Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur menyoroti penggunaan pendekatan militer dan kepolisian dalam berbagai proyek pembangunan.
Menurutnya, pendekatan tersebut membuat kepentingan pembangunan bertemu dengan kepentingan sumber daya alam dan sektor ekstraktif melalui tangan aparat.
Semua proyek, pangan, proyek makan bergizi, proyek koperasi, semua proyek pendekatannya sekuritisasi,”
kata Isnur dalam acara pembukaan Diskusi Plenary Konferensi Demokrasi, Negara Hukum dan Aksi Iklim melalui kanal YouTube, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurut Isnur, pendekatan tersebut kemudian bertemu dengan kepentingan sumber daya alam, lingkungan, dan kepentingan ekstraktif. Kepentingan tersebut, kata dia, beririsan dengan kekuasaan melalui keterlibatan aparat.






