PSSI berharap rivalitas panas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung tetap berada dalam batas sportivitas.
Federasi menegaskan persaingan antarklub seharusnya hanya berlangsung selama 90 menit di atas lapangan, bukan berlanjut di luar pertandingan.
Pesan tersebut disampaikan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, usai duel Persija vs Persib pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu 100 Mei 2026.
Menurut Arya, pertandingan klasik seperti Persija kontra Persib memang selalu menghadirkan tensi tinggi dan drama menarik. Namun, atmosfer sepak bola akan kehilangan citra positif jika diwarnai keributan.
Seru banget laga Persija vs Persib. Ini pertandingan yang ditunggu-tunggu. Dramanya banyak ya, tapi kami harapkan Bobotoh dan Jakmania tetap menunjukkan sportivitasnya. Rivalitas itu hanya 90 menit, selepasnya berteman lagi lah,”
ucap Arya saat ditemui di Jakarta, Senin 11 Mei 2026.
Insiden Beckham Putra Jadi Sorotan
Salah satu momen yang menyita perhatian dalam laga tersebut adalah insiden yang melibatkan pemain Persib Bandung, Beckham Putra.
Gelandang muda Maung Bandung itu sempat dikerubuti sejumlah pemain Persija saat pertandingan berlangsung.
Peristiwa tersebut memicu banyak spekulasi di kalangan publik dan suporter. Namun, Arya Sinulingga meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui kejadian sebenarnya.
Ya, itulah pemain Timnas [yang melibatkan Beckham, Rizky Ridho, Thom Haye, hingga Witan Sulaeman] kadang-kadang mungkin ada tepuk-tepuk atau bagaimana kan kita tidak tahu,”
ucap Arya.
Saya nggak tahu, enggak tahu detailnya. Enggak kelihatan juga wajahnya, karena menghadap ke tengah. Jadi susah kami menilainya,”
tambhanya menjelaskan.
PSSI Soroti Kerusuhan di Laga Persipura vs Adhyaksa FC
Selain mengomentari duel panas Persija vs Persib, Arya Sinulingga juga menyoroti kericuhan yang terjadi setelah pertandingan playoff Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC.
Laga yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe itu berakhir ricuh setelah Persipura gagal promosi ke Super League musim depan. Sejumlah suporter masuk ke lapangan dan melakukan aksi perusakan.
Arya menyayangkan insiden tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di sepak bola Indonesia.
Itu yang saya bisa bilang, tentu disayangkan sampai rusuh begitu. Tolong suporter menjaga. Kami enggak mau away salah satunya itu, tapi kemarin ada lagi,”
kata Arya.
PSSI menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban suporter menjadi perhatian serius, terlebih FIFA terus memantau perkembangan sepak bola Indonesia.
Arya menilai rasa kecewa setelah pertandingan adalah hal yang wajar, tetapi tidak boleh dilampiaskan dengan tindakan anarkis yang merugikan banyak pihak.
Jadi kejadian seperti itu mungkin karena kecewa, tapi kecewa jangan sampai begitu. Kami harap ini yang terakhir. Makanya ini yang dibilang, FIFA mantau-mantau kita, begitu,”
tutur Arya.

