Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai munculnya persepsi publik yang menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok anti kritik merupakan hal yang wajar, mengingat sejumlah sikap dan respons yang ditunjukkan terhadap kritik dari berbagai kalangan.
Menurut Fernando Emas, hingga saat ini publik belum melihat adanya ruang dialog yang terbuka antara Presiden Prabowo dengan kelompok mahasiswa yang berulang kali turun ke jalan menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Jadi kalau kita lihat juga Pak Prabowo dianggap sebagai anti kritik, wajar,”
kata Fernando Emas kepada Owrite.
Sikap Prabowo Tak Bersahabat Terhadap Kritik
Dikatakan Fernando, persepsi tersebut tidak muncul tanpa alasan. Dalam berbagai kesempatan Presiden Prabowo justru terlihat menunjukkan sikap yang kurang bersahabat terhadap kritik yang datang dari masyarakat.
Ia menyoroti adanya respons yang dinilai bernada sindiran maupun komentar yang dianggap mendiskreditkan pihak-pihak yang menyampaikan kritik kepada pemerintah.
Karena sampai sejauh ini belum menerima perwakilan mahasiswa yang melakukan demonstrasi, tetapi pada setiap kesempatan Pak Prabowo seperti menunjukkan beliau itu anti terhadap kritik,”
ucapnya.
Lanjut Fernando, kritik yang selama ini disampaikan bukan hanya datang dari mahasiswa, melainkan juga dari akademisi, pengamat, hingga kelompok intelektual yang memiliki perhatian terhadap jalannya pemerintahan.
Namun alih-alih dijadikan bahan evaluasi, kritik tersebut kerap dibalas dengan pernyataan yang dinilai menyerang balik para pengkritik.
Misalnya dengan mengejek, terus kemudian ada kalimat-kalimat yang seperti mendiskreditkan orang yang melakukan kritik, ini kan memang betul-betul anti kritik,”
tegasnya.
Pemerintah Tak Nyaman pada Suara Berbeda Pandang
Lebih jauh Fernando, kondisi tersebut semakin memperkuat penilaian publik bahwa pemerintah saat ini kurang nyaman terhadap suara-suara yang berbeda pandangan dengan kekuasaan.
Jadi ini wajar ketika ada persepsi, kemudian ada penilaian terhadap Pak Prabowo memang anti kritik, ya itu memang sudah diberikan bukan hanya kepada mahasiswa, tetapi kalangan akademisi, kaum intelektual, dan juga para pengamat… Apalagi ada pernyataan-pernyataan yang ini sepertinya ingin menertibkan pengamat,”
jelasnya.
Fernando menegaskan bahwa kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Karena itu, ia menilai wajar jika masyarakat akhirnya membentuk penilaian sendiri terhadap sikap pemerintah dalam merespons kritik.
Ini kan sebagai bentuk kritik, jadi wajar saja ketika masyarakat akhirnya membuat sebuah penilaian terhadap Presiden dan Wakil Presiden,”
pungkasnya.

























