Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 26 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 147 Jadi 8: Bareskrim dan KPA Beda Hitung Kasus Konflik Agraria
Nasional

147 Jadi 8: Bareskrim dan KPA Beda Hitung Kasus Konflik Agraria

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
Last updated: Agustus 26, 2026 4:03 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
1 jam lalu
Share
Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kawulo Alit Mandiri membentangkan spanduk saat unjuk rasa bertajuk "Tolak Kriminalisasi Petani" di depan Mapolda Jawa Tengah di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kawulo Alit Mandiri membentangkan spanduk saat unjuk rasa bertajuk "Tolak Kriminalisasi Petani" di depan Mapolda Jawa Tengah di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026). (ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.)
SHARE

Bareskrim Polri membantah temuan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) perihal 147 kasus dugaan kriminalisasi dalam konflik agraria. Setelah melalui verifikasi, kepolisian menyebut hanya delapan kasus yang masih berproses hukum.

Daftar isi Konten
  • Kroscek
  • Demi Adil
  • Desak Kapolri Turun Tangan

“Berdasar seluruh data yang disampaikan oleh KPA, setelah kami supervisi dan lakukan langkah-langkah, kasus yang benar-benar masih dalam proses hukum hanya tersisa 8 kasus,”

kata Kabareskrim Polri Komjen Syahar Diantono, dalam rapat dengan Komisi III DPR RI, Rabu, 26 Agustus 2026.

Rinciannya, enam kasus tahap penyelidikan dan dua kasus pada tahap penyidikan.

Baca juga:
Konflik Agraria Bukan Cuma Soal Pasal, Kabareskrim: Hukum Jangan Membungkam Kabareskrim Polri Komjen Syahar Diantono mengakui sengketa tanah merupakan persoalan struktural yang…
Demo 27 Agustus 2026 di DPR/MPR: Ini Daftar Aliansi dan… Kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, diperkirakan akan jadi salah satu titik…
Sempat Bikin Komisi III Geram, Kabareskrim Kini Bawa “Pasukan Lengkap”… Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahar Diantono mengatakan ketidakhadiran polisi dalam rapat pembahasan…
  • Konflik Agraria Bukan Cuma Soal Pasal, Kabareskrim: Hukum Jangan Membungkam
  • Demo 27 Agustus 2026 di DPR/MPR: Ini Daftar Aliansi dan Tuntutannya
  • Sempat Bikin Komisi III Geram, Kabareskrim Kini Bawa “Pasukan Lengkap” Bahas Konflik…

Kroscek

Sementara, 147 kasus tersebut tersebar di 12 provinsi. Mayoritas berada di sektor perkebunan, dengan 118 kasus. Selain perkebunan, KPA mencatat 21 kasus berada di sektor pertambangan dan delapan kasus di sektor kehutanan. Bareskrim kemudian mencocokkan data tersebut, hasilnya berbeda.

“Data 147 kasus yang disampaikan, setelah diverifikasi menyeluruh dengan data penyidikan di satuan kewilayahan, hasilnya terdapat 32 Laporan Polisi (LP) dan 5 Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang aktif ditangani oleh 12 Polda jajaran,”

ucap Syahar.

Sementara itu, sejumlah perkara lainnya telah dihentikan atau diarahkan menggunakan mekanisme penyelesaian yang berbeda. Misal, delapan kasus telah selesai melalui keadilan restoratif.

“Kasus yang henti penyelidikan (SP2Lid) bertambah menjadi 5 kasus. Kasus yang henti penyidikan (SP3) bertambah menjadi 3 kasus,”

ujar Syahar.

Polri juga mencatat 10 kasus berpotensi diselesaikan melalui keadilan restoratif, dan tiga perkara lain berada pada tahap 1 (pelimpahan berkas) dan tahap 2 (penyerahan tersangka dan barang bukti)

Dengan kondisi tersebut, Syahar menyebut hanya delapan perkara yang masih benar-benar berada dalam proses hukum.

Demi Adil

Syahar mengatakan verifikasi merupakan upaya Polri memastikan penanganan konflik agraria berjalan sesuai prosedur dan tidak mencederai keadilan masyarakat.

Polri juga menurunkan tim dari Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim untuk melakukan supervisi terhadap penanganan perkara agraria di 12 Polda berdasarkan data KPA dan hasil verifikasi Bareskrim.

Syahar berpendapat proses pengawasan akan terus dilakukan, termasuk melalui asistensi kepada Polda yang menangani perkara agraria dengan mengutamakan keadilan restoratif.

Desak Kapolri Turun Tangan

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR Kamis, 20 Agustus 2026, Sekjen KPA Dewi Kartika menyebut ada 147 kasus pemidanaan terhadap petani dan masyarakat adat di 11 provinsi.

Maka penanganan konflik agraria tidak bisa dilakukan dengan pendekatan hukum semata hingga berujung pada penangkapan warga. Bahkan dia meminta Kapolri turun tangan karena menilai ada instruksi dari pusat yang mendorong penangkapan di tingkat daerah.

Dewi mengatakan permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab konflik agraria yang terjadi di berbagai daerah berkaitan dengan persoalan struktural dan tidak bisa dipandang sebagai perkara pidana biasa.

“Karena banyak sekali instruksi-instruksi yang sebenarnya berasal dari pusat yang mendorong Polda, Polres, Polsek, untuk menangkap (masyarakat) yang berkaitan dengan konflik-konflik agraria,”

ujar dia.

KPA menilai kondisi tersebut membuat masyarakat yang sedang memperjuangkan hak atas tanah justru berhadapan dengan aparat penegak hukum. Padahal akar masalah dari konflik agraria struktural yang melibatkan ketimpangan penguasaan lahan dan persoalan kebijakan.

Dewi menyebut persoalan tersebut menjadi salah satu alasan KPA meminta kepolisian memahami karakter konflik agraria sebelum menggunakan pendekatan pidana. 

Baca juga:
Gempa NTT Bikin Warga Mampu Jatuh Miskin, DPR Minta Kemensos… Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya meninggalkan kerusakan…
Penyelundupan Emas “Body Strapping”, Bareskrim Bongkar Markas Jaringan China Sebuah rumah di Jalan Cendana Golf III Nomor 9, Penjaringan, Jakarta Utara,…
Karhutla Berulang, Komisi IV DPR Desak Audit Korporasi: Bukan Cuma… Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendesak pemerintah segera…
  • Gempa NTT Bikin Warga Mampu Jatuh Miskin, DPR Minta Kemensos Perluas Perlindungan…
  • Penyelundupan Emas “Body Strapping”, Bareskrim Bongkar Markas Jaringan China
  • Karhutla Berulang, Komisi IV DPR Desak Audit Korporasi: Bukan Cuma Padamkan Api
Tag:agrariabareskrimDPRKeadilan RestoratifKonsorsium Pembaruan AgrariaKPA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral Video Rombongan Bus Serbu Jakarta Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Cek Tol dan Temukan Fakta Ini
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi bus di jalan tol.
1
Saat Bantuan Menipis di Pengungsian: Gempa NTT Buka Borok Penanganan Bencana
By Syifa Fauziah
Sejumlah pengungsi beraktivitas di tenda pengungsian mandiri di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
2
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
3
Prabowo Klaim Karhutla Mulai Teratasi, Target Semua Api Padam dalam Satu-Dua Pekan ke Depan
By Natania Longdong
Presiden RI Prabowo Subianto saat luncurkan program PLTS 100 GWp, Kabupaten Jembrana, Bali.
4
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto di NTT. (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)
Nasional

Prabowo Ungkap Alasan Tak Langsung ke NTT Saat Gempa: Tak Mau Ganggu Konsentrasi Pemda

Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasannya tidak langsung mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT)…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
53 menit lalu
Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kawulo Alit Mandiri membentangkan spanduk saat unjuk rasa bertajuk "Tolak Kriminalisasi Petani" menuju Mapolda Jawa Tengah di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
Nasional

Sempat Bikin Komisi III Geram, Kabareskrim Kini Bawa “Pasukan Lengkap” Bahas Konflik Agraria

Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahar Diantono mengatakan ketidakhadiran polisi dalam rapat pembahasan…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
2 jam lalu
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Papua Maikel Primus. (Sumber: Dok. Walhi)
Nasional

Karhutla Menjalar hingga Papua, Walhi: Titik Api Ada di Dalam Konsesi Food Estate Prabowo

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua Maikel Primus menyebut hampir…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
Warga berupaya memadamkan Kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (24/8/2026).
Nasional

Gambut Rusak Jadi Bom Waktu: Walhi Sebut 6 Wilayah Rawan Karhutla di Kalteng

Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah Janang Firman Palanungkai menyatakan enam daerah di…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up