Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali jadi perhatian pemerintah seiring meningkatnya hotspot di sejumlah wilayah Kalimantan pada Agustus 2026. Kondisi tersebut juga diikuti laporan masyarakat mengenai kabut asap dan menurunnya jarak pandang di beberapa wilayah.
Melansir dari laman Kementerian Komunikasi dan Digital, Selasa, 25 Agustus 2026, pemerintah memperkuat penanganan melalui operasi terpadu yang melibatkan Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, TNI, Poltsi, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, hingga masyarakat.
Berbagai langkah dilakukan untuk mencegah api meluas. Salah satunya pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk bantu meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah rawan. Namun, seberapa efektif OMC dalam menekan luas kebakaran hutan dan lahan?
Hotspot Karhutla Meningkat
Berdasarkan pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan menunjukkan perkembangan yang cukup dinamis pada 17–19 Agustus 2026.
Pada 17 Agustus, terdeteksi 93 hotspot di Kalimantan Barat, 28 hotspot di Kalimantan Tengah, dan dua hotspot di Kalimantan Selatan. Jumlah tersebut kemudian berubah pada 18 Agustus, dengan 15 hotspot di Kalimantan Barat, 73 di Kalimantan Tengah, dan 21 di Kalimantan Selatan.
Peningkatan cukup signifikan terjadi pada 19 Agustus. Kalimantan Barat mencatat 259 hotspot berkepercayaan tinggi, Kalimantan Tengah 242 titik, dan Kalimantan Selatan 17 titik. Totalnya mencapai 518 hotspot atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.
Penanganan Karhutla
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah memperkuat operasi terpadu di tiga provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Penanganan dilakukan melalui patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, pemadaman darat, pembasahan dan pendinginan, hingga penyekatan area terbakar.
Pemerintah juga memperkuat sarana pemadaman, termasuk pembangunan dan pengaktifan sumur bor di wilayah prioritas. Langkah tersebut penting terutama pada lahan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan.
Selain penanganan langsung di lokasi kebakaran, pemerintah menggunakan OMC sebagai salah satu strategi untuk membantu mengendalikan karhutla. OMC dilakukan dengan memanfaatkan kondisi atmosfer dan menyemai awan yang memenuhi persyaratan teknis agar peluang terjadinya hujan dapat meningkat.
Hujan yang turun diharapkan membantu membasahi wilayah rawan dan mengurangi kondisi kering yang mendukung penyebaran api.
Di Kalimantan Barat, OMC telah dilaksanakan pada 13–17 Agustus 2026 melalui Posko Pontianak. Dalam periode tersebut terdapat sembilan sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian mencapai 10,92 juta meter kubik.
Peluang OMC
Peluang pelaksanaan OMC kembali terbuka pada 23–27 Agustus 2026. BMKG masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melihat kemungkinan pelaksanaan operasi berdasarkan kondisi atmosfer.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah, OMC telah dilakukan pada 27 Juli–4 Agustus dan 11–15 Agustus 2026. Secara keseluruhan, terdapat 13 sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian sekitar 4,8 juta meter kubik.
Untuk mengetahui dampak OMC terhadap kebakaran, diperlukan perbandingan sejumlah indikator, seperti luas area terbakar, perkembangan titik api, curah hujan, kondisi kelembapan lahan, serta perubahan kondisi kebakaran sebelum dan setelah OMC.
Faktor cuaca juga perlu diperhitungkan karena turunnya hotspot atau meluasnya kebakaran tidak selalu disebabkan oleh OMC. Hujan alami, perubahan arah angin, kelembapan, kondisi vegetasi, karakteristik lahan, hingga keberhasilan pemadaman darat juga memengaruhi perkembangan karhutla.
Dengan demikian, OMC lebih tepat dipandang sebagai salah satu instrumen pendukung pengendalian karhutla, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan penanganan.
Namun, efektivitasnya terhadap luas kebakaran tetap perlu dilihat bersama data lapangan dan berbagai faktor lain yang memengaruhi perkembangan karhutla.


























