Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 15 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Angka Perceraian Meledak, Bonus Demografi Bisa Berubah Jadi Beban Nasional
Hype

Angka Perceraian Meledak, Bonus Demografi Bisa Berubah Jadi Beban Nasional

Ani RatnasariHardani Triyoga
Last updated: Juli 14, 2026 5:12 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
1 hari lalu
Share
Ilustrasi perceraian di RI meningkat yang dikaitkan dengan alarm demografi masa mendatang.
Ilustrasi perceraian di RI meningkat yang dikaitkan dengan alarm demografi masa mendatang. (Foto: AI).
SHARE

Perceraian di Indonesia bukan lagi sekadar persoalan hubungan suami istri. Di balik naiknya angka perceraian di Indonesia, para ahli menilai tren ini bisa jadi alarm bagi masa depan hingga kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baru-baru ini sebuah video yang diunggah akun Instagram @adv.yayang viral, setelah mengungkap kasus perceraian di Kabupaten Garut yang menyentuh angka 5.000 kasus sejak Januari hingga pertengahan 2026.

Fenomena ini ternyata sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sepanjang 2025, jumlah perceraian di Indonesia sudah mencapai 438.168 kasus. Angka itu meningkat 9,56 persen atau bertambah 38.247 kasus dibandingkan 2024 yang tercatat ada sebanyak 399.921 kasus.

Indonesia saat ini juga tengah menghadapi kondisi perubahan geografis. Berdasarkan data dari BPS, jumlah pernikahan pada 2025 tercatat sebanyak 1.480.048 naik tipis sebesar 0.1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga:
Keyakinan Konsumen Juni 2026 Turun, Tabungan Warga RI Mulai Terkikis Survei Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun pada Juni…
Orang Tua Bercerai, Anak Masih Bisa Bahagia? Yuk Kenalan dengan… Perceraian memang mengakhiri hubungan suami istri, tapi ada satu hubungan yang tidak…
Insentif Motor dan Mobil Listrik Ditunda Lagi hingga Agustus 2026,… Pemerintah kembali menunda rencana pemberian insentif untuk kendaraan listrik atau electric vehicle…
  • Keyakinan Konsumen Juni 2026 Turun, Tabungan Warga RI Mulai Terkikis
  • Orang Tua Bercerai, Anak Masih Bisa Bahagia? Yuk Kenalan dengan Co-parenting
  • Insentif Motor dan Mobil Listrik Ditunda Lagi hingga Agustus 2026, Apa Alasannya?

Sementara itu, angka fertilitas atau Total Fertility Rate (TFR) terus mengalami penurunan. Angka penurunan itu dari 5,61 anak per perempuan pada 1971 menjadi 2,18 pada 2022, dan diproyeksikan akan turun menjadi 1,97 pada 2045. Angka tersebut mendekati bahkan berpotensi berada di bawah tingkat penggantian penduduk atau replacement level sebesar 2,1.

Meningkatnya angka perceraian di tengah perubahan tren demografi memunculkan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada institusi keluarga di Indonesia?

Apakah fenomena ini semata dipicu persoalan ekonomi, atau justru mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap pernikahan?

Sosiolog Universitas Padjajaran Jannus TH Siahaan menjelaskan meningkatnya angka perceraian tak bisa dimaknai sebagai kemerosotan moral masyarakat. Menurutnya, fenomena itu lebih mencerminkan perubahan cara masyarakat memandang pernikahan.

Ia mengatakan masa lalu pernikahan umumnya dilakukan untuk membangun keluarga besar, meningkatkan status sosial, hingga memperbaiki kondisi ekonomi. Namun, kini banyak orang menikah dengan tujuan memperoleh kepuasan emosional atau pemenuhan diri.

Sekarang menikah sebagian besar demi kepuasan emosional, self-fulfillment atau ‘kecelakaan’. Dampaknya jika relasi sudah tidak memuaskan, seseorang kini lebih berani bercerai,”

kata Jannus kepada Owrite, Selasa, 14 Juli 2026.
Dari Konami ke Kojima Productions: Kronologi ‘Perceraian’ Paling Panas di Industri Game

Menurutnya, nilai bertahan demi anak atau nama baik sudah semakin luntur atau tidak sekuat dulu.

Jannus mengatakan perubahan itu sejalan dengan teori ‘The Transformation of Intimacy‘ yang dikemukakan Anthony Giddens. Dalam masyarakat modern pernikahan kini bergeser dari institusi yang bertumpu pada nilai dan norma menjadi hubungan yang lebih berorientasi pada kualitas relasi antar individu.

Tak hanya itu, ini juga membuat struktur keluarga juga mengalami perubahan. Jika dahulu keluarga besar berperan sebagai penengah saat terjadi konflik rumah tangga, kini banyak pasangan hidup terpisah dari keluarga besar sehingga penyelesaian masalah hanya dilakukan berdua.

Ketika tekanan ekonomi juga pengasuhan anak, apalagi dengan kuatnya pengaruh medsos, maka konflik menjadi terasa lebih berat karena support system melemah. Konflik kecil pun berubah dengan cepat menjadi masalah besar,”

ujar Jannus

Jannus juga menyoroti meningkatnya kemandirian perempuan sebagai salah satu perubahan sosial yang ikut mempengaruhi dinamika rumah tangga.

Menurutnya, akses perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan, dan kemandirian finansial membuat mereka memiliki posisi tawar yang lebih kuat dibandingkan masa lalu.

Sekarang kaum perempuan sudah beda dan lebih berdaya untuk berargumentasi menegakkan kebenaran bahkan memilih cerai demi menegakkan harga diri dan martabat,”

jelasnya.

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai tren perceraian yang terus meningkat perlu menjadi perhatian serius karena bisa mempengaruhi keputusan generasi muda untuk menikah dan memiliki anak.

Kalau orang tidak mau menikah atau berkeluarga, tentu pertumbuhan penduduk akan menurun. Generasi berikutnya bisa saja takut menikah karena melihat banyak perceraian,”

kata Trubus kepada Owrite, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menyampaikan bila kondisi ini terus berlanjut Indonesia berpotensi akan seperti Jepang dan Singapura. Kata dia, rakyat di dua negara memiliki angka rendah dalam minat menikah dan memiliki anak.

Pun, ia menambahkan masih banyak kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang punya jumlah anak relatif lebih banyak dibandingkan kelompok ekonomi menengah. Namun, keterbatasan ekonomi seringkali berdampak pada pemenuhan gizi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan.

Kondisi itu bisa mempengaruhi kualitas SDM apabila tidak diintervensi. Anak-anak berisiko mengalami stunting, malnutrisi, dan keterbatasan akses pendidikan sehingga akan berdampak terhadap daya saing di masa depan,”

lanjutnya.
Baca juga:
Bali Disiapkan Jadi ‘Dubai Baru’ Indonesia, Purbaya Godok Insentif Pajak… Rancangan Undang-Undang (RUU) Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masuk Program Legislasi Nasional…
Dasco: Fundamental Ekonomi RI Kuat tapi Digoreng Isu Seolah Negara… Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai ada pihak yang memanfaatkan…
Listrik Bergilir Bikin UMKM Menjerit, Pakar Ungkap Dampak yang Tak… Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa sejak 8 Juni 2026…
  • Bali Disiapkan Jadi ‘Dubai Baru’ Indonesia, Purbaya Godok Insentif Pajak Khusus
  • Dasco: Fundamental Ekonomi RI Kuat tapi Digoreng Isu Seolah Negara Sedang Runtuh
  • Listrik Bergilir Bikin UMKM Menjerit, Pakar Ungkap Dampak yang Tak Bisa Diremehkan

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat kelompok masyarakat kelas menengah melalui berbagai kebijakan seperti insentif ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga kebijakan perpajakan yang lebih mendukung daya beli masyarakat.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi juga jadi salah satu faktor yang membuat banyak pasangan menunda memiliki anak.

Ketika pekerjaan sulit dan pendapatan tidak mencukupi, persoalan ekonomi sering menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga. Pada akhirnya, kondisi itu juga bisa berujung pada perceraian,”

katanya.

Menurut Trubus, selain perkuat ekonomi masyarakat, pemerintah juga perlu memperluas edukasi pranikah, pendampingan keluarga. Selain itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi proses mediasi bagi pasangan yang menghadapi konflik rumah tangga sebelum memutuskan bercerai.

Tag:DemografiEkonomiinsentiflapangan kerjaPerceraian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kejagung Teken 3 Sprindik Baru: Febrie Diperiksa Sebagai Saksi, Belum Ada Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna
1
Spanyol Gilas Prancis 2-0! Mbappe Frustrasi, La Roja Melaju ke Final Piala Dunia 2026
By Hadi Febriansyah
Pemain Timnas Spanyol selebrasi usai cetak gol ke gawang Prancis.
2
Gibran Dikenal karena Jokowi Itu Hal Biasa, Sudah Jadi Budaya Politik di Indonesia
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa warga dan pekerja saat meninjau perkebunan di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.
3
Trump Mau Ambil Alih Selat Hormuz, Iran Balas Ultimatum: Kami akan Paksa AS Tunduk!
By Natania Longdong
Ilustrasi foto Selat Hormuz memanas imbas militer AS dan Iran saling serang.
4
NCB Polri Sukses Pulangkan Buron Saham Tambang Kariatun Tan dari China
By Rahmat Baihaqi
NCB Interpol Polri bersama Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi LGBTQ
Hype

Sosiolog: Perpres LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Berpotensi Memicu Gesekan Antar Kelompok

Sosiolog Jannus TH Siahaan mengatakan potensi gesekan antar kelompok akan meningkat usai…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
7 jam lalu
Ilustrasi LGBTQ
Hype

Sosiolog Soroti Perpres LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter: Berpotensi Perkuat Stigma Sosial

Sosiolog Jannus TH Siahaan memberi tanggapan terkait dicantumkannya penyebaran budaya Lesbian, Gay,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
7 jam lalu
Emilia Ferrero
Hype

Lima Emilia Ferrero, Kekasih Julián Álvarez yang Curi Perhatian di Piala Dunia 2026

Kehadiran Emilia Ferrero mendukung sang kekasih Julián Álvarez saat Timnas Argentina berlaga…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
23 jam lalu
Ilustrasi persiapan meal prep
Hype

Meal Prep Jadi Solusi Bekal Praktis, Hemat Waktu dan Pengeluaran

Menyiapkan bekal setiap hari sering kali menjadi tantangan, terutama bagi pekerja, mahasiswa,…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up