Bupati Muara Enim Edison diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Status Edison merupakan bupati yang diusung Partai Nasdem di Pilkada 2024.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem Hermawi Taslim menegaskan Edison bukan kader partai pimpinan Surya Paloh itu. Menurut dia, Nasdem hanya ikut merekomendasikan atau mengusung Edison sebagai calon bupati Muara Enim.
Nasdem ikut merekomendasi untuk mengusung tapi (Edison) bukan kader Nasdem,”
kata Hermawi kepada Owrite, Selasa, 9 Juni 2026.
Hermawi pun memberikan keterangan resmi Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sumatera Selatan (Sumsel) Nopianto terkait status Edison.
Status Edison Birokrat
Dari penjelasan Nopianto, figur Edison tak pernah tercatat sebagai pengurus maupun kader Nasdem. Dia mengatakan Edison merupakan seorang birokrat dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Palembang.
Kami ingin meluruskan, keliru jika Pak Edison seolah-olah dikatakan kader Nasdem dan tidak pernah tercatat sebagai fungsional atau kader, baik langsung maupun tidak langsung, kegiatan dan simpatisan partai,”
kata Nopianto, dalam keterangannya dikutip pada Selasa, 9 Juni 2026.
Nopianto juga menyesalkan insiden Edison yang diamankan KPK dalam OTT. Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan itu mengingatkan kepada seluruh pejabat publik di Tanah Bumi Sriwijaya itu agar tak melakukan tindakan yang merugikan keuangan negara.
Ini warning untuk kita semua sebagai penyelenggara pemerintah dan negara, baik eksekutif maupun legislatif agar tidak melakukan tindakan yang mengarah ke tindak pidana korupsi,”
ujar Nopianto.
Adapun Edison maju di Pilkada Kabupaten Muara Enim 2024 dengan diusung koalisi PDIP, Nasdem, dan Golkar. Edison saat itu berduet dengan kader PDIP Sumarni yang diplot sebagai Wakil Bupati.
Di Pilkada 2024, duet Edison-Sumarni berhasil mengalahkan tiga pasangan calon atau paslon lain yang jadi rivalnya.



