Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 2 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Seskab Teddy Klaim Rombongan Prabowo Ke Luar Negeri Lebih Kecil, Publik Minta Bukti
Politik

Seskab Teddy Klaim Rombongan Prabowo Ke Luar Negeri Lebih Kecil, Publik Minta Bukti

rahmat-tunny
Last updated: Juni 2, 2026 5:53 pm
Rahmat Tunny
Share
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/rwa)
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/rwa)
SHARE

Pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya yang mengklaim jumlah rombongan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto jauh lebih kecil dibanding era sebelumnya.

Alih-alih memperdebatkan jumlah kursi dalam pesawat kepresidenan, pengamat menilai yang seharusnya diuji adalah manfaat konkret dari frekuensi perjalanan tersebut bagi kondisi ekonomi nasional.

Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Faisal Sallatalohy, mempertanyakan dasar data yang digunakan Teddy ketika menyebut rombongan Presiden saat ini hanya sekitar 50 hingga 60 orang, jauh lebih sedikit dibanding era Dino Patti Djalal saat menjabat Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) yang disebut mencapai 107 hingga 120 orang.

Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah

Teddy menyebut, jumlah rombongan yang berangkat berkurang 50%. Di era Dino Patti Djalal sekitar 107-120 orang, di era Prabowo berkurang jadi 50-60 orang,”

kata Faisal kepada Owrite.id, Selasa, 2 Juni 2026.

Namun menurutnya, pernyataan tersebut tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi publik.

Siapa yang bisa mempertanggungjawabkan pernyataan ini? Dikatakan tanpa bukti yang mendukung,”

ucapnya.

Faisal menilai, perdebatan mengenai besar atau kecilnya rombongan justru mengaburkan persoalan utama yang sedang dipertanyakan masyarakat.

Efektivitas Kunjungan Dipertanyakan

Baginya, isu sentral bukan jumlah orang yang ikut dalam lawatan, melainkan efektivitas kunjungan luar negeri Presiden yang disebut berlangsung sangat intens dalam satu setengah tahun terakhir.

Terpentingnya, ini bukan soal banyak dan sedikitnya rombongan keberangkatan. Tapi apakah frekuensi kunjungan yg melampaui batas wajar itu diperlukan untuk keperluan diplomasi yang secara langsung memberi manfaat untuk menjawab kebutuhan dalam negeri saat ini,”

tegasnya.

Menurut Faisal, Indonesia saat ini menghadapi sederet persoalan ekonomi yang jauh lebih mendesak dibanding perdebatan soal protokoler kunjungan kenegaraan.

Baca juga:
Tak Mau Sekadar Terima Laporan, Prabowo Turun Langsung Pantau Dapur… Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di…
Beda Sikap Gerindra ke Mega dan Dino: Satu Dipuji Negarawan,… Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada…
Dana Pribadi Prabowo untuk Tugas Negara, Celios: Mana Transparansi dan… Pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang menyebut Presiden Prabowo Subianto…
  • Tak Mau Sekadar Terima Laporan, Prabowo Turun Langsung Pantau Dapur MBG
  • Beda Sikap Gerindra ke Mega dan Dino: Satu Dipuji Negarawan, Satu Dianggap…
  • Dana Pribadi Prabowo untuk Tugas Negara, Celios: Mana Transparansi dan Akuntabilitas?

Masalah dalam negeri paling mendesak, paling darurat adalah nilai tukar, defisit APBN, mengembalikan kepercayaan investor, lemahnya pertumbuhan investasi real untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,”

jelasnya.

Ia mempertanyakan hasil nyata dari berbagai lawatan Presiden ke luar negeri, yang diklaim dilakukan demi kepentingan nasional. Hingga kini, menurutnya, belum terlihat kebijakan atau kesepakatan yang mampu menjawab langsung persoalan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia.

Sayangnya, hasil kunjungan, tidak satupun yang menjurus secara konkrit untuk menjawab persoalan tersebut,”

tuturnya.

Faisal bahkan menyinggung salah satu agenda kerja sama yang ramai diberitakan setelah kunjungan Presiden ke Prancis.

Justru yang didengar publik, Prabowo dorong sekolah tanah air terapkan pembelajaran bahasa Prancis. Apa urusannya dengan nilai tukar, defisit APBN, pertumbuhan investasi jangka pendek untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas?,”

tanya Faisal.

Terkait alasan pemerintah bahwa sebagian kunjungan dilakukan secara mendadak karena kebutuhan strategis negara, Faisal mengakui hal tersebut lazim dalam praktik diplomasi internasional. Namun menurutnya, kunjungan mendesak tetap harus memiliki target yang jelas dan hasil yang terukur.

Dikritik Terlalu Sering ke Luar Negeri, Teddy Klaim Deretan Hasil Diplomasi Prabowo 

Memang benar ada kunjungan mendesak. Meskipun begitu, harus dipastikan perencanaannya mapan, prioritas target yang ingin dicapai dan apakah Prabowo siap diterima oleh pemimpin negara tujuan,”

akuinya.

Pada akhirnya, Faisal menilai ukuran keberhasilan diplomasi tidak bisa diukur dari banyaknya negara yang dikunjungi, atau berapa kali Presiden bertemu pemimpin dunia. Ukurannya adalah dampak terhadap kondisi ekonomi nasional.

Sampai hari ini, dari semua kunjungan Prabowo, kita belum melihat adanya hasil yg signifikan untuk memulihkan kondisi Indonesia terkini. Buktinya, IHSG terus jatuh, sell off SBN terus berlanjut, APBN melanjutkan tekanan defisit dan rupiah makin eror,”

pungkasnya.
Tag:Analis Kebijakan PublikFaisal SallatalohyPrabowo SubiantoSeskabTeddy Indra Wijaya
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
2
Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
3
Pajak Final UMKM 0,5 Persen Kini Hanya untuk Kelompok Tertentu, Ini Daftarnya
By Anisa Aulia
Ilustrasi pajak
4
Rupiah Anjlok ke Level Rp17.892 per Dolar AS Imbas Iran Keluar Meja Perundingan Damai
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Doc: IG Prabowo Subianto
Politik

Gandengan Tangan Prabowo-Megawati Seribu Tafsir Politik, Arah PDIP Tinggalkan Kritik?

Momen Presiden Prabowo Subianto menggandeng tangan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dalam upacara…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
34 menit lalu
Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Doc: IG Prabowo Subianto
Politik

Beda Sikap Gerindra ke Mega dan Dino: Satu Dipuji Negarawan, Satu Dianggap Tak Beretika

Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
50 menit lalu
Suasana kerja di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Politik

Tak Mau Polisi Terus Jadi Sasaran, Sahroni Minta Komnas HAM juga Bisa Dikoreksi

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni melontarkan pandangan yang tak…

Rika Pangestirahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Joko Widodo ketika menjabat sebagai presiden.
Politik

Absen di Hari Pancasila Picu Spekulasi, Jokowi Takut Ditanya soal Warisan Ekonomi yang Hancur?

Absennya Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up