di area ruang produksi yang sudah berhenti operasionalnya selama satu bulan di pabrik PT Victory Apparel Indonesia di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. (Sumber: Antara Foto/Makna Zaezar/nz)
Nasional

Soal RUU Ketenagakerjaan Baru, Buruh Tuntut Pesangon Tak Dipotong dan Outsourcing Dibatasi

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan memperketat…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up