Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras kepada elite politik yang hobi bertikai. Menurutnya, bangsa yang elitenya gagal bekerja sama tak akan pernah mencapai potensi terbaiknya.
Pernyataan Prabowo itu disampaikan saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Prabowo bahkan mengingatkan Indonesia masih beruntung hidup dalam suasana damai. Namun, banyak negara justru terjebak dalam perang dan konflik berkepanjangan.
Ia juga minta agar Indonesia untuk belajar dari perang yang terjadi di Ukraina-Rusia. Begitupun konflik di Gaza, Lebanon, Iran, Yaman, Afghanistan, hingga Myanmar.
Prabowo menilai elite politik yang tak mampu bekerja sama adalah salah satu penyebab bangsa gagal berkembang.
Bangsa-bangsa yang elitnya bisa kerja sama, bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya,”
kata Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 26 Juni 2026.
Prabowo juga mengingatkan demokrasi bukanlah pembenar untuk sikap anarki yang terjadi di setiap pemilu.
Dia mengatakan hasil pemilu pasti ada ketidak puasan. Tapi, jangan gaduh menyikapi hasil setiap pemilu.
Kita mungkin tidak puas. Tapi, alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh setiap pemilihan? Yang kalah ribut, kapan kita mau menuju kesejahteraan rakyat kita?”
ujarnya.
Menurutnya, energi bangsa harus diarahkan untuk membangun kesejahteraan rakyat.
Prabowo mengatakan seluruh elemen bangsa memiliki latar belakang berbeda. Namun, perbedaan itu seharusnya jadi kekuatan untuk berkolaborasi, bukan saling menjatuhkan.


























