Timnas Prancis berhasil mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Maroko dengan skor 2-0 pada laga perempat final yang berlangsung di Boston Stadium, Jumat 10 Juil 2026 dini hari WIB.
Usai pertandingan, pelatih Didier Deschamps mengungkapkan rasa puas atas penampilan anak asuhnya. Ia menegaskan Les Bleus tetap percaya diri meski sempat gagal memanfaatkan peluang emas lewat tendangan penalti Kylian Mbappe.
Prancis sebenarnya memiliki kesempatan membuka keunggulan pada menit ke-28 setelah mendapat hadiah penalti. Namun, eksekusi Kylian Mbappe berhasil ditepis kiper Maroko, Yassine Bounou.
Meski peluang tersebut terbuang, Deschamps menegaskan kegagalan sang kapten tidak memengaruhi mental tim.
Menurutnya, seluruh pemain tetap menjalankan strategi yang telah disiapkan hingga akhirnya mampu mengamankan kemenangan.
Kami memang kurang efektif. Penalti kami berhasil digagalkan pada babak pertama dan kami juga menciptakan beberapa peluang lainnya. Tetapi tidak pernah ada keraguan, terutama terhadap Kylian,”
ujar Deschamps dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dominasi Prancis Jadi Kunci Kemenangan
Deschamps menilai anak asuhnya tampil dominan sejak awal pertandingan. Tekanan tinggi yang terus dilakukan membuat Maroko kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya kehilangan energi pada babak kedua.
Kami melakukan segalanya dengan benar untuk menekan mereka. Kami membuat mereka terkurung, memaksa mereka terus berlari, dan pada akhirnya mereka kelelahan,”
katanya.
Sepanjang laga, Les Bleus memang lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Selain penalti Mbappe yang digagalkan Bounou, Prancis juga beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.
Bahkan, tendangan keras Lucas Digne sempat membentur mistar gawang menjelang turun minum.
Kerja keras Prancis akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua melalui gol Ousmane Dembele dan Michael Olise yang memastikan kemenangan 2-0 sekaligus membawa Les Bleus melaju ke semifinal.
Warren Zaire-Emery Dapat Pujian Khusus
Selain memuji performa tim secara keseluruhan, Deschamps memberikan apresiasi khusus kepada gelandang muda Warren Zaire-Emery.
Pemain yang masuk sebagai pengganti itu dinilai mampu memberikan energi baru dan langsung memberi pengaruh positif terhadap permainan Prancis.
Selain hasil pertandingan hari ini, pemain seperti Warren, yang sebelumnya belum bermain satu menit pun, masuk dan langsung memberikan dampak yang luar biasa,”
ujar Deschamps.
Penampilan Zaire-Emery menjadi salah satu bukti kedalaman skuad Prancis yang tetap mampu tampil solid meski melakukan pergantian pemain.
Keberhasilan melangkah ke semifinal membuat Prancis semakin dekat dengan peluang tampil di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Setelah menjadi juara dunia pada 2018 dan finis sebagai runner-up pada 2022, Les Bleus kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk kembali mengangkat trofi.
Sejak menangani timnas Prancis pada 2012, Deschamps juga kembali menunjukkan konsistensinya di turnamen besar.
Dari tujuh ajang Piala Dunia dan Piala Eropa yang telah dijalaninya, Prancis berhasil mencapai semifinal atau lebih jauh sebanyak lima kali.
Hanya Piala Dunia 2014 dan Euro 2020 yang dimainkan pada 2021 menjadi dua turnamen di mana Les Bleus gagal menembus empat besar.
Deschamps Sebut Kesuksesan Berasal dari Kerja Tim
Meski bangga dengan pencapaian timnya, Deschamps menegaskan keberhasilan tersebut tidak hanya berasal dari kualitas individu pemain, tetapi juga dari kerja sama seluruh anggota tim.
Memiliki pemain-pemain berkualitas adalah hal yang sangat mendasar. Kesuksesan staf pelatih datang melalui para pemain, meskipun mungkin saya juga melakukan beberapa hal dengan benar,”
ucapnya.
Menurut pelatih berusia 57 tahun itu, perjalanan di Piala Dunia bukan hanya soal taktik, tetapi juga membangun kebersamaan selama turnamen berlangsung.
Ini juga merupakan sebuah perjalanan manusia. Saya memilih mereka, dan saya hidup bersama mereka setiap hari dengan penuh kebahagiaan,”
katanya.
Meski kini hanya berjarak dua kemenangan dari gelar juara dunia, Deschamps memastikan anak asuhnya tidak akan terlena oleh hasil positif tersebut.
Ia mengakui ekspektasi publik terhadap Prancis pada Piala Dunia 2026 jauh lebih besar dibandingkan dua edisi sebelumnya.
Apa yang berubah dibandingkan 2018 dan 2022? Pada 2018, tidak ada yang benar-benar mengharapkan kami sukses,”
ujar Deschamps.
“Pada 2022, kami datang sebagai juara bertahan, sementara sangat sering juara bertahan justru tersingkir di babak 16 besar. Kali ini, semua orang sudah menjagokan kami bahkan sebelum bola pertama turnamen digulirkan,” ungkapnya.
Meski begitu, Deschamps yakin para pemainnya sudah terbiasa menghadapi tekanan sebagai salah satu favorit juara.
Namun para pemain saya sudah terbiasa dengan situasi seperti ini dan mereka tidak akan terlena. Saat ini kami tidak memikirkan apa pun selain pertandingan semifinal pada 14 Juli. Fokus kami sepenuhnya ada di sana,”
tambah Deschamps.





















