Komisi I DPR RI menyetujui penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia.
Meski kapal tersebut bukan lagi berusia muda, DPR menilai hibah itu tetap bernilai strategis. Sebab, dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan TNI AL dan transfer pengetahuan.
Kapal ini diberikan oleh Pemerintah Italia dan sudah disetujui oleh Parlemen Italia pada 8 Mei lalu. Oleh karenanya, tadi kita menyetujui dan mudah-mudahan besok bisa diparipurnakan,”
kata Ketua Komisi I DPR Utut Adianto di Kompleks Parlemen, Senin, 20 Juli 2026.
Utut menjelaskan seluruh fraksi sudah menyetujui permohonan hibah yang sebelumnya juga sudah mendapat persetujuan Parlemen Italia pada 8 Mei 2026.
Utut memperkirakan nilai kapal tersebut mencapai sekitar 54 juta euro. Meski demikian, seluruh fraksi beri sejumlah catatan terutama terkait pembiayaan operasional kapal setelah resmi menjadi aset Indonesia.
Semua fraksi memberikan catatan mengenai bagaimana pembiayaan operasionalnya ke depan. Selain itu memang harus didesain peran khusus untuk kapal induk ini nanti,”
ujarnya.
Jangan Lihat Usia Tua
Utut juga menanggapi kritik yang mempertanyakan usia kapal induk tersebut.
Menurutnya, publik tidak seharusnya hanya melihat umur kapal, tetapi juga peluang Indonesia mempelajari teknologi dan sistem operasinya.
Tadi ada pertanyaan, kenapa dikasih kapal yang tua? Ya kalau kapalnya baru umur satu-dua tahun, siapa yang mau memberikan secara gratis?”
ujar politikus PDIP itu.
Ia menilai hibah tersebut justru menjadi kesempatan bagi personel TNI AL mempelajari langsung pengoperasian kapal induk.
Ini jadi kesempatan buat pelaut dan ahli Angkatan Laut kita untuk belajar secara langsung (know-how). Ilmunya langsung kita dapatkan,”
katanya.
Menurut Utut, pengalaman mengoperasikan kapal induk akan menjadi bekal penting bagi Indonesia dalam mengembangkan teknologi pertahanan pada masa depan.
Kalau sebelumnya kita hanya mendengar cerita, sekarang kita bisa naiki langsung dan pelajari kekurangannya. Ini produk 40 tahun lalu dengan teknologi saat itu. Bagaimana tantangan ke depan, itu yang harus kita pelajari,”
jelas Utut.
Bukan untuk Perang Terbuka
Utut juga menepis anggapan bahwa kapal induk tersebut akan langsung digunakan sebagai kekuatan tempur utama.
Menurut dia, fungsi kapal kemungkinan lebih diarahkan untuk mendukung operasi maritim, menjaga kawasan perbatasan, hingga menjadi pangkalan pendaratan helikopter.
Kapal ini tentu bukan untuk misi perang terbuka. Kalau untuk perang tidak mungkin dibagikan begitu saja,”
katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Italia atas hibah tersebut.
Sekali lagi, Komisi I mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Italia,”
tuturnya.























