PSSI menegaskan ambisi besar Timnas Indonesia di ajang ASEAN Hyundai Cup 2026 atau yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF.
Melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, federasi menargetkan skuad Garuda mampu meraih gelar juara untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen.
Timnas Indonesia diketahui telah enam kali mencapai partai final, namun selalu gagal membawa pulang trofi. Karena itu, edisi 2026 dianggap sebagai momentum penting untuk mengakhiri penantian panjang tersebut.
Ingat ya, kembali bahwa target kita tidak main-main, kita kepengin target kita adalah meraih juara untuk AFF ini, senior. Kami merindukan itu,”
kata Sumardji.
Menurut Sumardji, target juara bukan hanya soal prestasi di level Asia Tenggara. Lebih dari itu, keberhasilan meraih trofi diharapkan dapat mengembalikan antusiasme dan kepercayaan publik terhadap Timnas Indonesia.
PSSI menilai dukungan suporter sempat menurun setelah kegagalan skuad Garuda lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Karena itu, prestasi di Piala AFF dinilai bisa menjadi momentum kebangkitan.
Maka kami ingin membuktikan bahwa memang anak-anak kita ini memang layak untuk bisa diapresiasi dan layak untuk bisa mendapatkan tempat kembali seperti dulu lagi,”
ucap Sumardji.
Punya fans yang betul mengelu-elukan, punya fans yang ketika pertandingan di GBK mereka datang, di luar juga disempatkan datang,”
tambah pria yang pernah menjadi manajer timnas Indonesia tersebut.
John Herdman Mulai Persiapan Serius
Sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen, pelatih Timnas Indonesia John Herdman telah menggelar pemusatan latihan tahap pertama di Jakarta yang baru saja berakhir.
Sebanyak 23 pemain mengikuti sesi latihan tersebut. Mayoritas pemain berasal dari kompetisi domestik BRI Super League, dengan hanya satu pemain diaspora yang dipanggil, yakni Marselino Ferdinan.
Program latihan ini menjadi langkah awal dalam menyusun kekuatan terbaik yang akan diturunkan pada Piala AFF 2026.
Setelah menyelesaikan pemusatan latihan pertama, Herdman dijadwalkan kembali mengumpulkan para pemain dalam training camp tahap kedua yang akan berlangsung di Bali.
Program latihan tersebut akan berlangsung selama 20 hari mulai awal Juli dan menjadi fase krusial sebelum pelatih menentukan skuad final untuk turnamen.
Pemusatan latihan di Bali juga dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran pemain mengingat kompetisi domestik baru akan kembali bergulir pada September mendatang.
Laga Perdana Lawan Kamboja Jadi Awal Perjuangan
Timnas Indonesia dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Piala ASEAN 2026 dengan menghadapi Kamboja pada 27 Juli di Stadion Pakansari, Bogor.
PSSI berharap waktu persiapan yang cukup panjang dapat dimaksimalkan secara optimal agar skuad Garuda tampil kompetitif dan mampu memenuhi target besar menjadi juara.
Dengan jeda waktu kita, jeda waktu kita yang cukup panjang ini, karena kita kan liga, liga ini kan mulainya September. Sementara AFF ini kan mulainya kan boleh dibilang Juli sampai dengan Agustus,”
ujar Sumardji.
Nah, jeda waktu yang cukup panjang dan anak-anak tidak ada kegiatan inilah yang kita manfaatkan untuk betul-betul mempersiapkan ini dengan sebaik-baiknya,”
pungkasnya.


