“Sampai sekarang ini sudah delapan Presiden, kan? Belum ada satu kepastian dari pemerintah. Apa visi penyelesaian?”
ujar dia.
Tidak jadi Bahasan Nasional?
Persoalan tersebut bukan karena pemerintah sama sekali tidak mengetahui kondisi Papua, namun perhatian terhadap situasi sebenarnya seolah tak pernah jadi perbincangan nasional. Ia mengaku bulan lalu merupakan kunjungan terakhir ke Papua dan menganggap situasi di sana memprihatinkan.
“Saya bulan lalu saya ke sana, saya meninjau. (Hasilnya) cukup memprihatinkan, tetapi tidak ada pemberitaan di tingkat nasional,”
kata dia.
Yorrys berpendapat pemberitaan mengenai kondisi Papua masih minim dan ini menjadi persoalan tersendiri. Dia berharap media kembali memberi perhatian terhadap konflik dan persoalan kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut.
“Ini hampir tidak ada. Apalagi di pemerintahan yang baru dua tahun ini, sementara eskalasi kekerasan meningkat cukup drastis,”
lanjut dia.
Belum Pernah Temu
Yorrys menyinggung belum ada pernyataan Presiden Prabowo mengenai persoalan Papua. Saat ditanya apakah hal itu menunjukkan masih minimnya komitmen pemerintah terhadap Papua? Dia justru menyerahkan penilaian kepada awak media.
“Kalian yang paling tahu. Iya, kan?”
kata Yorrys.
Dia juga mengungkapkan DPD belum pernah bertemu Presiden secara formal untuk membahas persoalan konflik Papua. Namun, menurutnya, pihak DPD telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut melalui berbagai jalur.
Yorrys berharap kerja Pansus Papua dapat menjadi momentum untuk kembali mendorong penyelesaian persoalan Papua.
“Itu harapan kami, mudah-mudahan dengan awal yang baik ini, niat dan semangat idealisme yang sama, mari selesaikan Papua dalam konteks NKRI,”
kata dia.