Pemerintah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi dampak El Nino, musim kering, kekeringan, dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan OMC dilakukan untuk menjaga ketersediaan air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya.
Kita mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk menambah volume air permukaan yang ada di wilayah IKN dan sekitarnya,”
ujar Danis dalam keterangannya Selasa, 25 Agustus 2026.
Tebar 800 Kg Garam


Adapun OMC merupakan upaya berbasis sains dan teknologi untuk mengoptimalkan potensi terjadinya hujan melalui penyemaian awan atau cloud seeding. Pelaksanaannya dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer agar bahan semai dapat diarahkan pada awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan.
Pelaksanaan OMC sudah dan sedang berlangsung sejak Jumat (21/08/2026) hingga Senin (24/08/2026). Per Senin (24/08/2026) pukul 10.00 WITA, telah dilaksanakan lima sortie penerbangan menggunakan pesawat Casa 212 A-2105 dari Markas Operasi Lanud Dhomber, Balikpapan, dengan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) pada setiap sortie.
Sementara itu Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan/BMKG Djoko Sumardiono mengatakan pelaksanaan OMC bergantung pada pertumbuhan awan potensial. Karena itu, pemantauan awan, arah dan kecepatan angin, serta waktu penyemaian menjadi dasar utama operasi.
Terkait cuaca terkini, di Kalimantan Timur sudah hampir dua pekan ini tidak turun hujan. Untuk operasi modifikasi cuaca kali ini, perkembangan awan untuk hari ini ada di perbatasan utara Kalimantan Timur itu sangat bagus dilakukan operasi ini. Secara historis tingkat keberhasilan (OMC) ini di angka 30 persen karena ini musim kemarau yang langka awan,”
jelasnya.
Berdasarkan perkembangan pelaksanaan OMC hingga Senin, 24 Agustus 2026 pukul 10.00 WITA, hujan mulai terpantau di sejumlah wilayah.
Data Pos Curah Hujan Long Lebusan, wilayah Hulu WS Mahakam, mencatat hujan di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 02.00–02.30 WITA dengan curah hujan sekitar 20 milimeter. Selain itu, terdapat informasi hujan juga terjadi di daerah sekitar Kutai Kartanegara.
Di kawasan IKN, muka air pada intake Sungai Sepaku yang menjadi salah satu sumber air baku untuk kebutuhan IKN turut mengalami kenaikan. Elevasi air yang sebelumnya berada di +2,04 meter meningkat menjadi +2,05 meter atau naik sekitar 1 sentimeter pada pukul 08.20 WITA, dan diharapkan dapat terus bertambah.
Waspadai Karhutla


Di samping itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan mengatakan potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai. Sehingga, pencegahan dan edukasi kepada masyarakat tetap dilakukan.
Dia menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh per Agustus total sudah ada 273 titik kejadian kebakaran lahan. Luas lahannya sekitar 752 hektare.
Penanganan tetap dilakukan, termasuk upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat, melalui surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup agar tidak melakukan pembakaran lahan,”
ujar Buyung.
Adapun OMC dilakukan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), BPBD, dan sejumlah instansi terkait.

























