Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan perkuliahan tidak otomatis dialihkan ke sistem pembelajaran daring saat terjadi paparan abu vulkanik.
Keputusan mengenai metode pembelajaran tetap menjadi kewenangan masing-masing perguruan tinggi. Kampus dinilai paling memahami kondisi wilayah, termasuk tingkat paparan abu vulkanik dan kebutuhan mahasiswa.
“Kampus adalah entitas yang selalu independen,”
kata Stella di Gedung DPR RI, dikutip Selasa, 8 September 2026.
Ia menegaskan pihaknya tetap mendukung perguruan tinggi, tetapi keputusan terkait kegiatan akademik disesuaikan dengan kondisi masing-masing kampus.
“Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan dukungan sepenuhnya untuk segala sesuatu yang berjalan di perguruan tinggi, namun mereka adalah entitas independen,”
ujar Stella.
Tak Semua Lewat Layar
Stella mengingatkan kondisi perguruan tinggi di Indonesia tidak seragam. Ada lebih dari 4.000 perguruan tinggi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, sementara tidak semua berada di wilayah terdampak abu vulkanik.
Maka ia meminta keputusan mengenai pembelajaran daring tidak berlaku untuk seluruh kampus. Untuk wilayah yang terdampak abu vulkanik, Stella mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan.
“(Kami mengimbau masyarakat) sebisa mungkin stay indoor,”
ucap dia.
Stella menjelaskan abu vulkanik berukuran sangat halus dan dapat mengandung silika. Paparan debu vulkanik perlu diantisipasi, meski ia meminta masyarakat tidak langsung panik.
Maka, keputusan mengenai aktivitas di luar ruangan harus mempertimbangkan perbandingan manfaat dan risiko. Stella juga menegaskan pembelajaran tatap muka di kampus tidak serta-merta harus dihentikan lantaran aktivitas belajar di dalam ruangan tetap bermanfaat.
“Tidak, tidak harus daring,”
tegas dia.
Namun, ia mengingatkan penundaan kegiatan mahasiswa yang dilakukan di luar ruangan bagi wilayah dengan paparan abu tinggi.
“Kalau ada kegiatan luar (ruangan), (bagi mahasiswa) di Jakarta dan Lampung, jangan dulu (melakukan itu),”
ucap Stella.


























