Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto merespons ancaman bakal adanya aksi Reformasi Jilid II yang disuarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) terkait kondisi ekonomi nasional.
Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi saat ini perlu disikapi bersama dengan mengedepankan semangat reformasi dan gotong royong.
Hasto bilang kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu jadi perhatian seluruh pihak.
Ia menilai nilai-nilai reformasi masih relevan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.
Nilai-nilai reformasi, demokrasi, anti KKN, kemudian pemisahan TNI dan Polri, kemudian anti pada otoritarianisme itu relevan untuk dibahas bersama,”
kata Hasto, dalam keterangannya dikutip pada Senin, 8 Juni 2026.
Tantangan Bangsa
Lebih lanjut, Hasto menuturkan persoalan ekonomi dan berbagai tantangan nasional bukan semata tanggung jawab pemerintah. Kata dia, seluruh elemen bangsa juga memiliki kewajiban untuk ikut memberikan gagasan dan solusi.
“Kita sebagai warga bangsa juga harus bersama-sama memberikan pemikiran-pemikiran bergotong royong untuk menyelesaikan masalah tersebut,”
ujarnya.
Meski demikian, Hasto menyampaikan pentingnya kepemimpinan pemerintah dalam memberikan arah yang jelas di tengah berbagai persoalan yang berkembang.
Ia berharap Presiden Prabowo bisa mengambil langkah yang bisa menjawab keresahan masyarakat maupun pelaku usaha.
Kita berharap pemerintah melalui Presiden Prabowo memberikan suatu direction terhadap berbagai persoalan ini,”
kata Hasto.
Menurut dia, salah satu hal yang perlu jadi perhatian pemerintah adalah tuntutan dunia usaha terkait kepastian hukum, akuntabilitas, dan transparansi. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan iklim investasi.
Berbagai kritik yang diberikan oleh dunia usaha tentang pentingnya kepastian hukum, tentang pentingnya akuntabilitas dan transparansi untuk membangun trust itu dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,”
lanjut Hasto.
Hasto mengatakan, PDIP akan tetap mendukung berbagai langkah yang bertujuan memperbaiki kondisi bangsa. Hal itu termasuk upaya pemulihan ekonomi baik di sektor moneter maupun sektor riil.
Itu harapan PDI Perjuangan dan PDI akan memberikan dukungan bagi kebaikan bangsa ini termasuk recovery terhadap berbagai persoalan ekonomi moneter dan juga persoalan di sektor riil,”
ujar Hasto
Untuk diketahui, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI Jawa Tengah menggelar aksi demonstrasi di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat, 5 Juni 2026. BEM SI mendesak pemerintah mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah.
Pun, BEM SI beri tenggat 18 hari kepada pemerintah agar bisa menguatkan rupiah. Jika tuntutan tak dipenuhi, BEM SI mengancam akan menggelar demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid 2.
Aksi demonstrasi itu bakal diikuti perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jateng dari Kota Semarang dan Kota Surakarta. Massa aksi tiba di depan Kantor Perwakilan BI Jateng sekitar pukul 17.00 WIB.
Dalam aksinya, BEM SI datang membawa spanduk bertuliskan, ‘RIP. Rupiah Sekarat‘. Setelah tiba di lokasi, para mahasiswa bergantian menyampaikan orasi.
Saat orasi berlangsung, sebagian mahasiswa membawa spanduk bertuliskan ‘Turut Berduka Cita atas Matinya Rupiah’.


