Terlepas dari apakah statemen itu adalah niat komunikator, namun persepsi publik dapat berkembang ke arah bahwa kritik mahasiswa tidak dipandang sebagai hak konstitusional yang sah dari warga negara dalam kehidupan demokrasi, melainkan sebagai sesuatu yang layak diremehkan,”
ucapnya.
Dalam kajian komunikasi politik, Syaifuddin menjelaskan pengalihan perhatian dari isu utama menuju persoalan simbolik merupakan salah satu pola yang telah lama dijelaskan dalam teori komunikasi dan ideologi.
Saya tambahkan di sini, John B. Thompson juga mengemukakan bahwa ideologi bekerja melalui berbagai modus operasi, salah satunya adalah dissimulation, yaitu pengalihan perhatian dari persoalan utama menuju aspek lain yang lebih emosional atau simbolik,”
jelasnya.
Pejabat Tak Beretika
Dosen komunikasi itu menambahkan, polemik yang berkembang menunjukkan perhatian publik bergeser dari substansi kritik mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah menjadi perdebatan mengenai unggahan pejabat pemerintah yang dinilai tidak beretika.
Dalam konteks polemik ini, fokus publik yang semula tertuju pada substansi kritik mahasiswa terhadap pemerintah lalu bergeser ke arah perdebatan mengenai unggahan pejabat pemerintah yang tidak beretika,”
tegasnya.
Ia menilai, pergeseran tersebut menjadi indikator bahwa komunikasi politik yang tidak dikelola secara baik justru dapat menghasilkan dampak politik yang merugikan pemerintah sendiri.
Pergeseran fokus ini menunjukkan bagaimana komunikasi politik yang tidak terkelola dengan baik dapat menghasilkan efek politik yang kontraproduktif,”
ungkapnya.
Alih-alih menjawab kritik melalui argumentasi kebijakan, Syaifuddin menilai polemik tersebut justru memperluas kontroversi dan memunculkan kritik baru terhadap cara aparat negara berkomunikasi dengan publik.
Alih-alih memperkuat legitimasi pemerintah melalui argumentasi, polemik justru memperbesar ruang kontroversi dan memperluas kritik terhadap gaya komunikasi politik aparat negara yang tidak berkompeten,”
tutupnya.