Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 2 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Olahraga / Mimpi Buruk Baru untuk Jerman, Bukan Lagi Tim Elit dan Kehilangan Aura Juara
Olahraga

Mimpi Buruk Baru untuk Jerman, Bukan Lagi Tim Elit dan Kehilangan Aura Juara

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Juli 1, 2026 10:39 am
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 hari lalu
Share
Timnas Jerman tersingkir di Piala Dunia 2026
Timnas Jerman tersingkir di Piala Dunia 2026 (Foto: FIFA)
SHARE

Perjalanan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat setelah kalah dari Paraguay melalui drama adu penalti pada babak 32 besar, Selasa 30 Juni 2026 pagi WIB.

Daftar isi Konten
  • Thomas Hitzlsperger Sebut Jerman Kehilangan Aura Menakutkan
  • Jerman Diminta Belajar dari Argentina

Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Die Mannschaft. Media ternama Jerman, Bild, bahkan menjadikan hasil itu sebagai tajuk utama dengan menyebutnya sebagai “Mimpi buruk sepak bola Jerman berikutnya”.

Meski menguasai sekitar 75 persen penguasaan bola sepanjang pertandingan di Boston, Jerman kesulitan menembus rapatnya lini pertahanan Paraguay.

Sempat tertinggal lewat gol Julio Enciso, Die Mannschaft mampu menyamakan kedudukan melalui Kai Havertz sebelum laga berlanjut hingga adu penalti.

Baca juga:
Pesta Jadi Petaka: 4 Fans Meksiko Tewas, Termasuk di Bawah… Perayaan kemenangan Timnas Meksiko atas Ekuador pada babak 32 besar Piala Dunia…
Gugur di Piala Dunia 2026, Timnas Iran Justru Jatuh Hati… Meski gagal melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026, Timnas Iran punya…
Harry Kane Lewati Pele, Pepet Messi: Mode Gacor Pengincar Sepatu… Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, kembali mencatatkan prestasi gemilang setelah membawa negaranya…
  • Pesta Jadi Petaka: 4 Fans Meksiko Tewas, Termasuk di Bawah Hidung 'Malaikat…
  • Gugur di Piala Dunia 2026, Timnas Iran Justru Jatuh Hati pada Tijuana:…
  • Harry Kane Lewati Pele, Pepet Messi: Mode Gacor Pengincar Sepatu Emas Piala…

Jerman yang selama ini dikenal memiliki rekor sempurna dalam adu penalti di Piala Dunia akhirnya harus menerima kenyataan pahit.

Eksekusi Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal berbuah gol sehingga Paraguay memastikan kemenangan sekaligus tiket ke babak berikutnya.

Kekalahan tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi pelatih Julian Nagelsmann.

Ketika Anda tersingkir dari Piala Dunia setelah menghadapi Paraguay, itu sangat pahit. Ini sangat menyakitkan,”

ujar Nagelsmann pasca pertandingan dikutip dari BBC Sport.

Nagelsmann mengakui performa Jerman dalam beberapa turnamen besar terakhir menunjukkan bahwa Die Mannschaft tidak lagi berada di jajaran elite sepak bola dunia.

Ini adalah eliminasi ketiga berturut-turut, jadi kami bukan bagian dari tim kelas satu lagi,”

tambah mantan pelatih Bayern Munchen tersebut.

Sejak menjuarai Piala Dunia 2014, perjalanan Jerman memang terus mengalami penurunan. Mereka dua kali gagal melewati fase grup pada edisi 2018 dan 2022, sebelum kini tersingkir pada pertandingan pertama fase gugur di Piala Dunia 2026.

Thomas Hitzlsperger Sebut Jerman Kehilangan Aura Menakutkan

Mantan pemain Timnas Jerman, Thomas Hitzlsperger, menilai Die Mannschaft sudah tidak lagi memiliki karakter yang membuat lawan merasa gentar.

Kami telah kehilangan aura yang membuat tim-tim lain takut pada kami. Tim lain menghormati kami, tetapi mereka tidak takut lagi pada kami,”

ujar Hitzlsperger kepada BBC Sport.

Kami tidak lagi sulit dikalahkan dan kami kekurangan kehadiran fisik yang dulu kami miliki,”

tambahnya.

Menurutnya, identitas Jerman sebagai tim yang dikenal tangguh secara mental dan mampu bangkit dari situasi sulit kini mulai memudar.

VAR, Penalti, dan Air Mata! Jerman Tumbang Dramatis, Paraguay Melaju ke 16 Besar

Hitzlsperger menilai akar persoalan tidak hanya terletak pada hasil pertandingan, tetapi juga pada sistem pembinaan pemain muda di Jerman yang dinilai terlalu fokus mengembangkan permainan atraktif.

Untuk waktu yang lama, pengembangan pemain di Jerman hanya seputar operan, gaya permainan, dan inovasi taktis, tetapi ada satu elemen yang mungkin kurang kami fokuskan, yaitu memiliki sedikit edge (karakter agresif),”

jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik tersebut bukan berarti Jerman harus kembali memainkan sepak bola konservatif.

Bukan berarti kami hanya melepaskan bola-bola panjang, memenangkan sundulan, dan menang dengan cara jelek – atau kembali ke masa lalu di mana kami bisa mencapai final dan tidak ada yang tahu bagaimana caranya, selain fakta bahwa itu karena kami adalah Jerman,”

paparnya.

Jerman Diminta Belajar dari Argentina

Menurut Hitzlsperger, sepak bola modern tetap membutuhkan keseimbangan antara kualitas teknik dan mentalitas kompetitif.

Namun di saat yang sama, sekarang tampaknya kami hanya fokus pada sepak bola yang indah. Kami perlu mulai mengatasi hal ini di tingkat akademi. Tentang apa sebenarnya sepak bola itu? Tentu saja tentang menang. Tim ini ingin menang, tetapi bagaimana cara Anda menang? Dengan memiliki edge,”

tambah Hitzlsperger.

Ia pun menjadikan Argentina sebagai contoh tim yang mampu menggabungkan kualitas permainan dengan karakter kuat di lapangan.

Contoh terbaik adalah Argentina. Mereka memiliki kombinasi sempurna antara menjadi tim yang menyebalkan untuk dilawan, tetapi di saat yang sama mereka memiliki pemain yang bisa menciptakan sesuatu dari ketiadaan,”

urainya.

Meski menyadari Jerman tidak memiliki pemain seperti Lionel Messi, Hitzlsperger yakin perubahan arah pembinaan tetap menjadi kunci untuk mengembalikan kejayaan Die Mannschaft.

Tentu saja, kami tidak memiliki Lionel Messi dan tidak setiap tim bisa bermain seperti Argentina atau Prancis. Namun, kami harusnya berada lebih dekat dengan posisi tim-tim tersebut berada,”

ucapnya.

Kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi sinyal bahwa Jerman membutuhkan pembenahan menyeluruh, mulai dari sistem pembinaan usia muda hingga pembentukan karakter para pemain.

Dengan tiga kegagalan beruntun di turnamen besar, tekanan terhadap federasi sepak bola Jerman dan Julian Nagelsmann dipastikan semakin besar.

Publik kini menantikan langkah konkret agar Die Mannschaft kembali menjadi salah satu kekuatan utama di panggung sepak bola dunia.

Tag:Piala Dunia 2026Sepak BolaThomas HitzlspergerTimnas JermanTimnas Paraguay
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kalahkan Konser Coldplay, Tiket Termurah Ronaldo vs Modric di Piala Dunia 2026 Tembus Rp57 Juta!
By Hadi Febriansyah
Timnas Portugal vs RD Kongo pada Piala Dunia 2026.
1
Sentil Komunikasi Publik Prabowo-Gibran, FWK: Pejabat Perlu Empati dan Paham Kesulitan Rakyat
By Ani Ratnasari
Diskusi Kebangsaan FWK yang digelar di Jakarta, Rabu, 1 juni 2026.
2
Islah Bahrawi Sindir Raffi Ahmad: Tak Perlu Sekolah Tinggi, ‘Ngesot Sana-Sini’ Hidup Bisa Tentram
By Rahmat Tunny
Raffi Ahmad
3
Sidang Perdana Dokter Tifa, Jaksa Beberkan Kronologi Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi
By Rahmat Baihaqi
Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa.
4
Benarkah Rokok Rasa Buah dan Mentol Dilarang Beredar? Ini Kata Kemenkes
By Syifa Fauziah
Ilustrasi seorang perokok
5

BERITA LAINNYA

Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Olahraga

Gugur di Piala Dunia 2026, Timnas Iran Justru Jatuh Hati pada Tijuana: Meksiko Rumah Kedua Kami

Meski gagal melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026, Timnas Iran punya…

hadi-febriansyah-owriteHardani Triyoga
By
Hadi Febriansyah
Hardani Triyoga
17 menit lalu
Pemain Timnas Inggris Harry Kane dalam pertandingan lawan Timnas RD Kongo pada Piala Dunia 2026.
Olahraga

Harry Kane Lewati Pele, Pepet Messi: Mode Gacor Pengincar Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, kembali mencatatkan prestasi gemilang setelah membawa negaranya…

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
By
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
2 jam lalu
Lamine Yamal akan menjadi tumpuan Spanyol saat menghadapi Austria di babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Olahraga

Spanyol Belum Pernah Kebobolan! Austria Hadapi Ujian Berat di Babak 32 Besar

Timnas Spanyol akan menghadapi Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Timnas Amerika Serikat saat bertanding dengan Bosnia dan Herzegovina
Olahraga

Main dengan 10 Pemain, Amerika Serikat Tetap Bungkam Bosnia 2-0 dan Lolos ke 16 Besar

Timnas Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up