Keputusan menggelar Konsolidasi Nasional Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC) menuai kritik keras. Di tengah narasi efisiensi anggaran yang terus digaungkan pemerintah, acara berskala nasional itu disebut berpotensi menghabiskan puluhan miliar rupiah dari uang negara.
Politisi PDIP Mohammad Guntur Romli menyoroti besarnya biaya yang diduga dikeluarkan untuk mengumpulkan sekitar 12.000 hingga 14.000 penanggung jawab SPPG dari 38 provinsi.
Menurut berbagai perhitungan yang beredar di media sosial, total biaya kegiatan tersebut diperkirakan mencapai Rp47 miliar hingga Rp55 miliar. Angka itu mencakup tiket pesawat, hotel, sewa gedung, panggung raksasa hingga seragam peserta.
Anggarannya tentu berasal dari APBN, dari uang rakyat yang saat ini sedang tertekan oleh tingginya harga kebutuhan pokok,”
kata Guntur Romli dalam video pendeknya yang dikutip, Jumat, 5 Juni 2026.
Sorotan semakin tajam, karena acara tersebut juga menghadirkan motivator asal Amerika Serikat, Tony Robbins, yang disebut memiliki tarif miliaran rupiah untuk sekali tampil.
Motivator asal Amerika Serikat, Tony Robbins, yang disebut-sebut sebagai sahabat Prabowo. Tarif tampilnya disebut mencapai Rp4.500.000.000 hingga Rp15.000.000.000 untuk satu kali penampilan,”
ungkapnya.
Bagi Guntur, kondisi ini bertolak belakang dengan pesan penghematan yang selama ini sering disampaikan pemerintah kepada publik.
Seorang pembicara berbayar miliaran rupiah tampil dalam acara yang merupakan warisan seorang tersangka korupsi, dibiayai oleh uang negara, dan disaksikan langsung oleh Presiden yang selama ini gemar berbicara soal efisiensi,”
tegasnya.
Anak buah Megawati Soekarnoputri itu merinci penggunaan anggaran di acara tersebut, yakni tiket pesawat pulang-pergi sekitar Rp28.000.000, biaya hotel Rp6.000.000, sewa Sentul Convention Center Rp1.500.000, panggung LED raksasa sekitar Rp2.500.000, serta seragam korporat yang nilainya bisa mencapai Rp1.000.000 lebih.
Dadan memang masuk tahanan. Namun pestanya, foya-foyanya, dan pemborosannya tetap berjalan,”
tutup Guntur Romli.
