Psikolog Meity Arianty merespons wacana Presiden Prabowo Subianto terkait pembelajaran bahasa asing kepada siswa SD. Ia menyorot durasi belajar ideal bagi anak.
“Anak usia 6–7 tahun, bisa sekitar 1–2 jam per minggu, tetapi dibagi menjadi sesi pendek 30–45 menit sebanyak 2–3 kali, bukan satu sesi panjang,”
ujar Meity kepada Owrite.id, dikutip pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Pembagian waktu menjadi sesi pendek dinilai lebih sesuai dengan kondisi psikologis anak usia 6–7 tahun. Pembelajaran bahasa asing pada tahap tersebut juga tidak seharusnya diarahkan untuk mengejar kemampuan akademik tinggi.
“Berdasar perspektif psikologis, untuk anak kelas 1 tujuan utama bukan mengejar kemampuan akademik tinggi, melainkan membangun rasa kenal (familiarity), kosakata dasar, keberanian berbicara, dan pengalaman positif terhadap bahasa asing,”
kata dia.
Ideal
Meity menambahkan penelitian mengenai pendidikan bahasa asing tingkat SD menunjukkan sekitar 60 menit pembelajaran per minggu sudah menjadi ambang minimal yang cukup realistis untuk menghasilkan kemajuan.
Penambahan waktu belajar dapat memberikan manfaat selama kualitas pengajaran dan intensitas interaksi bahasa tetap baik.
“Jadi, 1–2 jam per minggu dengan metode bermain, lagu, cerita, percakapan sederhana, dan aktivitas gerak, menurut saya lebih ideal daripada 3–4 jam pembelajaran formal yang berpotensi menambah beban kognitif anak,”
tutur dia.
Dalam penerapan, Meity menganggap durasi belajar perlu menjadi salah satu aspek yang diperhatikan agar pengenalan bahasa asing kepada anak tidak berubah menjadi tambahan beban akademik.
“Tujuan pembelajaran pada tahap awal sebaiknya lebih diarahkan untuk membangun ketertarikan dan pengalaman positif anak terhadap bahasa asing,”
kata dia.
Bersaing
Presiden Prabowo mewacanakan agar pembelajaran bahasa asing mulai diajarkan kepada siswa SD sejak kelas 1. Ia menyampaikan itu dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Tujuan pembelajaran guna meningkatkan daya saing global generasi muda Indonesia dan memperluas peluang kerja di kancah internasional. Alasan pembelajaran lantaran anak di bawah usia 11 atau 12 tahun dinilai lebuh cepat menyerap dan belajar bahasa baru.
Beberapa bahasa yang ditekankan untuk dikuasai yakni bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, dan Rusia.























