Basarnas menyatakan masih harus mengidentifikasi terlebih dahulu setelah menemukan life jacket dan pelampung saat operasi pencarian hari ketiga lima pewarta foto hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten
Kami masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah barang tersebut berkaitan dengan survivor yang sedang kami cari,”
ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.
Amrad mengatakan life jacket ditemukan Tim SAR Gabungan di koordinat 06°04’30.00″ LS. Sementara itu, pada laporan operasi juga tercatat temuan pelampung di koordinat 06°17’26.40″ LS, 105°22’42.00″ BT.
Kedua temuan tersebut masih dalam proses verifikasi untuk memastikan apakah memiliki keterkaitan dengan delapan orang yang sedang dalam pencarian.
Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti secara maksimal,”
ujar Al Amrad.
Mencari di Lima Sektor


Dalam pencarian hari ketiga, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di lima sektor kemudian diperbantukan dukungan udara melalui Helikopter HR 3604.
Meski begitu, tim gabungan masih belum berhasil menemukan kelima jurnalis yang dilaporkan hilang itu. Amrad meyakini, berdasarkan temuan life jacket dan pelampung itu akan memberikan petunjuk pada pencarian selanjutnya.
Kami berharap temuan ini dapat memberikan titik terang dan seluruh korban segera ditemukan,”
terang Amrad.
Rombongan pewarta foto sebanyak lima orang hilang kontak bersama tiga awak kapal speedboat saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB.
Mereka dilaporkan hilang kontak pada pukul 14.42 WIB yang diduga di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.


Adapun identitas korban yang hilang kontak yakni:
- Warta (55), Kapten Kapal
- Sukarman (60) Anak Buah Kapal
- Heriyanto (49) tour guide,
- M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara),
- Arie Basuki (Jurnalis Merdeka),
- Yudistiro Pranoto (Jurnalis Inews),
- Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu), dan
- Donal Husni (Freelance).























