Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Angka Perceraian Meledak, Bonus Demografi Bisa Berubah Jadi Beban Nasional
Hype

Angka Perceraian Meledak, Bonus Demografi Bisa Berubah Jadi Beban Nasional

Ani RatnasariHardani Triyoga
Last updated: Juli 14, 2026 5:12 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi perceraian di RI meningkat yang dikaitkan dengan alarm demografi masa mendatang.
Ilustrasi perceraian di RI meningkat yang dikaitkan dengan alarm demografi masa mendatang. (Foto: AI).
SHARE

Perceraian di Indonesia bukan lagi sekadar persoalan hubungan suami istri. Di balik naiknya angka perceraian di Indonesia, para ahli menilai tren ini bisa jadi alarm bagi masa depan hingga kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baru-baru ini sebuah video yang diunggah akun Instagram @adv.yayang viral, setelah mengungkap kasus perceraian di Kabupaten Garut yang menyentuh angka 5.000 kasus sejak Januari hingga pertengahan 2026.

Fenomena ini ternyata sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sepanjang 2025, jumlah perceraian di Indonesia sudah mencapai 438.168 kasus. Angka itu meningkat 9,56 persen atau bertambah 38.247 kasus dibandingkan 2024 yang tercatat ada sebanyak 399.921 kasus.

Indonesia saat ini juga tengah menghadapi kondisi perubahan geografis. Berdasarkan data dari BPS, jumlah pernikahan pada 2025 tercatat sebanyak 1.480.048 naik tipis sebesar 0.1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga:
Purbaya Akui Pendapatan Kelas Menengah Amblas, Tapi Klaim Dua Tahun… Menteri Keuangan Purbaya mengakui kondisi masyarakat kelas menengah tengah tertekan, yang tercermin…
BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG, Kini Tak Lagi Dibagi… Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengubah skema insentif bagi dapur program Makan…
Ekonomi Era Prabowo-Gibran Dianggap Stabil, Tapi Belum Mampu Tancap Gas Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, kondisi ekonomi Indonesia dinilai relatif stabil meski…
  • Purbaya Akui Pendapatan Kelas Menengah Amblas, Tapi Klaim Dua Tahun Lagi Bangkit 
  • BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG, Kini Tak Lagi Dibagi Rata Rp6…
  • Ekonomi Era Prabowo-Gibran Dianggap Stabil, Tapi Belum Mampu Tancap Gas

Sementara itu, angka fertilitas atau Total Fertility Rate (TFR) terus mengalami penurunan. Angka penurunan itu dari 5,61 anak per perempuan pada 1971 menjadi 2,18 pada 2022, dan diproyeksikan akan turun menjadi 1,97 pada 2045. Angka tersebut mendekati bahkan berpotensi berada di bawah tingkat penggantian penduduk atau replacement level sebesar 2,1.

Meningkatnya angka perceraian di tengah perubahan tren demografi memunculkan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada institusi keluarga di Indonesia?

Apakah fenomena ini semata dipicu persoalan ekonomi, atau justru mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap pernikahan?

Sosiolog Universitas Padjajaran Jannus TH Siahaan menjelaskan meningkatnya angka perceraian tak bisa dimaknai sebagai kemerosotan moral masyarakat. Menurutnya, fenomena itu lebih mencerminkan perubahan cara masyarakat memandang pernikahan.

Ia mengatakan masa lalu pernikahan umumnya dilakukan untuk membangun keluarga besar, meningkatkan status sosial, hingga memperbaiki kondisi ekonomi. Namun, kini banyak orang menikah dengan tujuan memperoleh kepuasan emosional atau pemenuhan diri.

Sekarang menikah sebagian besar demi kepuasan emosional, self-fulfillment atau ‘kecelakaan’. Dampaknya jika relasi sudah tidak memuaskan, seseorang kini lebih berani bercerai,”

kata Jannus kepada Owrite, Selasa, 14 Juli 2026.
Dari Konami ke Kojima Productions: Kronologi ‘Perceraian’ Paling Panas di Industri Game

Menurutnya, nilai bertahan demi anak atau nama baik sudah semakin luntur atau tidak sekuat dulu.

Jannus mengatakan perubahan itu sejalan dengan teori ‘The Transformation of Intimacy‘ yang dikemukakan Anthony Giddens. Dalam masyarakat modern pernikahan kini bergeser dari institusi yang bertumpu pada nilai dan norma menjadi hubungan yang lebih berorientasi pada kualitas relasi antar individu.

Tak hanya itu, ini juga membuat struktur keluarga juga mengalami perubahan. Jika dahulu keluarga besar berperan sebagai penengah saat terjadi konflik rumah tangga, kini banyak pasangan hidup terpisah dari keluarga besar sehingga penyelesaian masalah hanya dilakukan berdua.

Ketika tekanan ekonomi juga pengasuhan anak, apalagi dengan kuatnya pengaruh medsos, maka konflik menjadi terasa lebih berat karena support system melemah. Konflik kecil pun berubah dengan cepat menjadi masalah besar,”

ujar Jannus

Jannus juga menyoroti meningkatnya kemandirian perempuan sebagai salah satu perubahan sosial yang ikut mempengaruhi dinamika rumah tangga.

Menurutnya, akses perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan, dan kemandirian finansial membuat mereka memiliki posisi tawar yang lebih kuat dibandingkan masa lalu.

Sekarang kaum perempuan sudah beda dan lebih berdaya untuk berargumentasi menegakkan kebenaran bahkan memilih cerai demi menegakkan harga diri dan martabat,”

jelasnya.

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai tren perceraian yang terus meningkat perlu menjadi perhatian serius karena bisa mempengaruhi keputusan generasi muda untuk menikah dan memiliki anak.

Kalau orang tidak mau menikah atau berkeluarga, tentu pertumbuhan penduduk akan menurun. Generasi berikutnya bisa saja takut menikah karena melihat banyak perceraian,”

kata Trubus kepada Owrite, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menyampaikan bila kondisi ini terus berlanjut Indonesia berpotensi akan seperti Jepang dan Singapura. Kata dia, rakyat di dua negara memiliki angka rendah dalam minat menikah dan memiliki anak.

Pun, ia menambahkan masih banyak kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang punya jumlah anak relatif lebih banyak dibandingkan kelompok ekonomi menengah. Namun, keterbatasan ekonomi seringkali berdampak pada pemenuhan gizi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan.

Kondisi itu bisa mempengaruhi kualitas SDM apabila tidak diintervensi. Anak-anak berisiko mengalami stunting, malnutrisi, dan keterbatasan akses pendidikan sehingga akan berdampak terhadap daya saing di masa depan,”

lanjutnya.
Baca juga:
Purbaya Bongkar Syarat Ekonomi RI Bisa Serap Tenaga Kerja: Harus… Ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh di atas 5 persen di tengah ketidakpastian…
Lapangan Kerja Susah, Mau Cari Nafkah ke Luar Negeri Malah… Sulitnya mendapatkan pekerjaan di dalam negeri membuat sebagian warga memilih mencari nafkah…
Nakes di NTT Jadi Korban Tapi Tetap Bertugas, DPR Minta… Bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya menyisakan warga…
  • Purbaya Bongkar Syarat Ekonomi RI Bisa Serap Tenaga Kerja: Harus Tumbuh Lebih…
  • Lapangan Kerja Susah, Mau Cari Nafkah ke Luar Negeri Malah Dipersulit Pemerintah
  • Nakes di NTT Jadi Korban Tapi Tetap Bertugas, DPR Minta Kemenkes Peka…

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat kelompok masyarakat kelas menengah melalui berbagai kebijakan seperti insentif ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga kebijakan perpajakan yang lebih mendukung daya beli masyarakat.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi juga jadi salah satu faktor yang membuat banyak pasangan menunda memiliki anak.

Ketika pekerjaan sulit dan pendapatan tidak mencukupi, persoalan ekonomi sering menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga. Pada akhirnya, kondisi itu juga bisa berujung pada perceraian,”

katanya.

Menurut Trubus, selain perkuat ekonomi masyarakat, pemerintah juga perlu memperluas edukasi pranikah, pendampingan keluarga. Selain itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi proses mediasi bagi pasangan yang menghadapi konflik rumah tangga sebelum memutuskan bercerai.

Tag:DemografiEkonomiinsentiflapangan kerjaPerceraian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Terungkap! 6 Juta Data MBG Ganda, BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Kas Negara
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
1
Dalih Sudaryono Soal Masih Adanya Keracunan MBG: 80-90 Persen karena SOP Tak Dipatuhi
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)ÊSudaryono mencoba menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Bantarjati 09 dalam inspeksi mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
2
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
3
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
4
Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur Usai Lawan Api, Pengorbanannya di Garis Depan Bikin Netizen Terharu
By Ani Ratnasari
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Penyanyi Ari Lasso
Hype

Ari Lasso Puji Pilot Garuda GA604 Usai Berhasil Mendarat Dengan Aman Setelah Ban Kanan Pesawat Pecah

Pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta-Makassar berhasil mendarat dengan selamat di Bandara…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Ilustrasi regulasi hukuman mati pembakar hutan.
Hype

Aljazair Siapkan Hukuman Mati Pembakar Hutan, Bagaimana Indonesia?

Aljazair mengambil langkah tegas dalam menangani kasus pembakaran hutan. Presiden Abdelmadjid Tebboune…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
18 jam lalu
Petani menanam bibit padi di area persawahan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).
Hype

Kementan Dapat Rp28 Triliun untuk 2027, Padi hingga Tebu Jadi Prioritas

Kementerian Pertanian mendapat dukungan anggaran Rp28,02 triliun untuk tahun 2027. Komisi IV…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
19 jam lalu
Resep Ayam Goreng Bawang Putih
Hype

Resep Ayam Goreng Bawang Putih yang Gurih dan Kriuk, Cocok Jadi Menu Makan Siang

Ayam goreng bawang putih bisa menjadi pilihan menu makan siang yang sederhana,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
24 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up