Buntut kematian seorang pendeta Gereja Kristen Injili dalam penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Menteri HAM Natalius Pigai mendesak Panglima TNI dan Kapolri mengendalikan seluruh personel yang bertugas di Bumi Cenderawasih.
Pigai menilai rentetan korban sipil yang terus berjatuhan di Papua tidak boleh lagi dianggap sebagai situasi yang biasa. Perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi pengamanan.
“Penembakan pendeta di Intan Jaya dan Papua, saya minta Panglima TNI dan Kapolri agar mengendalikan anggotanya yang bertugas di Papua,”
kata Pigai dalam keterangannya, Kamis, 2 Juli 2026.
Usut
Pernyataan ini disampaikan Pigai setelah muncul klaim dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) terkait insiden penembakan tersebut. Sementara itu, aparat keamanan masih mendalami kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.






