Piala Dunia selalu menjadi panggung tertinggi dalam dunia sepak bola. Bagi Cristiano Ronaldo dan Neymar, turnamen empat tahunan itu bukan sekadar kompetisi, tetapi perjalanan panjang yang dipenuhi pencapaian luar biasa, rekor bersejarah, hingga momen emosional.
Meski sama-sama gagal mengangkat trofi juara dunia, keduanya tetap meninggalkan jejak yang sulit dilupakan dalam sejarah Piala Dunia.
Perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia dimulai pada edisi 2006 di Jerman ketika usianya baru 21 tahun. Saat itu, Portugal berhasil melaju hingga semifinal, yang menjadi pencapaian terbaik Ronaldo sepanjang kariernya di turnamen tersebut.
Gol pertamanya di Piala Dunia tercipta melalui titik penalti saat menghadapi Iran. Momen itu menjadi awal dari perjalanan panjang yang kemudian mengantarkannya mencetak gol di setiap edisi Piala Dunia yang diikutinya.
Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Ronaldo datang sebagai kapten Portugal sekaligus salah satu pemain terbaik dunia. Namun langkah timnya harus terhenti di babak 16 besar usai dikalahkan Spanyol yang kemudian keluar sebagai juara.
Empat tahun kemudian di Brasil, Ronaldo menjalani turnamen yang tidak mudah akibat cedera lutut yang mengganggu performanya. Portugal gagal lolos dari fase grup meski sang kapten mampu mencetak gol ke gawang Ghana.
Piala Dunia 2018 di Rusia menjadi salah satu edisi terbaik bagi Ronaldo secara individu.
Ia mencuri perhatian lewat hat-trick spektakuler ke gawang Spanyol, termasuk tendangan bebas dramatis pada menit-menit akhir.
Turnamen itu ditutup Ronaldo dengan koleksi empat gol, jumlah terbanyak yang pernah ia cetak dalam satu edisi Piala Dunia.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Ronaldo kembali mencatat sejarah setelah menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol pada lima edisi Piala Dunia berbeda.
Piala Dunia 2026 Jadi Penutup Karier Ronaldo
Banyak yang mengira Piala Dunia 2022 menjadi penampilan terakhir Ronaldo. Namun, ia kembali memimpin Portugal pada Piala Dunia 2026 di usia 41 tahun.
Turnamen tersebut menghadirkan rekor baru ketika Ronaldo sukses mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia berbeda, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan pemain lain.
Portugal sempat lolos ke babak 16 besar sebelum akhirnya tersingkir dari Spanyol. Seusai pertandingan, Ronaldo memastikan Piala Dunia 2026 menjadi penampilan terakhirnya.
Ia menutup karier di Piala Dunia dengan 27 pertandingan, 11 gol, dan status sebagai satu-satunya pemain yang berhasil mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.
Neymar: Empat Edisi yang Sarat Cedera dan Harapan
Perjalanan Neymar di Piala Dunia dimulai pada edisi 2014 yang berlangsung di Brasil. Bermain di hadapan publik sendiri, Neymar langsung tampil gemilang dengan mencetak empat gol hingga membawa Brasil melaju ke perempat final.
Namun, impian menjadi juara harus pupus setelah ia mengalami cedera tulang punggung saat menghadapi Kolombia. Tanpa Neymar, Brasil kemudian menelan kekalahan telak 1-7 dari Jerman di semifinal.
Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Neymar kembali tampil setelah pulih dari cedera metatarsal.
Ia membantu Brasil melaju hingga perempat final dengan sumbangan dua gol dan dua assist. Sayangnya, langkah Selecao kembali terhenti setelah kalah dari Belgia.
Kesempatan berikutnya datang pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun lagi-lagi cedera mengganggu perjalanan Neymar.
Meski sempat mencetak gol ke gawang Kroasia pada babak perempat final, Brasil gagal melaju ke semifinal setelah kalah melalui adu penalti.
Pamit dari Timnas Brasil Setelah Piala Dunia 2026
Cedera kembali menjadi tantangan Neymar menjelang Piala Dunia 2026. Ia baru bisa tampil setelah melewati dua pertandingan awal fase grup.
Brasil akhirnya melaju hingga babak 16 besar sebelum disingkirkan Norwegia. Neymar mencetak gol terakhirnya melalui penalti dan mengukir rekor sebagai pemain Brasil kedua setelah Pelé yang berhasil mencetak gol pada empat edisi Piala Dunia berbeda.
Usai pertandingan tersebut, Neymar mengumumkan pensiun dari Timnas Brasil.
Saya telah memberikan segalanya untuk negara saya, tetapi impian menjadi juara dunia tidak pernah terwujud,”
kata Neymar.
Cristiano Ronaldo dan Neymar menutup perjalanan mereka di Piala Dunia dengan kisah yang berbeda, tetapi memiliki kesamaan besar: sama-sama gagal meraih trofi yang paling mereka impikan.
Ronaldo meninggalkan warisan berupa rekor yang belum tertandingi dalam sejarah Piala Dunia, sementara Neymar dikenang sebagai salah satu pemain terbaik Brasil yang terus berjuang meski berkali-kali diterpa cedera.
Meski tidak pernah mengangkat trofi juara dunia, kontribusi, gol, rekor, dan momen emosional yang mereka ciptakan memastikan nama Cristiano Ronaldo dan Neymar akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah Piala Dunia.


















