Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Koalisi Prabowo Tak Pasang Badan Bela MBG, Pakar: Loyalitasnya Wajar Dipertanyakan

Tak ada elite parpol koalisi pemerintah yang selalu pasang badan bela MBG saat program mahkota pemerintah itu babak belur di-bully publik.

Presiden Prabowo Subianto saat upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor.
Presiden Prabowo Subianto saat upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor. (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).

Loyalitas partai politik koalisi pendukung pemerintah dipertanyakan karena dinilai tak pasang badan membela program andalan Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG tengah jadi sorotan karena sejumlah mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) terseret kasus korupsi.

Pakar politik Adi Prayitno menyoroti demikian karena MBG seperti jadi program ‘mahkota’ pemerintahan Prabowo. Namun, saat program itu menuai cibiran karena skandal dugaan korupsi beberapa eks petinggi BGN, koalisi parpol seperti cuek.

Bagi Adi, dinamika di internal koalisi itu yang jadi pertanyaan. Sebab, tak ada elite parpol pemerintah yang pasang badan selalu membela MBG di tengah sorotan luas.

Iklan

Itulah yang jadi tanda tanya besar publik, kenapa partai koalisi pemerintah tak pasang badan saat program pemerintah di-bully,”

kata Adi kepada Owrite, Minggu, 5 Juli 2026.

Adi menganalisa partai koalisi mungkin takut di-bully publik jika membela program MBG. Ia bilang mestinya partai koalisi pemerintah selalu siap pasang badan membela program Prabowo.

Kalau ini argumennya justru aneh. Mestinya partai koalisi pasang badan dalam segala suka duka,”

jelas dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Lebih lanjut, ia menekankan mungkin ada kekhawatiran terhadap elektoral menuju Pemilu 2029. Adi menilai parpol koalisi pemerintah takut elektabilitas jeblok jika di-bully publik karena membela MBG.

Padahal pemilu masih jauh. Loyalitas partai koalisi wajar diperyanyakan,”

tutur bos Parameter Politik Indonesia itu.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola program MBG. Dengan penambahan itu, kini sudah ada tujuh tersangka dalam perkara korupsi itu.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan tersangka ketujuh merupakan perwira tinggi Polri aktif yakni Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

Rekam jejak Lalu di BGN, sempat diplot sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas BGN. Pun, saat ditetapkan sebagai tersangka, jenderal bintang satu itu menjabat Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.

Enam tersangka lain yang sudah diumumkan sebelumnya oleh Kejagung dalam kasus korupsi tata kelola MBG adalah eks Kepala BGN Dadan Hindayana; eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Selain itu, ada orang dekat Sony Sanjaya, Asep Yusuf Somantri (AYS); Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing; serta Komisaris PT. Yasa Artha Trimanunggal (YAT) Andri Mulyono.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal