Nama anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Eva Stevany Rataba, menjadi sorotan setelah tercatat dalam kelompok desil 4 data sosial ekonomi. Namun, Eva membantah pernah menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).
Eva menegaskan dirinya tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima PKH. Ia juga menyatakan tidak pernah menerima bantuan sosial tersebut.
Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan sosial tersebut,”
kata Eva dalam klarifikasinya, Selasa, 8 September 2026.
Heran Namanya Tercatut


Eva mengaku heran ketika mengetahui namanya tercatat dalam desil 4. Persoalan itu kemudian langsung dipertanyakannya dalam rapat Komisi X DPR RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Saya sendiri merasa heran ketika mengetahui bahwa nama saya tercatat dalam desil 4,”
ujarnya.
Tak berhenti di forum DPR, Eva juga mendatangi langsung Kantor Dinas Sosial Kabupaten Toraja Utara. Ia meminta penjelasan sekaligus memastikan data tersebut diperiksa dan diperbaiki sesuai kondisi sebenarnya.
Eva juga mengingatkan bahwa masuk desil 4 tidak otomatis berarti seseorang pernah menerima PKH. Ia menjelaskan, data desil merupakan pengelompokan kondisi sosial ekonomi, sedangkan penetapan penerima bansos memiliki proses dan persyaratan tersendiri.
Karena itu, Eva membantah pemberitaan atau pernyataan yang menyebut dirinya pernah menerima PKH.
Oleh karena itu, pemberitaan atau pernyataan yang menyebutkan bahwa saya pernah menerima bantuan PKH adalah tidak benar dan tidak sesuai fakta,”
tegasnya.
Ini Bukan Hanya Kesalahan Data
Eva sendiri memilih melihat kasus tersebut sebagai persoalan yang lebih besar daripada sekadar kesalahan pada datanya. Ia menilai kejadian itu menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah dalam sistem pendataan sosial ekonomi pemerintah.
Jika data seorang anggota DPR RI saja dapat keliru, tentu ada kemungkinan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan juga mengalami kesalahan pendataan,”
kata Eva.
Ia meminta instansi terkait segera melakukan penelusuran dan memperbaiki data yang keliru. Eva berharap sistem pendataan bantuan sosial dapat dibuat lebih akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Klarifikasi serupa juga diungkap oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Ia menyebut Eva memang telah melakukan klarifikasi terkait persoalan tersebut.
Sudah klarfikasi yang bersangkutan nggak pernah terima bansos, mungkin namanya terbawa itu,”
kata Sahroni saat dikonfirmasi soal polemik tersebut.
Sahroni juga menyebut nama Eva tercatut dalam data. Menurut dia, Eva telah mengambil langkah dengan mendatangi langsung Dinas Sosial untuk meluruskan persoalan tersebut.
Tercatut namanya mbak eva, Eva sudah Klarifikasi langsung ke Dinsos,”
ujar Sahroni.


























