Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 31 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Sentilan Sudirman Said: Pemerintah Sibuk Jaga Suara, Generasi Muda Diwarisi Utang Ratusan Triliun
Politik

Sentilan Sudirman Said: Pemerintah Sibuk Jaga Suara, Generasi Muda Diwarisi Utang Ratusan Triliun

rahmat-tunnyowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 31, 2026 3:16 pm
Rahmat Tunny
Adi Briantika
Share
Sudirman Said dalam Rapat Kerja Wilayah PKS Jawa Tengah, 21 Januari 2018.
Sudirman Said dalam Rapat Kerja Wilayah PKS Jawa Tengah, 21 Januari 2018. (pks.id)
SHARE

Kebijakan pemerintah yang dinilai lebih mengutamakan popularitas ketimbang penyelesaian masalah jangka panjang kembali mendapat sorotan tajam. 

Daftar isi Konten
  • Dibawa ke Mana?
  • Ancaman Mendatang

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengingatkan bahwa praktik politik populis yang terus dimainkan pemerintah berpotensi menimbulkan beban ekonomi besar bagi negara dan generasi mendatang.

Dia berpendapat sejumlah kebijakan yang dipertahankan pemerintah saat ini, termasuk menahan harga BBM di tengah tekanan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah, lebih mencerminkan kepentingan elektoral daripada langkah strategis untuk menjaga kesehatan fiskal negara.

“Setiap politik populis sebetulnya politik yang mengedepankan aspek elektoral,”

kata Sudirman Said yang dikutip dari akun YouTube @Hendri Satrio, Minggu, 31 Mei 2026.
Baca juga:
Mulai Berlaku Besok! Eksportir Batu Bara, Sawit, dan Ferro Alloy… Pemerintah resmi memulai reformasi besar tata kelola ekspor komoditas strategis nasional melalui…
Rupiah Melemah Tajam, Gimana Nasib Tempe dan Tahu? Rupiah 'bertekuk lutut' melawan dolar Amerika Serikat (AS), dan sempat menyentuh level…
Rupiah Terseok-seok, Harga Barang Mulai Naik-PHK Mengintai Melemahnya nilai tukar rupiah sudah memberikan dampak terhadap kenaikan harga barang di…
  • Mulai Berlaku Besok! Eksportir Batu Bara, Sawit, dan Ferro Alloy Wajib Lapor…
  • Rupiah Melemah Tajam, Gimana Nasib Tempe dan Tahu?
  • Rupiah Terseok-seok, Harga Barang Mulai Naik-PHK Mengintai

Dibawa ke Mana?

Arah kebijakan negara saat ini mulai bergeser dari fungsi utamanya sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat menjadi alat untuk mempertahankan dan memperpanjang kekuasaan politik.

“Sebetulnya negara ini, makin hari, makin bergeser perannya, bukan lagi menjadi alat untuk menyejahterakan masyarakat, tapi menjadi instrumen elektoral untuk memenangkan, memperpanjang kekuasan, memupuk kekuasan sehingga segala macam dikorbankan untuk elektoral itu,”

ucap Sudirman.

Ciri utama politik populis adalah memilih kebijakan yang terlihat menyenangkan masyarakat dalam jangka pendek, namun menyimpan risiko besar yang baru akan dirasakan di kemudian hari. Bisa jadi akan dipilih kebijakan-kebijakan yang menyenangkan rakyat, tapi dalam jangka panjang berisiko serius.

Ia mencontohkan persoalan kompensasi energi yang harus ditanggung negara melalui Pertamina. Bila kewajiban pemerintah kepada BUMN energi terus ditunda, maka tekanan keuangan perusahaan bakal semakin berat karena tetap harus membayar kebutuhan impor minyak dan kewajiban kepada pemasok internasional.

“Coba kalau Pertamina Rp100-an triliun enggak dibayar atau bayarnya ditunda. Dia masih bayar belanja minyak kepada para vendor, misalnya,”

papar Sudirman.

Ancaman Mendatang

Mantan calon gubernur Jawa Tengah itu juga mengingatkan ancaman yang bisa muncul apabila harga minyak global terus naik bersamaan dengan pelemahan rupiah yang semakin dalam.

Ia menyinggung prediksi sejumlah ekonom yang memperkirakan nilai tukar rupiah bisa menembus Rp20.000 hingga Rp25.000 per dolar AS, bila tekanan global semakin memburuk dan konflik geopolitik berkepanjangan.

Dalam kondisi tersebut Indonesia akan menghadapi tekanan ganda sekaligus. Di satu sisi harga minyak dunia melonjak, sementara di sisi lain biaya impor membengkak akibat pelemahan kurs rupiah.

“Harga minyak yang makin tinggi per barel, kena kurs rupiah yang makin rendah harganya, itu menderita dua kali,”

tegas dia.

Bila pola kebijakan seperti itu terus dipertahankan tanpa reformasi yang serius, pemerintah pada akhirnya akan kembali mengandalkan utang untuk menutup berbagai kewajiban yang terus membesar. Bahkan setiap tambahan utang yang diambil hari ini merupakan beban yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Utang artinya kewajibannya generasi mendatang yang akan membayar,”

tutur Sudirman.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan publik mengenai efektivitas berbagai kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai lebih berorientasi pada menjaga stabilitas politik jangka pendek, dibanding membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Tag:BUMNESDMKebijakanNilai TukarpertaminaPopulisRupiahSudirman saidutang
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Inovasi Hukum Pengadilan Militer Medan: Tentara Hilangkan Nyawa Anak Cuma 10 Bulan Penjara
By Rahmat Tunny
ilustrasi dibuat oleh AI.
1
Pemilu 3 Tahun Lagi, Jokowi Mulai Safari Politik: Demi Muluskan Jalan Gibran?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo ketika menjabat sebagai presiden.
2
Daftar Tim Termahal di Piala Dunia 2026, Argentina Kalah dari Portugal
By Hadi Febriansyah
Skuad Timnas Prancis masih jadi yang termahal di Piala Dunia 2026 (Instagram Dembele)
3
Geger, Seorang Pria Tewas Loncat dari Jembatan ke Jalan Tol Cawang Jaktim
By Rahmat Baihaqi
Gambar ilustrasi
4
Negara Rugi Rp857 Miliar, ESDM Kejar Pelaku Tambang Ilegal
By Iren Natania
Caption: Alat berat jenis excavator dan satu unit dump truck di aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur
5

BERITA LAINNYA

Joko Widodo ketika menjabat sebagai presiden.
Politik

Pemilu 3 Tahun Lagi, Jokowi Mulai Safari Politik: Demi Muluskan Jalan Gibran?

Langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang disebut akan bersafari politik ke…

rahmat-tunnyowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
8 jam lalu
Caption: Alat berat jenis excavator dan satu unit dump truck di aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur
Politik

Cukong Tambang Ilegal di Sumbar Bebas Rusak Alam, Pemerintah Kok Diam?

Anggota Komisi I DPR RI, Mulyadi mendesak aparat penegak hukum bersama TNI…

rahmat-tunnyIvan OWRITE
By
Rahmat Tunny
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman (kanan) bersama Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni (kiri) memimpin rapat kerja dengan pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Politik

Gak Usah Kelamaan Ditampung, Sahroni Minta Selebgram Woodyrman di-Blacklist dari Nusantara

Desakan untuk segera mendeportasi selebgram asal Brunei Darussalam, Mohamad Irman Ali alias…

rahmat-tunny
By
Rahmat Tunny
2 hari lalu
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
Politik

Warganet Ingatkan Soal ‘Ilmu Glembuk Alus’ Jokowi, Deddy Sitorus Gaspol: Gimana Didik Monster Seribu Wajah?

Eks Presiden ke-7 RI Jokowi yang bersafari politik ke berbagai daerah tiga…

rahmat-tunnyowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up